Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
210. Baju tidur cauple.


__ADS_3

Setelah selesai mandi bersama Bagas dan Alena langsung ganti baju dengan baju tidur.


malam ini mereka memakai baju tidur cauple warna merah marun, baju tidur yang dibeli oleh Alena sebelum mereka menikah.


"Alena, kamu sungguh menyuruhku memakai baju tidur cauple seperti ini? ini bukan aku banget Alena!!" protes Bagas, yang kini sudah memakai baju tidur yang dibeli oleh Alena.


Alena memayunkan bibir mendengar protes dari Bagas. Bagas yang melihat istrinya manyun akhirnya mengalah dan mencabut kembali protesnya tadi.


"Baiklah sayang, aku tidak akan protes!! aku akan memakai baju tidur yang kamu belikan ini dengan senang hati!!" hibur Bagas, biarpun dengan rasa terpaksa yang penting Alena tidak mayun lagi.


Alena dengan girangnya langsung memeluk Bagas.


"Terimakasih sayang, pokoknya aku sudah membeli beberapa baju tidur cauple untuk kita pakai setiap malam!!" ucap Alena dengan begitu antusias.


Bagas hanya menghela nafasnya tanpa melakukan protes kembali.


Keduanya terdiam ditepi ranjang, kali ini mereka duduk berdampingan.


"Apa kita akan diam saja seperti ini?" tanya Bagas, berusaha membuka keheningan diantara mereka.


"Memangnya kita mau ngapain?" tanya Alena.


Bagas merasa gemas sekali dengan pertanyaan istrinya, akhirnya tanpa basa-basi.


Bagas membalikkan badan Alena agar berhadapan dengan dirinya.


"Sayang kita ini sedang bulan madu!! kita bukan patung yang harus diam saja tanpa bergerak!!" Ledek Bagas.


"Lalu?" jawab Alena singkat.


"Bukankah kamu ingin aku membuatmu cepat hamil!! mari sayang malam ini kita bikin adonan kita agar cepat jadi!!" ucap Bagas dengan nada menggoda.


Alena terdiam, namun Bagas dengan pelan mulai mencium bibir Alena, ciuman Bagas semakin dalam Alena juga mulai membalas ciuman Bagas perlahan-lahan keduanya saling menikmati ciuman itu.


Tangan Bagas sudah mulai nakal kemana-mana, Alena menerima permainan Bagas dengan penuh kenikmatan.


Tangan Alena mulai membuka kancing baju tidur Bagas satu persatu kancing dilepaskan oleh Alena, setelah terlepas semuanya Alena melepaskan baju Bagas dan membuang kesembarang tempat seperti biasanya.


Bagas masih sibuk dengan tangannya, kali ini Bagas sedang memainkan gunung kembar Alena, perlahan-lahan bibir Bagas menjelajahi setiap inchi bagian tubuh istrinya, bekas merah yang kemarin belum hilang kini Bagas menambah tanda merah lagi disetiap bagian tubuh Alena.


Alena mulai mendesah kenikmatan, Bagas juga sudah mulai membuka kancing baju Alena, akhirnya Bagas membuka baju Alena dan langsung membuangnya kesembarang tempat. kini keduanya sudah benar-benar polos tanpa sehelai benang apapun ditubuh mereka.


"Sayang...sa!!" rintih Alena.


"Diamlah sayang, kamu nikmati saja!!" suruh Bagas.


Kini keduanya saling mengeluarkan desahan dan erangan yang begitu penuh kenikmatan, sampai akhirnya keduanya sampai pada puncaknya dan Bagas langsung menjatuhkan dirinya disamping Alena.


Alena tersenyum bahagia melihat Bagas.


"Apa kamu senang sayang?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Tentu sayang!!" jawab Alena.


"Istirahatlah sayang, aku lelah sekali malam ini!!" suruh Bagas dengan begitu lembut.


Alena hanya menganggukkan kepalanya, Bagas langsung menarik Alena kedalam pelukannya.


Untuk sekalian kalinya Bagas dan Alena memadukan cinta mereka diranjang, akhirnya malam ini mereka tidur penuh kehangatan.


Dirumah Rama dan Ana.


Rama, Ana, Rehan dan Ayu kini sudah selesai makan malam, sekarang Ayu dan Ana sedang menonton televisi sedangkan Rama dan Rehan pergi ke kamarnya untuk mandi.


"Ana, aku ke kamar dulu ya!!" pamit Rama.


"Aku antar sayang, sekalian aku siapkan air hangat untuk kamu mandi!!" jawab Ana.


"Tidak usah sayang, kamu temanin Ayu saja disini" ucap Rama dengan nada lembut.


