
Ana menyandarkan kepalanya disofa yang ada diruangan kerja Rama sambil menunggu suaminya selesei kerja sedangkan Rama sedang melanjutkan pekerjaannya.
"Sayang, siang ini aku ada metting diluar kamu tidak apa-apa aku tinggal sendiri dikantor atau kamu mau ikut saja denganku??" tanya Rama pada Ana dengan nada lembut.
"Aku tunggu kamu dikantor saja sayang" jawab Ana yang memang tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya.
"Baiklah sayang, Aku tinggal kalau gitu ya jika kau mau kemana-mana kabarin aku ya!!" Ucap Rama sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya dijalan" jawab ana dengan nada lembut.
Rama menuju ke arah ana dan menghampiri Ana untuk berpamitan.
"Sayang, maafkan sikap aku tadi pagi ya. aku berangkat metting dengan klien dulu" ucap Rama sambil mencium kening Ana.
Ana tersenyum melihat suaminya, akhirnya Rama meninggalkan ana diruangan kerjanya sendirian. Ana duduk sambil menonton film drama kesukaannya.
Tiba-tiba ponsel ana berdering.
__ADS_1
*No baru siapa ini, mungkin Angga* Guman ana lalu mengangkat telepon tersebut.
"Hallo, maaf ini siapa?" tanya ana pelan.
"Aku Elina kekasih suamimu" Ucap Elina dengan yang membuat ana kesal.
"Berhenti bicara omong kosong nona Elina, katakan ada perlu apa kau menelponku" tanya ana dengan nada agak jutek.
"Temui aku sekarang cafe ss sekarang, aku tidak mau kamu menolak ajakanku" Ucap Elina dengan nada sengit.
"Baiklah aku akan datang, tunggu aku" Ucap ana dan langsung mematikan saluran teleponnya.
*Sayang, aku ada urusan jadi pergi sebentar ya, aku akan segera pulang* isi pesan singkat ana buat Rama.
Namun Rama tidak membalasnya dan akhirnya Ana pergi menuju cafe ss yang dibilang oleh Elina.
Di cafe ss, Elina sudah duduk menunggu Ana datang.
__ADS_1
"Ana duduklah" Ucap Elina.
"Tidak usah basa-basi, katakan mau apa?? kamu menyuruhku untuk menemuimu" Ucap ana dengan nada pelan namun jutek.
"Lepaskan Rama, kamu ini hanya gadis murahan yang tidak tahu malu merebut Rama dariku" Ucap Elina pada ana, yang membuat ana begitu murka.
"Nona Elina dengarkan saya baik-baik!! saya Anatasya tidak akan melepaskan tuan Rama Ardiyansyah untuk wanita manapun termasuk untuk kamu tidak akan aku lepaskan" jawab Ana dengan nada marah.
"Ana pakailah otakmu, sebagai sesama wanita kenapa kamu begitu tega merebut Rama dariku" Ucap Elina yang selalu menyalahkan ana.
"Elina, bukan aku tapi kamu yang harus pakai otak kamu dengan baik!! kamu bilang aku perempuan murahan, kamu bilang aku harus melepaskan suamiku, Elina suamiku menikahiku karena dia mencintaiku dan kamu bilang aku merebut dirinya dari dirimu aku tidak pernah merebut Rama dari siapapun termasuk kamu" Ucap Ana dengan nada yang sudah mulai kesal sekali.
"Kamu lupa, aku dan Rama tidak pernah putus tapi pas aku pulang tiba-tiba Rama sudah menikah denganmu, apa kalau bukan merebut??" Ucap Elina dengan nada yang begitu keras, sampe semua orang yang didalam cafe ss memperhatikan Elina dan Ana.
"Nona Elina, kamu tidak pernah berpikir akan kesalahanmu. kamu yang sudah menyia-nyiakan tuan Rama yang sudah sangat mencintaimu, kamu membohonginya, kamu tinggal bersama dengan laki-laki lain kamu menggunakan semua fasilitas semua yang diberikan oleh Rama yang sekarang sudah menjadi suamiku, tapi kamu membuat semuanya menjijikkan jadi jangan salahkan suamiku untuk masalahmu tapi kamu pikirkan semua kesalahlanmu dengan baik dan berhenti menganggu suamiku atau aku akan menjadikan mu debu" Ucap Ana dengan nada lembut namun kena sampai hati Elina, Ana langsung pergi meninggalkan Elina.
"Dasar wanita s*alan, tunggu pembalasanku ana" Ucap Elina sambil mengepalkan tangannya diatas meja.
__ADS_1
Semua pelanggan cafe menatap Elina dan Elina yang merasa sangat malu langsung pergi meninggalkan cafe tersebut.
Bersambung