Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
308. Raniah& Riko S2.


__ADS_3

Niah hanya memanyunkan bibirnya.


"Seperti apa memang Pa? Dia ganteng, Dia baik." Ana membanggakan Riko dalam hatinya.


Ana sudah menyiapkan sarapan, Lalu langsung membawanya ke meja makan.


"Sudah-sudah, Ayo sarapan dulu!" Ajak Ana pada Suami dan Anaknya.


Mereka bertiga langsung menuju ke meja makan, Kevin yang baru saja keluar dari kamarnya langsung ikut bergabung dimeja makan.


Kini mereka sarapan berempat dengan tenang dan hanya fokus dengan makanan masing-masing, Selesai sarapan Kevin langsung berangkat ke kantor.


Sedangkan Niah langsung duduk diruang keluarga sambil menonton televisi.


Karena bosan menonton televisi, Akhirnya Niah masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam Kamar, Niah hanya terdiam tiba-tiba ponselnya berbunyi. Niah langsung melihat ponselnya ternyata telpon dari Riko.


"Riko menelponku." Batin Niah yang merasa sangat senang, Lalu langsung mengangkat telponnya.


"Hallo sayang, Ayo Kita jalan-jalan." Sapa Riko yang langsung mengajak Niah tanpa basa-basi.


"Baiklah!" Jawab Niah dengan semangat.


"Tapi Kamu jemput Aku ya!" Pinta Riko.


"Iya, Aku akan menjemputmu." Jawab Niah.


Biarpun Niah usianya sudah 23 tahun, Tapi Niah itu polos banget kalau menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, Apalagi Riko adalah pacar pertama Niah, Iya bisa dibilang Riko adalah cinta pertama Niah.


Niah langsung bersiap-siap, Lalu setelah selesai Niah langsung keluar dari kamarnya.


Melihat Niah dandan begitu cantik, Rama langsung berdehem.


"Ehem.. ehem mau kemana Kamu?" Tanya Rama sambil berdehem.


"Ehh Papa, Niah mau pergi jalan-jalan Pa jenuh dirumah terus." Jawab Niah yang langsung memberhentikan langkah kakinya.


Rama terus menatap Niah dengan tatapan serius.


"Pasti Niah mau menemui laki-laki itu." Gumam Rama yang dimaksud adalah Riko.


"Kamu pergilah diantar supir! Kalau perlu Papa siapkan orang suruhan Papa untuk menjagamu." Kata Rama sambil melihat Niah.


Niah langsung menggelengkan kepalanya, Iya biar bagaimanapun Niah tidak suka pergi dengan dikawal oleh orang-orang surahan Papanya.

__ADS_1


"Niah, Memangnya Kamu mau kemana Nak?" Tanya Ana dengan nada lembut.


"Cuma mau ke mall, Ma." Jawab Niah.


"Pergilah Nak, Nanti Papa biar Mama yang urus!" Suruh Ana dengan dirinya senyum manisnya.


Niah langsung tersenyum, Lalu langsung meninggalkan Papa dan Mamanya.


Ana langsung memegang tangan Rama, Kini dengan nada lembut Ana berusaha menasehati Rama.


"Suamiku, Niah itu sudah besar Dia tau mana yang baik dan mana yang tidak baik, Jangan terus-terusan memperlakukan Niah seperti Anak kecil terus!"Nasehat Ana untuk Rama.


Rama dari dulu memang terlalu ketat pada Raniah, Mungkin karena Niah adalah Anak perempuannya satu-satunya.


Tapi peraturan ketat itu hanya diberikan pada Niah, Sedangkan Kevin Rama tidak pernah memperlakukan Kevin dengan ketat ataupun berlebihan ya karena Kevin Anak laki-laki jadi Rama percaya Kevin bisa menjaga dirinya dengan baik.


Ana pergi dengan diantarkan oleh supir, Ana langsung menyuruh supirnya menjemput Riko lebih dulu.


Tapi Rama tetap menyuruh orang suruhannya untuk mengikuti Niah, Tanpa sepengatahuan Niah.


"Pak Ari, Kita jemput teman saya dulu ya!" Suruh Niah dengan sopan.


"Baik Nona." Jawab Pak Ari.


Pak Ari langsung melanjutkan perjalanan menuju ke mall yang tidak jauh dari rumah Niah. Dalam mobil Pak Ari hanya fokus menyetir.


Sedangkan Niah dan Riko, Mereka asik mengobrol.


"Aku tadi jenuh sekali dirumah, Untung Kamu telpon." Keluh Niah pada Riko.


"Sama, Aku juga tidak kerjaan makanya Aku mengajakmu jalan." Sambung Riko sambil mengusap rambut Niah dengan tangannya.


