Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
275.Saling percaya.


__ADS_3

Keesokan harinya, Ana sudah rapi dengan dandan yang begitu cantik, dengan perasaan yang masih kesal Ana membangunkan Rama dari tidurnya.


"Sayang, bangunlah! sudah jam setengah 7 pagi." kata Ana sambil menggoyangkan tubuh Rama.


Rama membuka matanya, kemudian Rama menarik Ana kedalam pelukannya.


"Kamu cantik sekali pagi ini Istriku." kata Rama yang langsung mempererat pelukannya.


Namun Ana meronta-ronta, meminta dilepaskan pelukannya dari tubuh Rama.


"Lepaskan Aku! Kamu bangunlah, terus mandi bukankah Kamu harus berangkat ke kantor." kata Ana dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Ini tanggal merah, Kamu kenapa kok kesal gitu?" tanya Rama yang sudah duduk diatas ranjang.


"Masih tanya kenapa?" kesal Ana.


"Kamu lupa semalam Kamu pulang larut malam bahkan bajumu bau parfum wanita, dan sekarang masih tanya kenapa?" guman Ana yang langsung pergi meninggalkan Rama.


Ana langsung menggendong Niah, kemudian membawa Niah kebawa, melihat Ana pergi begitu saja, Rama bertanya pada Ana.


"Sayang, Kamu mau kemana?" tanya Rama.


Namun Ana mengabaikan pertanyaan Rama, dan meninggalkan Rama begitu saja.


Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu Rama bergumam.


"Pasti Ana masih kesal dengan masalah semalam, pasti Dia pikirannya macam-macam." gumam Rama.


Rama langsung beranjak dari tempat tidurnya, sedangkan Ana langsung menuju Kerumah Ayu.


Ana mengetuk pintu rumah Ayu.


"Tok..tok..." Ana mengetuk pintu.


Rehan dan Ayu yang sedang sarapan pagi, kemudian Rehan keluar untuk membukakan pintu.


"Aku buka pintu dulu ya sayang." kata Rehan pada Ayu.


Rehan langsung menuju kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek...." Rehan membuka pintu.


"Kak Ipar, masuklah!" kata Rehan.


"Ayu mana Han?" tanya Ana.


"Ayu sedang sarapan Kak." jawab Rehan.


Rehan dan Ana langsung menuju keruang makan, kemudian Ana dan Rehan duduk dikursi meja makan.


"Kak Ipar, tumben pagi-pagi kesini?" tanya Ayu soalnya Ana tidak biasa datang sepagi ini Kerumahnya.


"Iya lagi males dirumah, kesal sama kakak kalian." kata Ana.


"Memangnya kenapa Kak?" tanya Rehan.


"Oh iya Han, apa Kak Kamu semalam pergi makan malam bersama klien?" tanya Ana.


"Iya Kak, Kak Rama semalam pergi sama Kak Bagas." jawab Rehan.


"Kamu tahu, Kak Kamu makan malam dimana?" tanya Ana.


"Aku kurang tahu Kak, tapi Kak Bagas pasti tahu." kata Rehan.

__ADS_1


Ana beranjak dari tempat duduknya, lalu memberikan Niah pada Ayu.


"Ayu, Aku titip Niah dulu! Aku mau ngurus Bapaknya Niah dulu." kata Ana, sambil memberikan Niah pada Ayu.


Ayu menerima Niah, lalu Ana langsung pergi menuju pulang kerumahnya.


"Ada apa dengan Kak Ana dan Kak Rama?" tanya Ayu pada Rehan.


"Aku juga tidak tahu, mungkin ada masalah rumah tangga yang harus mereka seleseikan dan Niah masih kecil, makanya Kak Ana menitipkan Niah pada Kita." jawab Rehan.


"Iya mungkin sayang, mudah-mudahan semuanya baik-baik saja." kata Ayu.


Ana baru saja sampai dirumahnya, kini Ana sudah duduk disofa ruang tengah.


"Kamu darimana? Niah mana?" tanya Rama yang baru saja turun dari kamarnya.


"Dari rumah Rehan, Niah Aku tinggal disana." jawab Ana dengan nada ketus.


Rama berpindah duduk ke sebelah Ana, namun Ana enggan melihat kearah Rama.


"Sayang, sungguh semalam Aku hanya pergi makan malam bersama klien." Rama mencoba menjelaskan baik-baik pada Ana.


"Makan malam bersama klien? Apa klien itu seorang wanita?" tanya Ana tanpa melihat wajah Rama.


"Kliennya laki-laki." jawab Rama jujur.


"Klien laki-laki, tapi pulang bajunya bau parfum wanita." sambung Ana.


Rama terdiam.


"Bagaimana caraku menjelaskan pada Ana?" gumam Rama.


Rama beranjak dari tempat duduknya, lalu menarik tangan Ana untuk mengajak kerumah Bagas.


"Mau kemana?" tanya Ana.


"Kita ke tempat Bagas, tanyakan pada Dia Aku makan malam dimana? bersama siapa? kalau perlu tanyakan Aku bermain dengan wanita lain tidak!" kata Rama panjang lebar.


Ana hanya mengikuti langkah kaki Rama, kini mereka berdua sudah sampai dirumah Bagas.


"Tok...tok...." Rama mengetuk pintu rumah Bagas.


