Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
160. Dirumah sakit


__ADS_3

Sudah hampir tengah malam namun ana masih belum juga, rama pun merasa gelisah dan tidak tenang.


"Ram, tidak usah khawatir istri kamu baik-baik saja itu hanya pengaruh obat saja mungkin besok ana sudah sadar" ucap via berusaha menenangkan rama.


Rian dan via pun menginap dirumah sakit, rama pun tidak menghubungi mami nya karena sudah terlalu malam jadi pikir ramae besok saja mengabari maminya.


"Bagaimana aku bisa tenang via, melihat istriku berbaring dirumah sakit seperti ini" ucap rama dengan nada yang sudah sangat lemas.


"Seandainya tadi, aku tidak mengajak ana pergi ke acara kantor pasti ana sekarang tidak akan berbaring dirumah sakit" ucap rama penuh dengan rasa penyesalan.


Rian pun bangun dari tempat duduknya dan menghampiri rama yang sedang duduk menemani istrinya.


"Rama, jangan menyalakan diri kamu terus semua ini tidak ada yang tahu" ucap rian, sambil menepuk pundak rama.


"Aku sudah pernah kehilangan anak aku sekali, sampai ana merasa terpuruk dan sangat sedih hampir sepanjang hari" ucap rama yang mengingat waktu ana keguguran anaknya.

__ADS_1


"Maksud kamu rama?" timpal silvia


"Ana pernah mengalami keguguran beberapa bulan yang lalu via" ucap rama pada silvia.


"Doakan anak kamu tenang dialam sana ram, kelak anak kamu akan menjadi penolongmu didalam surga dan sekarang allah sudah mengantinya dan kamu harus menjaga anak kamu baik-baik rama" ucap silvia penuh dengan nasehat untuk rama.


"Terimakasih via, rian karena kalian sudah menolongku dan aku janji akan menjaga ana dan calon anakku dengan lebih baik" ucap rama pada rian dan silvia.


Setelah mengobrol silvia pun merasa mengantuk dan langsung membaringkan kepalanya kepangkuan rian.


"Sayang, aku sangat lelah" ucap via rian.


"Dirumah sakit ini tidak ada nyamuk rian" ucap silvia dengan jujur, karena memang dirinya tidak pernah digigit nyamuk atau silvia yang tidak berasa digigit oleh nyamuk.


"Kalau begitu aku akan menjadi nyamuknya" ucap rian, dengan senyum penuh kejailan.

__ADS_1


"Berhentilah bercanda sayang, kasian ana nanti terganggu karena kebrisikan kita" ucap via, via pun mulai memejamkan matanya rian pun mengelus-elus rambut via dengan lembut agar tertidur.


Sedangkan rama, rama masih terjaga menemani ana.


"Sayang, kamu cepat sadar ya jangan buat aku takut" ucap rama, sambil mencium kening ana dengan begitu lembut.


Rama pun tanpa sadar meneteskan air matanya dipipi ana, saat ini hati rama sedih dan merasa sangat gelisah melihat keadaan istrinya.


Rama pun terus menggenggam tangan ana dengan begitu erat dan terus menciumi tangan ana dengan begitu lembut.


"Sayang, kalau kamu sadar nanti apapun yang kamu minta akan aku turuti bahkan hal yang tidak aku suka juga aku akan menuruti semua permintaan kamu sayang" ucap rama pada ana, biarpun istrinya kalau minta aneh-aneh.


"Ana papa, jaga mama baik-baik ya nak kamu juga harus kuat didalam perut mama ya nak, mama dan papa sangat menginginkan kehadiranmu nak" ucap rama, sambil mengelus perut ana dengan tangannya.


Rama pun tiba-tiba merasa sangat ngantuk, rama pun merebahkan kepalanya disamping ana tidur. dan tanpa sadar akhirnya rama memejamkan matanya, rian dan via pun sudah tertidur dengan begitu pulas.

__ADS_1


Bersambung....


Buat kalian yang sudah selalu memberikan dukungan buat author terimakasih yaπŸ™πŸ™ karena kalian semua authornya jadi tambah semangat buat nulisnya πŸ™πŸ™ pokoknya jangan lupa mampir juga ke karya author yang lainnya ya ceritanya tidak kalah seru dengan tuan rama dan nona ana😁😁


__ADS_2