Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
410.Gara-gara drama pelakor S2


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu, cuaca hari ini begitu terang membuat suasana terasa indah.


Hari yang cerah, Vina duduk terdiam dihalaman rumahnya. Vano tiba-tiba datang lalu menghampiri istrinya yang sedang duduk sendirian.


"Kamu, sedang apa sayang?" Tanya Vano, ia menatap wajah Vina penuh cinta.


"Aku pagi-pagi sudah mual-mual, aku sedang pingin makan asam. Dan aku pingin mangga itu yang ada diatas pohon." Jawab Vina, ia begitu manja pada suaminya.


Vano melihat kearah atas, ia mencari-cari dimana ada buah mangga? Dan ternyata memang ada beberapa buah mangga di atas sana.


"Sayang, tapi itu diatas." Kata Vano, ia melihat Vina dengan tatapan agak bingung.


Mata Vina tiba-tiba berkaca-kaca, ntah dia begitu menginginkan mangga yang ada di pohon itu. Ia terdiam menundukkan kepalanya seolah-olah ia tidak mau menatap wajah tampan suaminya itu. Vano merasa bingung, kenapa dengan istrinya ini?


"Sayang...." kata-kata Vano terputus.


"Vano, Vina, ayo sarapan nak!" Panggil Via, membuat Vina dan Vano sama-sama menoleh.


"Mama, kemarilah!" Pinta Vano dan Via langsung berjalan menuju ke tempat Vano dan Vina sedang duduk.


"Ada apa nak?" Tanya Via, ia duduk disebelah Vina.


Vano melihat kearah mamanya, membuat Via merasa bingung.


"Ada apa nak, apa ada masalah?" Tanya Via dengan nada lembut.


"Mama, Vina tiba-tiba pingin mangga muda itu." Vano mengadu pada mamanya.


Via tersenyum, ia mengingat dulu waktu ia tiba-tiba ingin mangga muda dan suaminya harus naik pohon mangga tetangga gara-gara Via sedang hamil muda.


"Nak, petikan saja! Mama yakin Vina sedang hamil muda." Jawab Via dengan nada lembut.


Via yakin, karena dulu dirinya juga mengalami hal yang sama. Selain itu Via juga seorang Dokter kandungan jadi ia pasti tahu dari bentuk tubuh Vina yang ia perhatikan dari tadi.


Vano ternganga, ia sedang mencerna apa yang dikatakan oleh mamanya itu.


"Vina sedang hamil?" Batin Vano dalam hatinya.


"Pa...pa..., kemarilah!" Teriak Vina.

__ADS_1


Vano yang sedang duduk langsung menuju ke halaman rumahnya.


"Ada apa ma?" Jawab Rian, ia sudah berdiri dibelakang anak-anaknya sedang duduk.


"Petik mangga muda itu buat menantu kita, Vano kamu juga naik ke atas pohon bersamaan papamu!" Kata Via, dan Vina langsung tersenyum bahagia.


Rian dan Vano, langsung naik keatas pohon mangga itu. Diatas pohon mereka saling mengobrol.


"Papa, masa mama bilang katanya Vina hamil." Kata Vano tiba-tiba.


"Mungkin, dulu mama kamu juga waktu hamil kamu, dia mintanya mangga dan papa yang langsung memetiknya dari pohonnya langsung." Jawab Rian, ia senyam-senyum mengingat kenangan dimasa lalu.


Vano dan Rian memetik banyak mangga, setelah menurut mereka cukup. Mereka sama-sama turun dari pohon mangga.


Vina tersenyum bahagia, dengan cepat ia mengajak suaminya dan kedua mertuanya membuat rujak bersama.


Belum sempat Vina berjalan menuju ke dapur, Via langsung mengajak Vina masuk ke dalam kamarnya. Akhirnya Rian dan Vano yang pergi membuat rujak.


"Mama, mau kemana? Itu mangganya bagaimana?" Tanya Vina, ia mengikuti langkah kaki mamanya.


"Mama mau periksa kamu nak, biarkan mangga-mangga itu yang mengurus papa dan suamimu nak." Jawab Via, ia tidak mau ambil pusing. Dalam pikirannya ia ingin segera memeriksa menantunya itu dan berharap mudah-mudahan menantunya itu benar-benar hamil.