Ana menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Rama, sebelum Rama meninggalkan Ana ke kamar mandi Rama mencium kening istrinya lebih dulu.


"Cup!!" Rama mencium kening Ana dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.


Rehan dan Ayu sedang asik bercanda berduaan, sekarang mereka sedang saling tertawa bersama. ntah apa yang mereka obrolkan hanya mereka yang tau.


"Ayu kamu tumben kerumah tidak bilang aku dulu?" tanya Rehan ingin tau.


Ayu tersenyum pada Rehan.


"Aku tau kamu sedang kerja jadi aku tidak bilang!!" jawab Ayu dengan lembut.


"Rehan itu akan terlalu berlebihan!! aku juga tidak enak sama tetangga dekat rumah nanti" jelas Ayu, karena tetangga Ayu banyak yang suka bergosip bahkan suka usil.


"Baiklah, aku mengerti sayang!!" jawab Rehan.


"Aku mandi dulu ya!! nanti aku antar kamu pulang" pamit Rehan.


"Iya sayang, sana mandi biar bau wangi" Ledek Ayu dengan jail.


Rehan tertawa.


"Kalau aku wangi nanti kamu tidak mau pulang!!" jawab Rehan dengan sombong.


"Bukan Ayu yang tidak mau pulang, tapi kamu yang tidak mau Ayu pulang kali Rehan!!" timpal Ana meledek adik iparnya.


"Ahh kak ipar, tau saja!!" timpal Rehan.


"Dasar, sana mandi sayang!!" suruh Ayu.


Rehan akhirnya meninggal Ayu dan Kakak iparnya ke kamarnya untuk mandi sedangkan Ana dan Ayu kembali mengobrol berdua.


"Ayu bayangkan saja kalau kita sudah menjadi saudara ipar!! ucap Ana dengan begitu antusias.

__ADS_1


"Aku yakin, kita akan sering melihat pertengkaran kedua suami kita nanti!!" ledek Ayu.


"Hahaha!!" Ayu dan Ana saling tertawa.


Tiba-tiba Rama datang menghampiri Ayu dan Ana.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Rama.


"Aku yakin kalian pasti sedang bergosip!!" ledek Rama dengan jail.


"Rama, kamu sudah selesai!!" jawab Ana pelan.


"Sudah sayang!!" jawab Rama.


Rama duduk disamping Ana.


"katakan apa yang kalian obrolkan!!" tanya Rama yang merasa penasaran.


"Kita sedang membicarakan kak Rama dan Rehan tadi!!" jawab Ayu jujur.


Tiba-tiba Rehan sudah berdiri di dekat Ayu.


"Apa wanita itu, senang sekali membicarakan laki-laki tampan?" tanya Rehan dengan percaya diri.


"Rehan kamu seperti hantu, tiba-tiba muncul!!" ucap Ayu kesal, karena kaget tiba-tiba Rehan sudah ada disampingnya.


"Hahaha jangan hantu sayang!! Jin saja biar dipanggil 3 kali langsung muncul nanti!!" jawab Rehan dengan nada bercanda.


"Sudahlah kalian berhenti bercanda, sudah malam Rehan antarkan Ayu pulang!!" suruh Rama, karena tidak mau Ayu sampai pulung kemalaman.


"Siap kakak!!" jawab Rehan.


Rehan langsung menarik tangan Ayu dengan pelan.


"Sayang, ayo kita pulang sekarang atau kedua obat nyamuk ini akan mebakar kita" Ucap Rehan penuh kejailan.


"Dasar, Kalian berdua lalat pengganggu!!" ledek Rama yang tidak mau kalah dari Rehan.


Ana dan Ayu hanya saling menggelengkan kepalanya tidak percaya kalau keduanya itu akan beraduh mulut dan tidak ada yang mau mengalah.


Akhirnya Ayu, meminta segera diantar pulang agar Rehan dan Rama berhenti berdebat.


"Sayang, bukankah kamu ingin mengantarkanku pulang?" tanya Ayu.


Rehan tersenyum.


"Kak Rama, kita lanjutkan nanti!! aku antar Ayu pulang dulu" pamit Rehan.


"Kak Rama, Ana aku pamit pulang dulu ya!!" pamit Ayu dengan sopan.


"Iya, kalian hati-hati dijalan ya!!" jawab Ana dan Rama bersamaan.

__ADS_1


Akhirnya Rehan pergi mengantarkan Ayu pulang kerumahnya sedangkan Ana dan Rama mengantar Ayu dan Rehan sampai depan rumah. setelah mobil Rehan sudah tidak terlihat akhirnya Rama dan Ana kembali kedalam dan langsung masuk kedalam kamar mereka.


Bersambung


__ADS_2