Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
104. Hal mengejutkan


__ADS_3

 


Setelah selesai makan Bagas langsung pamit pulang, begitu juga Rama dan ana mereka langsung bergegas untuk pulang.


 


Didalam mobil.


"Sayang, kamu sudah mentransfer uang bulanan buat bibi?" tanya Rama tiba-tiba.


"Belum sayang, katanya bibi mau datang berkunjung kerumah tapi tidak tau kapan?" jawab Ana apa adanya.


"Sayang, jika aku memberikan sesuatu pada bibi apakah kamu akan marah?" tanya Rama dengan nada yang begitu hati-hati.


"Tentu saja tidak Rama, bagaimana mungkin aku marah dengan bibi yang sudah membesarkanku selama ini!!" jawab Ana dengan penuh kejujuran.


"Terimakasih ya sayang" Ucap Rama sambil tersenyum pada istrinya.


"Sayang, memangnya kamu ingin memberikan bibi apa??apakah aku boleh tahu?" tanya ana dengan nada penasaran.

__ADS_1


"Aku akan memberikan ini" Jawab Rama sambil menunjukkan sebuah kunci.


"Apakah kamu ingin memberikan bibiku mobil sayang? tapikan bibi aku tidak bisa mengendarai mobil" tanya Ana dengan pikirannya sendiri yang merasa bingung.


"Ini kunci rumah sayang, aku membeli rumah untuk bibi iya anggap saja sayang ini sebagai tanda terimakasihku karena bibi sudah membesarkanmu dan menjagamu dengan baik" Jawab Rama dengan nada lembut, yang membuat Ana terharu.


Ana pun terdiam karena teringat dengan masa lalunya, bibi dan siska selalu meny*ksanya setiap hari. tapi ana tidak boleh sedih di depan Rama lagiankan sekarang bibinya sudah berubah dan sangat menyayangi dirinya.


"Sayang kamu kenapa??" tanya Rama tiba-tiba sambil menepuk pipi ana.


"Aku tidak apa-apa sayang, aku hanya merasa terkejut dengan hal ini sayang bahkan aku tidak tau kapan kamu membeli rumah yang akan diberikan untuk bibi??" jawab Ana dengan nada kaget.


"Aku sudah lama membelinya sayang, lagian kenapa aku melakukan ini diam-diam karena kamu saja jarang menghabiskan uangku dengan baik bahkan kamu tidak pandai sayang dalam menghabiskan uang sayang" Ucap Rama sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Rama diam memikirkan perkataan istrinya, karena memang benar semua keperluannya sudah dicukupi oleh dirinya.


"Iya baiklah aku mengalah, kita kasih hadiah ini buat bibi kapan sayang?" tanya Rama pada Ana.


"Besok, bibi datang kerumah sayang katanya mau nganterin oleh-oleh sekalian ketemu orangtua kamu sayang" Jawab Ana.

__ADS_1


"Baiklah kita kasih ini besok saja" jawab Rama.


Setelah beberapa saat sampelah dirumah dan rumah sudah begitu sepi, akhirnya Rama dan Ana langsung masuk kedalam kamar.


Rama membaringkan dirinya diatas tempat tidurnya sedang Ana langsung mandi karena memang tubuhnya sudah lengket sekali. setelah beberapa saat ana keluarlah dari kamar mandi.


"Sudah selesai sayang" tanya Rama.


"Sudah sayang" Jawab Ana sambil menuju tempat tidurnya.


"Kamu mandilah sayang, kamu bau sekali ih" Keluh Ana, Rama mencium badannya.


"Apasih sayang, orang tidak bau" Jawab Rama tidak terima.


Akhirnya Rama menuju kamar mandi dan selesei mandi Rama menghampiri istrinya.


"Pakelah bajumu sayang" Suruh Ana.


Namun Rama malah memeluk istrinya, menc*ium bibir Ana dan akhirnya mereka memadukan cinta mereka dimalam ini.

__ADS_1


Keesokan paginya, ana terbangun dan tersenyum melihat suaminya masih terlelap disampingnya.


Selamat malam para pembaca setia, author lanjutin lagi nih ceritanya... oh iya baca juga karya author " Perjodohan karena hutang" pokoknya pada mampir ya semuanya 😘😘


__ADS_2