
Ana pun pergi keruangan Rian dengan terburu-buru karena tidak biasanya Rian memanggil kecuali ana membuat kesalahan dan hari ini ana tidak merasa membuat kesalahan.
Sampelahuangan Rian.
tuk..tuk
"Permisi pak, boleh saya masuk?" ucap ana
"Silahkan ana" ucap Rian.
"Ada apa pak memanggil saya keruangan bapak?" ucap ana ingin tau.
"Bukan saya yang memanggilmu ana, tapi bocah tengil itu" ucap Rian Sambil menunjuk Rama dengan pena yang ada ditangannya.
"Tuan Rama, ada apa tuan Rama kesini" ucap ana dengan nada kaget.
"Ana panggillah aku sayang!!" kesal Rama.
"Maaf tuan..ehh sayang" jawab ana malu.
"Saya ingin mengajakmu berkencan" ucap Rama dengan tersenyum jail pada Rian.
"Apa? saya sedang bekerja" ucap ana.
"Tidak apa-apa, Rian pasti tahu dan mengerti akan kita, ehh tapikan dia manis jomblo" ucap Rama sambil tertawa menatap Rian.
"Apa kalian sudah selesai meledekku" ucap Rian kesal.
"Tidak usah merasa kesal, segeralah mencari kekasih Ian, mau sampai kapan kamu menunggunya?" ucap Rama pada Rian.
"Ntahlah" ucap Rian yang memang tidak tahu jawabannya.
__ADS_1
"Apa pak Rian sedang menunggu seseorang" ucap ana tiba-tiba.
"Sudahlah jangan membahasnya" ucap Rama yang memang sudah melihat wajah kesal Rian.
Sebenernya Rama tidak ingin membahasnya hanya saja Rama juga kasian pada Rian karena sudah terlalu lama menunggunya. ntah siapa yang ditunggu Rian kita akan tau dikelanjutan ceritanya.
"Kalian pergilah dari ruanganku!! atau aku akan merebut ana darimu" ancam Rian pada Rama.
"Berhentilah mengancamku tuan" ucap Rama dengan nada penuh kemenangan.
Ana dan Rama pun pergi meninggalkan ruangan Rian.
"Sayang, tunggu sebentar, saya ganti pakaian saya sebentar" ucap ana.
"Baiklah jangan lama-lama atau aku akan segera merindukanmu" ucap Rama dengan nada menggoda ana.
ana pun pergi meninggalkan Rama tanpa memperdulikan ucapan Rama.
Ana sudah selesai Menganti bajunya ana datang menghampiri Rama. ana yang tersenyum sendiri melihat ponselnya membuat Rama bingung dan bertanya pada ana.
Rama yang melihat ana pun merasa kesal melihat ana senyum-senyum dari tadi melihat ponselnya.
*Pesan dari siapa yang membuat ana begitu bahagia* guman Rama dalam hati.
"Pesan dari siapa yang membuatmu begitu bahagia" ucap Rama penasaran.
"Dimas, dia teman sekalasku" ucap ana.
__ADS_1
"Kamu chattingan dengan laki-laki lain dibelakangku" ucap Rama kesal.
"Laki-laki lain maksud kamu apa, dia Dimas teman sekelasku bukan laki-laki lain" ucap ana menjelaskan.
"Tapi kamu begitu bahagia melihat pesan itu" ucap Rama merajuk.
"Apakah kamj, sedang cemburu" ucap ana Sambil menggoda Rama dengan matanya.
"Tidak, lagian siapa yang cemburu" ucap Rama berbohong.
Akhirnya ana berhenti meladeni Rama, karena jika perdebatan itu ana lanjutkan makan tidak akan selesai hari ini.
"Sayang, bukankah kamu ingin mengajakku kencan" ucap ana mengalihkan perdebatan tadi.
"Sudah batal, sekarang aku ingin pergi ke kampus kamu ana. untuk melihat Dimas laki-laki seperti apa dia itu" ucap Rama Sambil menarik tangan ana pelan.
"Ada baiknya, sekalian aku akan mengundang dimas, Kevin dan yang lainnya untuk menghadiri pernikahan kita. tuan tidak apa-apakan?" ucap ana pada Rama.
"Dasar gadis bodoh bagaimana bisa aku melarangmu mengundang mereka" ucap Rama Sambil mencubit pipi ana.
"auhh sakit " ucap ana kesal.
"Kamu terlalu mengemaskan ana kalau sedang bersikap bodoh" ucap Rama Sambil tersenyum pada ana.
*ana..ana kapan kau akan pintar sedikit* guman Rama dalam hati.
Ana dan Rama pun pergi ke tempat parkir mobil dan bergegas menuju kampus ana..
sesudah sampe dikampus ana.
maaf ya author baru sempat lanjutin lagi soalnya authornya sibuk banget hari ini, terimakasih yang sudah membaca dan meninggalkan jejak dikarya author 🙏🙏🙏
__ADS_1