
"Niah.... 10 menit sudah berlalu." cetus David tiba-tiba.
Vano yang dari tadi tangannya mengusap-usap rambut Niah, langsung menyingkirkanya dengan cepat.
"Istriku..." panggil David dengan mesra.
"Kapan dia muncul?" Batin Niah.
"Suamiku, kemarilah Vano berpamitan padaku dia akan berangkat keluar negeri." Niah berjalan menghampiri David, lalu menarik tangan David.
Kini Niah berjalan sambil mengadeng tangan David ke hadapan Vano.
"David aku titip Niah ya! Jaga Niah baik-baik." Vano menepuk pundak David dengan tangan kekarnya.
"Tanpa kamu menitipkan Niah aku pasti akan menjaga istriku dengan baik." jawab David dengan tegas.
Vano menyingkirkan tangan dari pundak David, lalu tersenyum pada Niah dengan tulus Niah juga membalas senyuman dari Vano, membuat David menatapnya dengan kesal.
"Terus saja main lempar-lemparan senyum." batin David merasa kesal.
Kevin sadar sang kakak ipar merasa kesal dengan sikap Vano yang begitu dekat dan sangat akrab pada Niah.
"Dasar Kak Niah dua laki-laki itu sedang saling melempar tatapan perang, tapi kamu malah tidak sadar." Gumam Kevin.
Kevin berjalan menghampiri mereka bertiga yang sedang main drama cinta segitiga menurut Kevin.
"Kak Vano jangan pergi, nanti bagaimana kita bisa mencari gadis cantik berdua lagi." cetus Vano tiba-tiba yang membuyarkan tatapan perang dimata David dan Vano.
"Dasar kamu hanya gadis cantik saja yang kamu pikirkan." omel Vano dengan nada bercanda.
"Vin bukankah kamu sudah punya Valin, awas saja jika kamu berani bermain-main dengan gadis lain diluaran sana." Niah memberikan ancaman pada Kevin.
"Lihat jangan buat Kak Niah marah atau kamu akan dicakar-cakar nanti." ledek Vano dengan tawa jailnya.
Vano, Niah dan Kevin asik saling melempar tawa canda mereka dan David hanya diabaikan oleh mereka bertiga.
"Apakah aku ini patung." Gumam David yang merasa kesal.
"Kakak lama diluar negeri?" tanya Kevin pada Vano.
"Sampai aku bertemu dengan jodohku." jawab Vano dengan senyuman.
"Sampai aku bisa melupakan Niah baru aku akan pulang ke kota kelahiranku lagi." Batin Vano dalam hatinya.
Kenan dan Ralinsyah yang baru saja pulang berbelanja langsung mampir ke rumah Niah.
"Ayo kita kerumah Kak Niah, aku mau menunjukkan belanjaanku pada dia." rengkek Ralinsyah dengan manja.
"Alin aku capek, ayo kita kerumahku saja." tolak Kenan dan malah mengajak Ralin ke rumahnya.
"Calon suamiku...." rengkek Ralin yang sudah memayunkan bibirnya.
Kenan mendengus kesal tapi tetap sabar menghadapi tingkah manja Ralin.
"Baiklah ayo kita kesana!" ajak Kenan karena tidak mau Ralin sampai ngambek.
Kenan mengandeng tangan Ralin kerumah Niah. Tidak butuh waktu lama karena jarak rumah hanya beberapa langkah.
"Pintunya terbuka." Kenan dan Ralin masuk kedalam rumah Niah bersamaan.
"Ada apa tumben mereka kumpul?" tanya Ralin dengan tatapan bingung.
__ADS_1
Ralin melihat diruang tamu ada Vano, Kevin, Niah dan David.
"Aku juga tidak tahu." jawab Kenan.
Kenan dan Ralin berjalan menghampiri mereka semua yang sedang berada diruang tamu.
"Jangan kumpul-kumpul nanti di grebek." cetus Kenan yang mengangetkan semuanya.
Mereka kaget karena memang tidak melihat kedatangan Kenan dan Ralin.
"Huuhh dasar kalian, kalian itu nanti di grebek gara-gara pacaran mulu." jawab Kevin sambil menjulurkan lidahnya kepada Ralin.
Dalam hati Ralin dasar Kak Kevin menyebalkan, awas saja nanti aku akan membalasmu.
"Siapa bilang kita pacaran? Kita ini calon suami istri dan Kak Kevin tahu, Calon suamiku baru saja membelanjakan aku." Ralin memamerkan semua belanjaan pada Kevin.
