Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
419.Tlakiran dari David S2


__ADS_3

Kini semua langsung pergi berbelanja rame-rame, David dan Niah mendorong dorongan bayi sih kembar, sedangkan pasangan yang lainnya bergandengan mesra, mereka semua menuju ke tempat pelengkapan bayi.


Sesampainya di tempat perlengkapan bayi, mereka semua begitu antusias memilih-milih barang dan baju-baju yang menurut mereka lucu.


Valin dan Vina sedang memilih-milih baju-baju yang menurut mereka lucu, mereka memilih yang netral karena belum tahu anaknya laki-laki atau perempuan. Sedangkan Kevin dan Vano sedang sibuk memilih benda-benda yang menurut mereka lucu.


"Kak Vano, Kak David tadikan sudah menjaili kita. Sekarang kita habiskan uang dia kak!" Ajak Kevin, dia sangat kesal pada David jadi menurutnya tidak apa-apa jika menghabiskan uang sang kakak ipar.


"Iya Vin, dia sungguh keterlaluan. Lihat saja nanti sampai rumah pasti istri-istri kita akan ngamuk." Jawab Vano, dia setuju dengan Kevin.


Dasar mereka tidak kalah jail, Kevin dan Vano memilih banyak benda yang menurutnya di butuhkan untuk anak-anak mereka nanti.


"Kak, kita beli box bayi sekalian ya! Sekalian mumpung Kak David yang bayarin belanjaan kita." Ajak Kevin dan lagi-lagi Vano setuju dengan ide Kevin.


Mereka langsung menuju ke tempat bok bayi, mereka memilih-milih box bayi yang menurut mereka bagus. Dan akhirnya mereka memilih bok bayi warna biru langit dengan motif yang sama, karena mereka berdua belum tahu jenis kelamin anak-anak mereka maka mereka memilih warna yang netral.


Tas belanjaan Vina dan Valin juga tidak terasa sudah penuh dengan baju-baju bayi yang lucu, sepatu-sepatu bayi yang lucu dan benda-benda lainnya yang menurut mereka lucu.


"Sudah Val, kasian nanti David pasti uangnya habis banyak." Kata Vina, dia tersenyum pada Valin.


"Iya kak, rejeki anak-anak kita kak dibelanjain sama pamannya." Jawab Valin dia membalas senyuman Vina.


Istri Kevin dan Vano, mereka cukup tahu diri mereka tidak berbelanja berlebihan hanya membeli apa yang sekiranya akan dibutuhkan untuk bayi-bayi mereka nanti saat lahir.


Kenan dan Ralin, mereka hanya membeli baju-baju yang menurut mereka lucu saja. Karena kebutuhan yang lainnya sudah mereka beli dari jauh-jauh hari.


"Sayang, aku beli beberapa sepatu ya." Kata Ralin, dia memasukkan beberapa sepatu bayi ke dalam kantong belanjaannya.


"Iya, tapi bajunya sudah cukup itu. Itu sudah terlalu banyak," Jawab Kenan, dia agak kesal karena istrinya itu membeli baju banyak sekali, padahalkan kalau baju bayi hanya di pakai sebentar.


Seperti itulah perempuan, kalau sudah lihat barang-barang lucu pasti akan hilaf dan tentunya kadang apa yang tidak penting, pasti akan dibeli.


Niah juga membeli baju-baju cantik untuk sih kembar, tentunya Niah yang tidak tahan ingin membeli baju-baju cantik untuk kedua putri kembarnya padahal dirumah sudah terlalu banyak.


"Sayang, dirumah banyak sekali baju-baju mereka." Kata David, tapi Niah tidak perduli.

__ADS_1


"Suamiku, aku suka dengan baju-baju cantik ini. Pokoknya aku mau membelinya." Jawab Niah, dia terus memasukkan baju-baju pilihannya ke dalam tas belanjaannya.


David hanya terdiam dan membiarkan istrinya membeli baju-baju yang dirinya mau.


Setelah beberapa lama, akhirnya semuanya selesai belanja dan semuanya langsung membawa belanjaannya ke kasir. Hampir beberapa lama di kasir akhirnya belanjaan mereka semuanya sudah dihitung dan bok bayi yang Kevin dan Vano beli langsung di kirim ke rumah mereka masing-masing.


