
Ana begitu bahagia melihat bibinya sekarang sudah berubah dan sangat menyayanginya, Bibi nya menghapus air mata Ana dengan tangannya.
"Siska, antarkan Ana ke depan ya nak" Ucap Bibi pada siska.
"Baik Bu, ayo Ana kita keluar" Ucap Siska sambil menggandeng ana untuk berjalan keluar.
Ketika sampe di depan keluarga Rama Ana tersenyum bahagia dengan penampilan ana yang sederhana, namun tetap menunjukkan kecantikannya membuat Rama tersenyum melihat kecantikan ana dengan riasan yang begitu natural.
Rama yang sedang duduk di kursi terus melihat ana yang berada didepan tempat Rama duduk, Rama pun tersenyum pada ana dan langsung memuji kecantikan ana.
"Kau sangat cantik Nona" Ucap Rama dengan senyum manisnya.
"Terimakasih tuan muda" Ucap Ana pada Rama sambil menunjukkan senyum malunya.
Mami yang tau kalo ini terus berlanjut maka Rama akan menggoda Ana dengan kejailannya. akhirnya mami langsung nimbrung dengan pembicaraan mereka.
"Ana sayang, mami mau kasih hadiah buat kamu sayang" Ucap mami Rama penuh semangat dan menunjukkan barang yang maminya bawah sejak tadi.
Mami pun memberikan set berlian yang begitu indah untuk ana, ana yang terkejut langsung bertanya pada maminya.
"Ini apa mami?" Tanya ana dengan nada kaget.
"Ini untukmu sayang, ini adalah warisan dari neneknya Rama dan sekarang mami ingin memberikan semua ini untuk calon menantu
mami" Ucap mami Sambil memberikan set berlian tersebut.
__ADS_1
"Tapi mami" Ucap ana yang langsung dipotong oleh maminya.
"Terimalah nak, hadiah dari mami" Ucap mami Sambil melihat ana.
"Baiklah mi, ana akan menerimanya, terimakasih ya mi" Ucap sambil memeluk mami Diana.
Setelah semua acara selesai dan seserahan dan hadiah untuk ana sudah diberikan pada semua keluarga ana dan hadiahnya sudah diberikan pada ana, semaunya pun melanjutkan acara dengan makan bersama.
"Bahagialah nak" Ucap papi sambil mengelus rambut ana.
"Terimakasih papi" Ucap ana sambil tersenyum bahagia pada papi Revan.
"Kak ana, kamu sangat cantik hari ini" Ucap rehan jujur.
"Terimakasih kasih Rehan" Ucap ana pada Rehan.
"Ana" Ucap ayu tiba-tiba.
"Ayu, kenapa baru datang" Ucap ana kesal.
"Maaf ana tadi ada halangan, aku lupa memberi taumu" Ucap ayu menjelaskan pada ana.
"Apa kabar tuan Rama" Ucap ayu pada Rama.
"Kabar saya baik, lanjutkan obrolan kalian berdua. aku akan pergi menemui rehan dulu" Ucap yang tak ingin mengganggu ana dan ayu.
Rama meninggalkan ana dan ayu yang sedang asik mengobrol dan ntah apa yang mereka obrolkan hanya mereka berdua yang tau.
"Siapa gadis cantik yang bersama kakak ipar, kak?" Ucap rehan pada Rama yang merasa penasaran.
__ADS_1
"Itu ayu, sahabat kakak iparmu" Ucap Rama jujur.
"Apakah dia masih jomblo kak" ucap rehan yang makin penasaran.
"Apakah, aku harus memberi taumu anak kecil" Ucap Rama dengan nada meledek.
"Kakak...." Rengek rehan.
"Cari Taulah sendiri, Rehan" Ucap Rama Sambil merebahkan dirinya di kursi.
*Lelah sekali hari ini* guman Rama.
"Siska, ayu besok kalian jadilah pendampingku ya, ayu kamu juga nginep saja dirumahku malam ini agar besok kamu tidak terlambat lagi" Ucap ana pada Siska dan ayu.
"Iya ana, aku akan mendampingimu besok di acara pernikanmu" ucap Siska dengan semangat.
"Baiklah ana aku akan menginap disini" Ucap ayu dengan nada bahagia.
Akhirnya acara dirumah ana pun selesai, Rama dan keluarganya pun berpamitan untuk segera pulang.
*Akhirnya acara hari ini selesai, tinggal 1 hari lagi aku akan menjadi istri tuan Rama Ardiyansyah* guman ana dalam hati.
"Apa yang kau pikirkan ana, kenapa kamu bengong" Ucap ayu tiba-tiba.
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang istri dari laki-laki yang akan aku nikahi besok" Ucap ana pada ayu.
Ayu pun mengerti bagaimana perasaan ana namun ayu juga sangat bahagia sahabatnya bakal menikah secepatnya ini.
Bersambung
__ADS_1