
Pagi ini Rian punya kejutan untuk Istri satu-satunya yang tercinta. sebenarnya Rian sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari namun Rian menunggu hari sepecial ini, yaitu hari ini tepat ulang tahun Silvia.
Pagi hari bangun tidur, dengan begitu mesra Rian langsung mengucapkan selamat pagi pada Istrinya.
"Selamat pagi Istriku" kata Rian, sambil mencium kening Via.
Silvia tersenyum pada Rian, lalu memeluknya.
"Selamat pagi juga" jawab Via, lalu mencium pipi Rian dengan begitu lembut.
"Tumben pagi ini, Kamu romantis sekali?" tanya Silvia.
Rian melepaskan pelukannya Silvia dari tubuhnya.
"Tunggu sebentar!" kata Rian.
Rian beranjak dari tempat tidurnya, lalu Via bertanya kepada Rian.
"Kamu mau kemana?" tanya Via, sambil terus melihat Rian yang sudah melangkahkan kakinya keluar dari kamar mereka.
"Sebenarnya Dia mau kemana?" gumam Via.
Tidak lama kemudian, Rian kembali masuk kedalam kamarnya dengan membawa kue tart yang dihiasi dengan lilin kecil.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Istriku tercinta" Rian menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Via.
"Apa Rian mengingat hari ulang tahunku?" tanya Via pada hatinya.
Perpisahan mereka yang begitu lama membuat Via berpikir kalau Rian sudah melupakan tentang dirinya termasuk hari ulang tahunnya.
Via meneteskan air matanya, Rian sudah duduk didepan tepat didepan Silvia.
"Selamat ulang tahun" kata Rian, yang langsung menghapus air mata Via yang sudah membasahi pipinya.
Via memegang tangan Rian, sedangkan tangan Rian yang satunya memegang kue ulang tahun.
"Kamu masih ingat hari ulang tahunku?" tanya Via yang diiringi dengan Isak tangisnya.
Rian melihat kearah Via lalu tersenyum pada Via, sambil mengusap rambut Via dengan tangannya.
"Tentu saja Aku ingat, bagaimana Aku bisa melupakan hal penting ini" kata Rian, sambil menyunggingkan senyum manisnya.
"Tiup lilinnya!" pinta Rian.
"Aku berdoa sebentar" saut Via, sambil tersenyum.
"Mudah-mudahan keluarga kecilku selalu bahagia" Doa Via yang begitu singkat namun ini sangat berarti buat Via.
Setelah selesai berdoa, Via langsung meniup lilinnya sampai semua lilin mati.
Kini Via memotong kuenya, lalu menyuapkan kemulut Rian.
"Terimakasih sayangku" kata Via, yang langsung memeluk Rian.
"Sama-sama, Oh iya Aku punya hadiah untukmu" kata Rian.
Rian melepaskan pelukannya Via dari tubuhnya. lalu membuka laci nakas disamping tempat tidurnya, Rian mengambil map berwarna biru lalu memberikan map tersebut pada Via.
"Ini hadiah untukmu sayang" kata Rian, sambil memberikan Map tersebut.
Via menerima map tersebut, lalu membukanya.
"Sertifikat rumah?" kata Via dengan nada kaget.
"Iya, itu sertifikat rumah baru dikomplek tempat Rama tinggal" kata Rian, dengan wajah yang begitu bahagia.
"Dikomplek Rama?" Via mengulangi perkataan Suaminya.
"Iya, Kita pindah kesana sore ini juga, Aku sudah menyiapkan semuanya" jawab Rian.
__ADS_1
Dengan hati yang begitu senang, Via langsung menghambur ke pelukan Rian.
"Aku sayang Kamu Rian Hardiyanto" kata Via, yang berulang kali menciumi pipi Rian dengan begitu senang.
Setelah selesai merayakan ulang tahun Via, karena Via tidak mau menunggu lama lagi akhirnya pagi ini mereka langsung pindah rumah baru mereka. karena hanya tinggal masuk saja sama membawa pakaian mereka jadi itu tidak akan sulit atau membutuhkan waktu yang lama.
Setelah semuanya siap tidak butuh waktu lama, akhirnya Rian dan Silvia langsung berangkat pindah kerumah barunya pagi ini juga.
Rama dan Rehan.
Pagi ini karena hari sabtu jadi Rehan dan Rama libur kerja, Kini Rama sedang membantu Rehan membawa koper yang berisi pakaian Rehan dan Ayu kerumah baru mereka.
"Kak rumah sebesar ini, hanya untuk tinggal berdua saja?" kata Rehan, sambil melihat sekeliling rumah baru miliknya.
"Kamu menikah saja satu atau dua lagi, jadi nanti banyak penghuninya" saut Rama yang diiringi dengan tawanya.
"Hahaha jangan Kak, takut dicakar sama Ayu sama Kakak Ipar nanti" jawab Rehan, Karena tau pasti Ana tidak akan terima jika itu sampai terjadi.
"Jika Kamu melakukannya, Aku akan mencoretmu dari daftar keluarga" ancam Rama, dengan tatapan tajamnya.
Rehan dan Rama saling melempar tawa mereka, mereka berdua sama-sama memikirkan jika mereka punya dua Istri.
Mendengar suara Rehan dan Rama tertawa, Bagas dan Alena langsung keluar dari rumahnya, lalu tanpa permisi langsung masuk kedalam baru Rehan.
"Hey berisik sekali kalian" omel Alena, dengan wajah kesalnya, karena mendengar Rama dan Rehan tertawa begitu keras dan pintu depan tidak ditutup jadi bisa terdengar sampai luar rumah.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Bagas, sambil melihat kearah Rehan dan Rama.