Iyalah Riko adalah laki-laki pengaguran yang jelas saja tidak ada kerjaan, Bisa menjalin hubungan dengan Niah itu, Buat Riko sebuah keberuntungan, Seperti kejatuhan rembulan dari langit.


Sesampainya di mall, Riko langsung mengajak Niah ke toko baju laki-laki, Niah hanya mengikuti langkah kaki Riko.


Sesampainya ditoko tersebut, Riko langsung memilih beberapa pakaian, Bhakan Niah juga yang disuruh membayarnya.


"Sayang, Kamu bayar dulu ya nanti Aku ganti Kalau Aku sudah kerja." Pinta Riko dengan suara pelan.


Niah hanya menganggukkan kepalanya, Lalu langsung mengeluarkan ATM nya dari dalam tasnya. Setelah selesai membayar Niah dan Riko terus berjalan menelusuri mall.


Rama dan Ana.


Rama dan Ana, Mereka sedang membicarakan masalah serius, Kini orang-orang surahan Rama sudah mengirimkan foto bukti-bukti bahwa laki-laki yang dekat dengan Niah itu hanya ingin morotin Niah saja.

__ADS_1


"Lihat sendiri!" Pinta Rama dengan nada kesal.


Ana langsung mengambil ponsel dari tangan suaminya, Lalu melihat beberapa foto yang menurutnya kurang baik, Di foto itu menunjukkan laki-laki itu sedang bermain wanita disebuah bar sambil minum dan masih banyak foto lainnya yang tidak baik yang kirim oleh orang suruhan Rama.


"Kamu lihatkan, Itulah mengapa Aku sangat menentang hubungan Niah dan laki-laki br*ngsek itu!" Tegas Rama pada Ana.


Rama kadang merasa sangat kesal dengan Ana, Karena terus-terusan melarang Rama untuk tidak terlalu ketat pada Raniah.Jelas-jelas ini demi kebaikan Anaknya.


"Maafkan Aku suamiku, Aku salah lagian Kamu tidak pernah memberi tahukan padaku tentang ini semua." Ana meminta maaf, Ana juga merasa kesal dengan Rama bisa-bisanya hal sepenting ini Ana tidak dikasih tahu.


"Sekarang Niah sedang pergi jalan-jalan ke mall dengan laki-laki itu, Bahkan laki-laki itu juga menyuruh Ana membayarkan belanjaannya." Cerita Rama pada Ana.


Ana merasa kaget mendengar semuanya, Bhakan hampir tidak percaya, Tapi Ana tahu pasti Suaminya menyuruh orang suruhannya membuntuti Niah tanpa sepengetahuan Niah.


"Katakan pada Niah, Setelah Dia pulang Aku mau bicara pada Niah." Tegas Rama dengan tatapan begitu serius.


"Iya nanti, Aku katakan." Jawab Ana.


"Oh iya, Niah Kita jodohkan saja! Aku mau Niah menikah dengan laki-laki pilihanku." Kata Rama dengan begitu serius.


Ana terdiam, Karena merasa bingung tiba-tiba Rama ingin menjodohkan Niah dengan laki-laki pilihan Rama.


"Tunggu Suamiku, Apa ini tidak terlalu berlebihan kasian Niah jika dijodohkan." Ana mencoba bernegosiasi dengan suaminya.


Ana tahu pasti Raniah kemungkinan besar akan menolak perjodohan ini, Tapi Ana juga tidak mau Niah sampai menjalin hubungan lebih lama lagi dengan laki-laki yang dapat di foto, Laki-laki itu adalah Riko laki-laki yang kini sedang menjalin hubungan dengan Niah.


"Ini adalah yang terbaik dan Aku yakin jika Kamu tahu Anak siapa yang akan Aku jodohkan dengan Niah, Kamu juga pasti tidak akan menolak bahkan itu akan membuatmu senang." jawab Rama yang tidak menjelaskan dengan siapa Niah akan dijodohkan.


"Memangnya Anak siapa? Yang akan Kamu jodohkan dengan Niah?" Tanya Ana ingin tahu.


Rama hanya tersenyum penuh tanda tanya? Ntah Anak siapa yang akan dijodohkan dengan Niah oleh Rama.


"Rahasia, Nanti Kamu juga akan tahu!" Tegas Rama yang tetap tidak mau memberi tahu pada Ana.


Ana terus berpikir, Sebenarnya Anaknya siapa yang akan dijodohkan dengan Niah oleh Rama.


"Sayang beritahu Aku!" Rengek Ana dengan manja.


Padahal Ana dan Rama sudah mulai tua, Namun mereka masih tetap romantis apalagi Ana masih sering manja pada Rama.


"Nanti Kamu akan tahu Istriku!" Jawab Rama sambil tersenyum pada Ana.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2