Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
94. Kedatangan mami


__ADS_3

Rama menemani Ana dirumah sakit sudah dari tadi pagi Ana tidak mau makan sama sekali, Rama merasa cemas memikirkan istrinya.


"Sayang, makanlah dulu dari pagi kamu makan apa-apa sayang" Ucap Rama berusaha membujuk Ana.


"Aku belum lapar" Jawab Ana dengan nada yang masih lemas.


"Sayang aku tau kamu sedih aku juga sedih sayang, tapi semua itukan titipan dari Allah dan kenapa Allah mengambilnya lagi mungkin karena Allah belum menakdirkan kita punya anak sayang tapi percayalah pasti Allah akan segera menggantinya" Ucap Rama berusaha menasehati istrinya, agar istrinya lebih sabar dan bisa menerima kenyataan.


Rama tidak mungkin menunjukkan kesedihan dihadapan istrinya, Rama berusaha tegar didepan istrinya.


Dibandara.


Mami dan Papi sudah sampai bandara dan langsung menuju rumah sakit, hari ini Mami dan Papi dijemput oleh supir.


"Pak Ari, kita langsung ke rumah sakit ya pak" Ucap Mami dengan nada sedikit tidak tenang.


"Baik nyonya" Ucap pak Ari, pak Ari langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Mami tenanglah" Ucap Papi yang melihat istrinya begitu tidak tenang karena hawatir dengan menantunya.


"Papi, gimana Mami bisa tenang sekarang menantu kita pasti sangat terpukul dengan keadaan ini" Ucap Mami dengan nada agak kesal.

__ADS_1


Akhirnya Papi terdiam sedangkan Mami Ingin segera sampai dirumah sakit, setelah beberapa saat sampailah dirumah sakit.


"Selamat siang sus" Ucap Mami dengan cepat.


"Selamat pagi nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Ucap suster tersebut.


"Kamar pasien atas nama, Anastasya Ardiyansyah diruang apa ya sus" Tanya Mami pada suster tersebut.


"Ada dikamar viv no 1 nyonya" Jawab suster.


Akhirnya Mami dan Papi segera menuju ruangan tersebut untuk bertemu dengan Ana.


"Sayang anak Mami" Ucap mami tiba-tiba sambil berlari dan memeluk Ana dengan erat.


"Sabar nak, mungkin ini takdir Allah kita iklhas kan saja nak. pasti Allah akan segera menggantinya nak" Ucap Mami berusaha menenangkan Ana


"Mami, Papi juga ingin memberikan semangat untuk menantu Papi" Ucap Papi dan meminta Mami gantian.


Mami pun melepaskan pelukannya dari Ana.


"Nak, yang sabar ya sayang Papi dan Mami juga sangat lama waktu mendapatkan Rama" Ucap Papi pada Ana.

__ADS_1


"Iya papi terimakasih" Ucap Ana pada papi.


"Mam, Ana tidak mau makan apa-apa dari tadi pagi dia hanya menangis terus dari tadi" Ucap Rama mengadu ke Maminya.


"Sayang, makan dululah nak" Ucap Mami sambil membawa piring yang berisi bubur dan menyuapkan pada Ana sedikit-sedikit.


"Makan yang banyak anak Mami, kamu harus sehat agar kamu bisa segera hamil lagi sayang" Ucap Mami penuh kasih sayang.


Ana bersyukur karena mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus dari semua keluarga Rama, apalagi Mami dan Papinya yang selalu menganggap Ana sudah seperti putrinya sendiri.


"Mami, Papi!! Ana bersyukur punya mertua seperti kalian" Ucap Ana dengan penuh syukur


Papi dan Mami tersenyum pada Ana.


Mami pun masih terus nyuapin Ana dengan sabar.


Papi dan Rama.


"Awalnya kenapa nak??" Tanya Papi pada Rama.


"Rama, tidak tau Pi kalau Ana sedang hamil. Dan kemarin Ana pas bangun tidur itu langsung merintih merasakan kesakitan pada perutnya Rama cuma mengira asam lambung Ana naik, namun kata Ana rasanya sangat sakit sekali terus Rama bawa Ana kerumah sakit" Ucap Rama menceritakan pada Papinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2