Bagas yang masih tidur diatas sofa akhirnya terbangun.


"Siapa yang bertamu pagi-pagi sekali seperti ini?" gumam Bagas.


Bagas berjalan menuju kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek...." Bagas membuka pintu.


"Tuan Rama, ada apa?" tanya Bagas yang melihat Rama dan Ana yang datang.


"Kita bicara di dalam." kata Rama.


Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam rumah Bagas, Alena yang baru saja keluar dari kamarnya, kaget karena tidak biasanya Rama dan Ana datang pagi-pagi, akhirnya Alena bertanya.


"Ada apa?" tanya Alena.


"Bagas katakan pada Ana semalam Kita pergi kemana? makan malam sama siapa?" kata Rama pada Bagas.


"Mereka pergi keroke Na." jawab Alena tiba-tiba.


Ana langsung melirik Rama dengan tatapan sorot mata yang begitu tajam.

__ADS_1


"Oh pantesan, pulang-pulang bajunya bau parfum wanita, jadi semalam kalian habis karokean! istri dirumah sibuk ngurusin anak terus Kamu asik pergi karokean, sudahlah Aku kesal padamu." Ana marah pada Rama.


"Tuan Rama pergi ke tempat karoke, hanya karena undangan makan malam dari Tuan Rio beliau adalah klien penting, jadi Tuan Rama terpaksa berada disana, tapi Tuan Rama sungguh hanya duduk saja tidak melakukan apa-apa." Bagas membantu Rama menjelaskan apa saja yang terjadi ditempat karoke semalam.


"Tapi baju Rama sangat bau parfum wanita." jawab Ana sambil melihat kearah Rama.


"Itu karena ada salah satu wanita pemandu lagu duduk dipangkuan Tuan Rama, bahkan mengalungkan tangannya dileher Tuan Rama." Bagas menjelaskan semuanya dengan begitu detail.


Ana merasa sangat kesal sekali, mendengar penjelasan dari Bagas.


"Oh jadi Itu yang membuat bajumu bau parfum wanita." kata Ana sambil menggelengkan kepalanya.


"Sayang, Aku tidak melakukan apapun Aku hanya menghormati klienku saja, Aku disana juga cuma duduk doang." kata Rama.


"Bagas jelaskan yang benar, jangan buat Ana tambah salah paham!" pinta Rama pada Bagas.


"Iya Nona wanita itu memang duduk dipangkuan Tuan Rama, tapi Tuan Rama dengan begitu tegas langsung menyuruh wanita itu pergi dari pangkuan." Bagas menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Benar apa yang dikatakan Bagas, lagian Ana buat apa juga Aku bersenang-senang dengan wanita seperti itu? Istriku saja sudah sangat cantik." kata Rama sambil melihat kearah Ana.


"Ana, Aku juga marah pada Bagas tapi Aku percaya suamiku tidak akan macam-macam dibelakangku, tapi semalam Aku sudah memberikan hukuman padanya untuk tidur disofa." kata Alena pada Ana.


Rama mendekat kearah Ana, lalu Rama memegang tangan Ana.


"Kamu boleh menghukum sayang, yang penting Kamu jangan pernah menaruh rasa curiga padaku!" kata Ana pada Rama.


Ana hanya terdiam, lalu Rama meminta maaf pada Ana.


"Maaf kalau semalam, Aku tidak langsung jujur padamu, itu karena Aku sudah sangat lelah dan capek, jadi Aku tidak mau berdebat tengah malam denganmu." kata Rama lagi.


"Tuan Rama laki-laki yang setia, Dia tidak akan selingkuh atau bermain dengan wanita lain, karena yang ada dipikirannya hanya Anda Nona Ana." kata Bagas pada Ana.


Bagas tahu Rama seperti apa? jadi Bagas berkata seperti itu pada Ana.


"Nona, jangan hanya masalah sepele membuat kalian saling marah, bukankah prinsip seorang pasangan adalah saling percaya." kata Bagas berusaha memberikan nasehat pada Ana.


Ana terdiam sambil berpikir.


"Apa Aku yang terlalu curiga?" pikir Ana.


"Ana kenapa Kamu diam?" tanya Rama.


"Aku juga minta maaf, mungkin rasa curigaku berlebihan sehingga menjadikan pikirkan macam-macam." kata Ana pada Rama.


Rama langsung memeluk Ana, lalu berkata pada Ana.


"Aku yang salah Istriku, Aku tidak langsung menjelaskan padamu semalam." kata Rama sambil memeluk Ana.


"Maafkan Aku ya, lain kali Aku tidak akan mengulanginya lagi." kata Rama pada Ana.


"Iya Aku maafkan." jawab Ana yang langsung membalas pelukan dari Rama.


Bagas dan Alena saling melempar senyum, lalu Bagas menarik Alena kedalam pelukannya.


"Aku juga minta maaf sayang, semalam sudah hampir membuatmu menangis." kata Bagas pada Alena.


Alena membalas pelukan dari Bagas, lalu menerima maaf dari Bagas.


"Iya sayang, Aku memaafkanmu." jawab Alena.


Akhirnya pagi yang cerah ini, Ana dan Alena saling memaafkan kesalahan suaminya apalagi mereka juga salah sudah curiga berlebihan dengan suami-suami mereka.


Bersambung 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2