Hari ini gara-gara kejailannya, David harus mengeluarkan kocek yang sangat banyak. Tapi itu tidak masalah untuk David yang penting semuanya bahagia.


Kini mereka sudah sangat lelah, mereka pulang dengan mobil masing-masing istri-istri mereka juga ikut mobil suami-suami mereka. Dan akhirnya supir yang mengantarkan mereka pulang sendirian.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya semuanya sampai dirumah.


"David, terimakasih ya atas hari ini." Kata Vano, dia menepuk pundak David dengan pelan.


"Sama-sama Van, maaf ya Van atas ke jailanku hari ini." David membalas menepuk pundak David.


Vano dan Vina langsung masuk ke dalam rumah mereka, Kenan dan Ralin tersenyum pada David dan Niah.


"Kak terimakasih ya udah dibelanjain." Kata Kenan, sambil tersenyum manis pada David.


"Tentunya saja tidak kak, yang rawan bertengkar itu kak, Kak Vano sama Kevin. Pasti istri-istri mereka akan ngamuk." Kenan tertawa lepas dan Ralin langsung menjewer telinga suaminya dengan pelan.


"Sudah ayo masuk! Kak David, Kak Niah kita masuk dulu ya kak." Pamit Ralin sambil menjewer telinga Kenan.


"Sayang, aku kan tidak bandel." Protes Kenan, dia merasa tidak bersalah.


Ralin melepaskan tangannya dari telinga Suaminya.


"Iya, tapi kamu juga tidak boleh meledek Vano dan Kevin." Jawab Ralin, mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk membereskan belanjaan mereka.


David dan Niah juga langsung masuk ke dalam rumah mereka. Dan mereka melihat Valin sedang ngomel-ngomel pada Kevin diruang keluarga.


"Dasar, kamu tahukan aku sedang hamil tapi kamu berpikir pergi ke club malam. Sana tidur diluar, malam ini anak kamu menolak untuk tidur bersama papanya." Omel Valin, dia tidak mau melihat wajah tampan suaminya.


"Sayang, itukan hanya obrolan dan aku tidak pergi ke club malam." Bela Kevin, dia tidak mau salah.

__ADS_1


"Iya, coba kalau aku tidak datang tadi pasti kamu akan pergi ke club malam." Valin kembali mengomeli suaminya.


Niah dan David berjalan menghampiri mereka, lalu mereka menasehati adik-adiknya itu.


"Valin, Kevin, sudah jangan bertengkar. Kalau mau bertengkar masuk ke dalam kamar. Selesaikan masalah kalian di dalam kamar!" Kata Niah, Kevin dan Valin masuk ke dalam kamar mereka.


Setelah Kevin dan Valin masuk ke dalam kamar, David dan Niah juga masuk ke dalam kamarnya.


"Lihat, kamu sih jail jadi bertengkarkan mereka." Niah duduk ditepi ranjang tempat tidurnya.


"Aku hanya iseng," Jawab David, dia merasa bersalah.


Niah mengerti, suaminya hanya berniat menjaili para sahabat-sahabatnya itu. Tapi gara-gara David Vano dan Kevin bertengkar dengan istri-istri mereka.


Vina dan Vano sedang membereskan belanjaan mereka sambil perang dingin tidak jelas.


"Sayang, apa kamu tidak mau bicara padaku?" Tanya Vano dengan hati-hati.


"Haruskah aku bicara padamu?" Vina malah balik bertanya.


"Aku minta maaf, aku tadi hanya bercanda dengan Kevin." Vano berusaha meminta maaf pada Vina.


Vina hanya diam, dia mengabaikan suaminya begitu saja. Vano semakin resah jika dia tidak langsung menyelesaikan masalahnya hari ini juga, pasti dia akan disuruh tidur di luar.


"Apa, nanti malam aku akan kedinginan tanpa pelukan dari Vina?" Tanya Vano pada hatinya.


"Sayang, jangan marah!" Rengek Vano, tapi Vina malah memberikan bantal dan selimut pada suaminya.


"Tidur diluar!" Ketus Vina, sorot matanya tampak kesal.


Valin juga melakukan hal yang sama pada suaminya, dia menyuruh Kevin tidur diluar.


Gara-gara ulah David, kini Vano dan Kevin mendapat hukuman dari istri-istri mereka.


BERSAMBUNG🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2