
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Rama sedang di dapur membuatkan susu hamil buat istrinya sedangkan Ana duduk diruang keluarga sambil nonton televisi.
Rama datang menghampiri Ana dengan membawa segelas susu yang dibuat oleh dirinya tadi.
"Sayang, kamu minum susunya dulu!!" suruh Rama dengan nada lembut, sambil memberikan segelas susu yang dibawanya pada istrinya.
Ana tersenyum pada Rama, karena sikap perhatian Rama pada dirinya.
"Terimakasih sayang!!" jawab Ana sambil menerima susu tersebut.
Ana menghabiskan segelas susu yang sudah dibuatkan oleh suaminya.
"Lain kali jangan lupa lagi buat minum susu!! kurangi juga nonton film dramanya!!" omel Rama pada Ana. karena sering sekali lupa minum susunya dan kalau sudah nonton drama lupa dengan semuanya.
Ana hanya diam mendengarkan Omelan dari suaminya.
"Ingat dengan baik pesanku!!" omel Rama lagi pada Ana.
Akhirnya Ana buka suara.
"Sayang, maafkan aku!!" ucap Ana dengan manja, agar suaminya tidak mengomel lagi.
Rama tersenyum pada istrinya.
"Selalu saja bersikap manja kalau aku sedang marah!!" kesal Rama.
"Apa kamu masih marah sayang?" tanya Ana.
Rama mengusap rambut Ana dengan lembut.
"Tidak sayang!! ayo kita istirahat sekarang sudah malam" ajak Rama, yang memang sudah mengantuk.
"Tapi Rehan belum pulang?" tanya Ana.
"Tidak apa-apa, Rehan sudah membawa kunci rumah!! lagian Rehan juga sedang pacaran buat apa ditungguin sayang?" jawab Rama dengan nada apa adanya.
Akhirnya Rama mengangkat istrinya menuju ke kamar mereka.
"Rama turunkan aku?" pinta Ana.
"Aku tidak mau" jawab Rama.
Sampailah dikamar mereka, Rama langsung membaringkan Ana diatas kasur dan menyelimuti Ana dengan selimut yang ada diranjang. Rama membaringkan tubuhnya disamping Ana.
"Tidurlah sayang sekarang sudah malam" Suruh Rama, sambil membelai pipi Ana dengan lembut.
Rehan dan Ayu.
Rehan dan masih duduk ditaman dekat mall.
"Ayu, apa kamu pernah mencintai laki-laki itu?" tanya Rehan ingin tau.
"Devan?" tanya Ayu.
__ADS_1
"Tidak usah menyebut nama laki-laki brengsek itu!!" kesal Rehan, yang mungkin merasa dirinya cemburu pada Devan.
"Aku tidak mencintainya tapi aku pernah begitu menyukainya" jawab Ayu jujur, karena memang dulu Ayu sempat menyukai Devan namun belum sampai mencintainya.
Rehan merasa kesal mendengar jawaban Ayu.
"Apa sekarang kamu masih menyukainya?" tanya Rehan memastikan.
Ayu hanya tersenyum pada Rehan.
"Tidak, aku sudah melupakan rasa suka itu sejak aku mendengar Devan menyebutku hanya sebagai sampah!!" jawab Ayu, ntah kapan Ayu berhenti menyukai Devan yang jelas untuk saat ini memang rasa suka itu benar-benar tidak ada.
Rehan yang tadinya merasa kesal, akhirnya mulai memancarkan senyumnya.
"Bagus!! awas saja jika kamu sampai menyukai laki-laki lain dibelakangku!!" ucap Rehan penuh peringatan.
"Aku tidak akan mengatakannya jika aku menyukai laki-laki lain nanti!!" ledek Ayu dengan nada jail.
Rehan menatap Ayu dengan tajam.
"Awas saja jika kau sampai berani!!" ancam Rehan, sambil mengelitikin Ayu dengan tangannya.
Ayu tertawa kegelian.
"Hentikan Rehan!! baik-baiklah aku tidak akan menyukai laki-laki lain dibelakangmu!!" jawab Ayu sambil tertawa yang merasa kegelian.
Hari sudah semakin malam obrolan yang begitu asik, akhirnya harus berakhir karena Ayu harus segera pulang dan Rehan segera mengantarkan Ayu pulang.
Rehan melajukan mobilnya menuju kerumah Ayu.