Vina begitu bahagia, mendengar kabar bahagia ini. Ia memberikan kabar bahagia ini pada suaminya, Vano juga merasa bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya.


Kini mereka menikmati rujak mangga muda bersama, Via dan Rian juga sangat bahagia akhirnya mereka akan segera punya cucu.


Niah dan David.


Hari ini Niah sedang dirumah mama mertuanya, ia sengaja datang karena ingin masak bersama sambil menunggu suaminya pulang dari kantor.


Dirumah Shinta, Niah dan Shinta asik mengobrol sambil menonton televisi.


"Nak, hari ini mau masak apa?" Tanya Shinta, sambil menikmati cemilan yang ada di dalam toples.


"Cumi tepung sama gading asam pedas manis ya ma." Jawab Niah, ia juga sedang menikmati cemilan yang ada di dalam toples.


"Baiklah, nanti kita masak itu saja." Jawab Shinta.


Mereka menonton drama romantis berdua, sungguh adegan demi adegan membuat mereka kesal, baper dan sekali-kali marah-marah tidak jelas.

__ADS_1


"Mama, lihat wanita itu tega sekali dia menjadi pelakor." Kata Niah, matanya begitu kesal.


"Biasalah nak, wanita tidak punya akhlak jadi seperti itu. Jika papamu seperti ini mama akan menjambaknya nanti." Jawab Shinta, ia juga kesal tidak jelas.


"Jika David seperti itu, aku akan membawa anak-anaknya pergi jauh. Biarkan saja dia tidak bertemu dengan anak-anaknya." Jawab Niah, ia semakin serius menonton acara drama itu.


Sekilas Niah teringat dengan Livi, klien yang ingin berniat menggoda suaminya waktu itu. Dan jangan harap Niah akan memberikan kesempatan kepada Livi. Sebelum Livi merebut suaminya, Niah akan membasmi dia lebih dulu pasti.


Adegan demi adegan semakin panas, kali ini pelakor itu beradegan ciuman mesra dengan aktor laki-lakinya.


Sungguh tatapan Shinta dan Niah sama-sama geram, mereka dibuat emosi oleh drama yang mereka tonton saat ini.


"Lihat, dasar pelakor itu sungguh tidak ada ahklak. Mereka suka sekali mengambil ke bahagian wanita lain." Shinta kesal, tapi ia juga menangis.


"Pokoknya pelakor, harus kita basmi ma!" Niah begitu semangat.


"Jika ada pelakor, aku akan membasminya enak saja menjadi hama dalam rumah tanggaku." Gerutu Niah dalam hatinya.


Jam menunjukkan pukul 4 sore, sanking asiknya menonton flim drama berdua sampai-sampai Niah lupa apa tujuan kerumah mama mertuanya itu. Iya Niah tadinya mau masak bersama dengan mama mertuanya tapi malah asik nonton drama pelakor.


"Ma, sekarang jam berapa?" Tanya Niah, ia baru sadar kalau mau masak bersama dengan mama mertuanya.


"Sudah jam 4 sore nak," Jawab Shinta, matanya masih fokus ke televisi.


"Mama, Niah mau masak. Sebentar lagi pasti David pulang ma." Niah mulai gelisah, ia bisa-bisanya lupa dan malah asik nonton drama bersama mama mertuanya.


"Nak, tidak usah panik. Kita pesan makanan dari aplikasi online saja nak, ini flimnya sedang seru nak." Jawab Shinta, yang lagi-lagi tidak mau ambil pusing.


Shinta memang seperti itu, jika sedang menonton film drama pasti akan lupa dengan segela hal.


Niah menganggukan kepalanya, dan akhirnya ia memesan makanan dari aplikasi online untuk makan malam bersama suaminya dan kedua mertuanya.


Beruntunglah Niah, punya mama mertua yang apa-apa tidak diambil pusing. Jadi biarpun sedang bersama mama mertuanya ia tidak canggung dan tetap santai.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, Niah dan Shinta sudah menyiapkan makanan yang Niah pesan dari aplikasi online tadi.


Kini Niah, David, Shinta dan Dimas, mereka menikmati makan malam bersama dengan bahagia. Biarpun hari ini Niah tidak jadi masak bersama dengan mama mertuanya gara-gara asik nonton drama, tapi itu tidak menjadi masalah yang penting semuanya makan dengan bahagia.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2