"Aku mau pindahan Kak" jawab Rehan.
Alena yang tadinya merasa kesal, langsung berubah jadi begitu senang.
"Akhirnya tetanggaan juga" kata Alena dengan wajah begitu senang.
"Oh iya rumah sebelahmu, Aku dengar juga sudah laku Ram" kata Alena.
Rian dan Via baru saja sampai, kini Rian sudah memarkirkan mobilnya didepan rumah baru mereka yang letaknya disamping rumah Rama.
Akhirnya mereka berempat keluar dari rumah, lalu menuju kedepan rumah.
"Sepertinya kenal dengan mobil itu" kata Rama, sambil berpikir.
"Iya tidak asing" saut Bagas.
"Itu bukannya mobil Kak Rian" timpal Rehan.
"Iya sepertinya mobil Rian, ayo kita kesana!" ajak Rama.
Akhirnya mereka berempat langsung menuju Kerumah tersebut karena merasa penasaran, dan ternyata benar itu mobil Rian.
"Rian..." panggil Rama.
"Kalian?" saut Bagas.
"Hay Alena, sekarang kita bertetangga" kata Via, dengan begitu senang.
Perkataan Via menjawab semua kebingungan mereka berempat.
"Kalian pindah kesini?" tanya Rama memastikan.
"Iya kita pindah kesini" jawab Rian.
"Akhirnya kita semua bertetangga" kata Alena dengan penuh rasa syukur.
Mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Rama mengajak mereka semua untuk sarapan dirumahnya, karena Ana dan Ayu juga sudah masak.
"Ayo semuanya sarapan dirumahku" ajak Rama pada semuanya.
"Boleh, kebetulan Aku lapar" jawab Rian, yang memang tadi belum sarapan.
__ADS_1
"Aku juga belum masak" saut Alena.
Akhirnya Rama dan yang lainnya menuju kerumah Rama, tidak butuh waktu lama karena rumah mereka begitu berdekatan.
Dirumah Rama dan Ana.
Ana dan Ayu sedang didapur mereka berdua sedang memasak, hari ini mereka masak Ayam goreng dan tumis udang untuk mereka berempat sarapan. karena Art nya hari libur jadi mereka masak sendiri.
"Kakak Ipar, nanti kalau Aku pindah pasti kita jarang masak bareng lagi kaya gini" kata Ayu, yang sedang memasukkan udang kedalam wajan.
Ana sedang mengelap piring, sambil bernyanyi sendiri ntah apa yang Ana nyanyikan.
"Bisa Yu, Kamu tinggal datang saja kerumahku!" jawab Ana.
Setelah semuanya selesai, mereka langsung menata semua makanan diatas meja makan.
Kini Ayu dan Ana sedang menunggu Suami mereka pulang, namun ketika Suaminya datang ternyata membawa sahabat-sahabatnya.
Ana dan Ayu merasa terkejut melihat kedatangan sahabat-sahabatnya, kalau Alena dan Bagas sih sudah biasa namun Rian dan Via. akhirnya Ana dan Ayu bertanya.
"Kak Rian, Via, kalian kapan datang?" tanya Ana dan Ayu secara bersamaan.
"Kita tidak datang, tapi Kita pindah kesini" jawab Rian.
Ana dan Ayu melihat kearah Via secara bersamaan, lalu bertanya Via untuk memastikan.
"Vi, Kak Rian tidak sedang bercandakan?" tanya Ana memastikan.
"Tidak Na, Aku sungguh pindah kesini" jawab Via dengan tegas.
Mereka semuanya senang, Karena punya rumah tetangga seperti sekarang ini adalah salah satu keinginan mereka.
Pagi ini mereka sarapan bersama dirumah Rama dengan penuh rasa bahagia.
"Alena, Kamu hamilnya mabuk parah tidak?" tanya Silvia pada Alena.
"Tidak Vi, Anaknya anteng banget cuma sering pingin makan dirumah Ana aja" jawab Alena.
Bagas tersenyum bahagia.
"Aku tidak dipusingkan dengan ngidam Istriku" kata Bagas dengan begitu senang.
"Belum Gas" saut Rian.
"Ana juga sebentar lagi mau lahiran, setelah itu Aku juga akan segera melahirkan" kata Via, sambil melihat kearah Ana.
"Sebentar lagi Kita jadi Ibu" jawab Ana.
"Akhirnya nanti Kita jadi ibu rumah tangga" timpal Alena.
"Ayu kapan?" tanya Rian.
Ayu yang tau maksud pertanyaan dari Rian, akhirnya menjawabnya.
"Aku belum tau Kak" jawab Ayu.
"Ditunggu Kak, semuanya sedang dalam proses pembuatan" kata Rehan, dengan senyum mesumnya.
Bagas dan Rama saling melihat kearah Rehan.
"Iya hasilnya coba lagi mulu ya Han" timpal Bagas, yang diiringi dengan tawanya.
"Harus usaha lebih keras lagi" saut Rama.
"Nanti main sama Anaknya Ana dulu saja, kan sebentar lagi lahir itu" kata Silvia.
"Saran bagus itu Kak Via" jawab Rehan.
Pagi ini mereka sarapan bersama, kali ini Rehan dan Ayu yang jadi sasaran mereka karena Ayu belum hamil sendirian.
__ADS_1
Pagi ini juga mereka semuanya bahagia, akhirnya mereka semua bisa bertetangga seperti sekarang ini.
Bersambung 🙏