
Ana turun dari mobilnya dengan dibukakan pintu oleh pak ari.
"Hati-hati nona" Ucap pak Ari dengan sopan.
"Terimakasih ya pak Ari" jawab ana pelan dan pergi meninggalkan pak Ari.
Teman-temannya ana semuanya kagum melihat penampilan ana dengan gaun mewah, tas branded semua yang dipake pake ana terbilang mahal semuanya.
"Bukankah, itu ana gadis miskin dikelas kita dulu" Ucap Sani pada teman-temannya.
"Benar darimana dia mendapatkan semua benda itu" Ucap teman yang lainnya.
"Mungkin ana menjual dirinya, agar bisa mendapatkan semua itu" Ucap temannya ana lagi.
Ayu yang sudah datang lebih dulu dan mendengar teman-temannya bergosip tentang ana yang tidak baik membuat ayu sangat kesal.
"Berhentilah bergosip, apa yang kalian bicarakan semuanya tidak benar ana tidak serendah itu dan jika suaminya mendengar semua perkataan kalian maka kalian tidak akan selamat, bahkan bisnis keluarga kalian bisa hancur dalam sekejap. jadi jagalah ucapan kalian semuanya, mengerti" Ucap ayu pada teman-temannya agar tidak bicara sembarangan lagi.
"Benar kata ayu, lagian tanpa ana melakukan hal serendah itu ana juga sudah bisa menaklukkan seorang Angga anak dari seorang pemilik sekolah dan kampus terbesar dikota ini" Ucap Maya menjelaskan apa yang ada dulu.
__ADS_1
Ana datang menghampiri semua teman-temannya.
"Apa kabar semuanya" Ucap ana pada semuanya.
"Kita semua baik ana, gimana denganmu kudengar kau sudah menikah ya, selamat ya ana" Ucap Maya pada ana.
"Terimakasih Maya, terimakasih semuanya" Ucap ana pada semua yang memberikan selamat padanya.
Angga datang dengan mengenakan jas berwarna hitam dan tersenyum pada semuanya. Angga menemui teman-temannya yang ada disitu mereka asik berbincang dan bercerita dengan bahagia.
Acara reuni berlangsung dengan penuh kebahagiaan, Angga yang bertemu dengan ana sangat bahagia dan langsung menghampiri ana.
"Aku baik Angga, bagaimana denganmu" ucap ana pada Angga.
"Aku juga baik ana, senang bisa bertemu denganmu lagi" Ucap Angga sambil tersenyum pada ana.
"Boleh aku meminta waktumu sebentar ana" Ucap Angga Sambil menarik tangan ana.
"Angga lepasankan tanganku" Ucap ana, yang memeng sekarang Angga sudah memegang tangan ana begitu keras dan membuat pergelangan ana menjadi merah.
__ADS_1
Tapi Angga tetap menarik tangan agar mengikuti langkahnya, ana tidak tau apa yang terjadi pada Angga kenapa Angga bisa melakukan ini.
"Angga lepasankan aku, ada ada apa denganmu" Ucap ana pada Angga ini pertama kalinya Angga bersikap kasar pada ana.
Angga mengibaskan tangan ana dan mendorong tubuh ana ke tembok, Angga pun menghimpit ana dengan tubuhnya.
"Angga kamu ini kenapa sih?" tanya ana yang bingung dengan sikap Angga.
"Kemana saja kau selama ini, kenapa kamu tidak pernah menghubungiku" tanya Angga ingin tau.
"Itu bukan urusanmu Angga dan kamu tidak perlu tau" jawab ana pada Angga yang memang tidak ingin memberi tau semua tentang kejadian dulu. waktu orang tuanya menghina dan menyuruh ana meninggal Angga disaat ana benar-benar mencintai Angga.
"Ana, aku masih sangat mencintaimu" Ucap Angga tiba-tiba yang membuat ana kaget.
"Maaf Angga, kamu lupakan saja aku dan carilah wanita lain!! karena aku sudah punya suami" Ucap ana menjelaskan pada Angga.
"Aku tau ana kamu sedang berbohong padaku" Ucap Angga menentang penjelasan ana.
Ana bingung bagaimana cara menjelaskan pada Angga agar Angga percaya.
__ADS_1
Nih mumpung authornya lagi nyantai author lanjutin up-nya 😘😘