Rian dan Via baru pulang dari rumah sakit dan sekarang sedang makan malam bersama.
"Huek..huek.." Via muntah-muntah.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Rian.
"Mungkin masuk angin sayang!!" jawab Via.
Via kembali duduk dikursi meja makan, Rian sekarang duduk disamping kursi dekat Via.
"Bagaimana kamu sudah mendingan?" tanya Rian penuh perhatian.
"Aku tidak apa-apa sayang!! nanti minum obat juga sembuh" jawab Via yang tidak mau membuat suaminya khawatir.
Setelah selesai makan malam, Rian langsung mengajak Via untuk beristirahat.
Dikamar Rian dan Via.
Rian langsung menuju kamar mandi untuk segera mandi sedangkan Via duduk ditepi ranjang menunggu suaminya yang sedang mandi.
Via melihat kalender diponselnya.
"Bukannya aturan seminggu yang lalu aturan aku dapet ya?" tanya Via pada diri sendiri.
"Berarti aku udah telat satu minggu, apa-apa jangan aku hamil ya!!" tanya Via pada diri sendiri lagi.
__ADS_1
Mudah-mudahan kelak ada kabar bahagia untuk pernikahan aku dan Rian.
Via terdiam.
"Ada baiknya aku cek pakai tespeck dulu besok pagi!! untuk memastikan apakah aku hamil atau tidak" Guman dalam hati Via.
Rian tiba-tiba keluar dari kamar mandi, melihat istrinya yang terlihat senang merasa bingung.
"Kenapa kamu tersenyum bahagia seperti itu sayang?" tanya Rian ingin tau.
"Tidak apa-apa sayang, aku hanya sedang memikirkan hal lucu saja" jawab Via berbohong pada Rian.
Aku tidak mungkin memberi tau Rian sekarang, aku akan memastikannya lebih dulu saja tentang kehamilanku.
"Kamu mandilah, aku sudah siapkan air hangat untukmu!!" suruh Rian.
"Iya sayang, terimakasih ya" jawab Via, yang langsung bangun dari tempat duduknya dan langsung menuju ke kamar mandi.
Rian berganti pakaian setelah selesai ganti pakaian tidur, Rian membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Setelah beberapa lama Via keluar dari kamar mandi dan langsung berganti pakaian dengan pakaian tidur.
Via menghampiri suaminya yang sudah ada diranjang tempat tidur mereka.
Via membaringkan tubuhnya disamping Rian, seperti biasa Rian selalu mengajaknya olahraga malam namun malam ini Via menolak.
Rian yang sudah mendekatkan bibirnya ke bibir Via, namun Via menutupi bibirnya dengan tangannya.
"Kenapa sayang?" tanya Rian, karena Via tidak biasanya menolaknya.
Via hanya tersenyum penuh salah.
"Aku lelah sayang, lain kali saja!!" jawab Via agar Rian tidak memaksa untuk bermain malam ini.
Maaf ya sayang!! aku sudah berdosa sebagai istri tidak sepantasnya aku menolak keinginan suami, tapi aku juga punya alasan sayang!!
Rian langsung menjauhkan bibirnya dari bibir istrinya, mungkin saat ini Rian merasa kesal karena Via menolaknya namun Rian juga tau sekarang istrinya sedang lelah.
"Tidurlah sayang, sekarang sudah malam!!" suruh Rian, yang kini posisi tidurnya membelakangi Via.
Via hanya menghela nafas dan mulai memejamkan matanya sambil memeluk suaminya dari belakang, mungkin ini salah satu cara untuk mengurangi rasa kesal Rian pada dirinya malam ini.
Dirumah Rama.
Rehan baru saja pulang mengantar Ayu, Rehan yang melihat rumah sudah sepi seperti biasa Rehan langsung masuk kedalam kamarnya.
"kak Rama, kakak ipar selalu saja tidak menungguku pulang dulu!! mereka tidak seperti mami!!" Keluh Rehan dalam hati.
Rehan menuju kamarnya.
Dikamar Rehan.
"Setelah aku menikah nanti, maka aku akan meninggalkan kamar kesayanganku ini!! karena aku harus pindah kerumah baru" ucap Rehan pada diri sendiri.
Rehan yang sebentar lagi akan menikah dengan Ayu harus benar-benar siap hidup mandiri dengan istrinya nanti.
__ADS_1
Bersambung.