Kali ini Vano dan Niah sama menggelengkan kepalanya.
"Hanya Kenan saja yang bisa menghadapi sikap manja Alin." Batin Niah dalam hatinya.
"Ken yang sabar ya punya calon istri matre seperti Alin." Kevin memberikan dukungan untuk Kenan.
"Calon suamiku lihat Kak Kevin." Ralin merajuk dengan manja.
"Sudah-sudah, Vin berhentilah menggodanya atau uangku akan melayang lagi gara-gara dia minta dibelanjain lagi." Lerai Kenan yang ternyata membuat Ralin semakin kesal.
Ralin duduk di sofa kini dirinya cemberut dan enggan melihat wajah tampan Kenan.
"Dasar tukang ngambek." Batin Kenan.
Melihat Ralin cemberut, Kenan hanya tersenyum simpul.
"Menggemaskan sekali kalau dia sedang ngambek seperti itu." Gumam Kenan.
"Kak Vano akan pergi keluar negeri dia datang untuk berpamitan dengan kita." jelas Kevin.
"Kalian semua aku pamit ya, jaga diri kalian baik-baik dan sampai bertemu lagi." Vano berpamitan pada semuanya.
Vano menyalami semua tangan sahabatnya satu persatu, Vano juga bersalaman dengan David.
Setelah berpamitan Vano langsung berlalu dari hadapan para sahabatnya.
"Kak Vano aku pasti akan merindukanmu." kata Ralin dengan mata yang berkaca-kaca.
Kenan duduk disamping Ralin lalu menyolodongkan tangan kebelakang leher Ralin.
"Hush ingat kamu hanya boleh merindukan calon suamimu saja! Dan jangan pernah merindukan laki-laki lain termasuk Kak Vano." Kenan berbisik ditelinga Ralin.
"Baiklah calon suamiku." Ralin menyandarkan kepalanya di bahu Kenan.
"Tadi ngambek sekarang sudah berglendotan seperti ini." Kenan tertawa dalam hatinya.
Melihat tingkah Kenan dan Ralin, Kevin hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.
"Valin andai saja kamu bukan kekasih pura-pura aku, pasti kita bisa bermesra-mesraan seperti itu." Batin Kevin.
"Sudah sana masuk kamar jangan ngelihatin terus! Nanti ngiler loh." Ledek Kenan dengan tatapan jail pada Kevin.
"Dasar kalian BUCIN." Kevin berlalu pergi dari hadapan Kenan dan Ralin.
Niah hanya memperhatikan mereka dan tersenyum, David tiba-tiba menarik tangan Niah membuat Niah sadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Ayo ke kamar!" ajak David.
"Ralin, Ken dan Kevin, aku ke kamar dulu ya." pamit Niah dan langsung berlalu dari hadapan semuanya.
"Satu ke kamar nah ini mereka berdua pacaran mulu, ya sudah aku juga mau ke kamar mau pacaran sama bantal guling." pamit Kevin dan langsung pergi menuju ke kamarnya.
Ralin dan Kenan sama-sama bingung karena semuanya meninggalkan mereka berdua ke kamar masing-masing.
"Calon istriku apa kita juga harus pindah ke kamar biar sama seperti mereka?" goda Kenan dengan manja.
"Biarkan saja mereka dikamar calon suamiku." jawab Ralin dengan manja.
Dua sejoli ini memang tidak ada habisnya kalau tidak berdebat mereka seperti ini saling main manja-manjaan. membuat pasangan lain banyak yang iri, apalagi Kenan yang yang sangat sabar menghadapi Ralin. itu membuat mereka saling melengkapi satu sama lain.
Dikamar Niah.
David duduk dikursi meja rias sedangkan Niah duduk ditepi ranjang.
"Senang ya habis main lempar-lemparan senyum sama laki-laki itu." cetus David yang membuat Niah tersenyum.
Niah tahu pasti suaminya sedang cemburu pada Vano.
"Kamu sedang cemburu ya." Niah menggoda David dengan jail.
"Aku hanya tidak suka saja istriku disentuh oleh laki-laki lain selain aku." tegas David dengan sorot mata tajam.
Niah bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan menghampiri David yang sedang duduk dikursi meja rias.
"Baiklah aku minta maaf, Aku dan Vano memang sangat akrab jadi kadang suka lupa batasannya." Niah meminta maaf pada David.
Niah sadar bagaimanapun Niah sudah salah sebagai seorang istri, karena membiarkan laki-laki lain menyentuhnya dan membuat suaminya marah.
"Jangan lakukan itu lagi, aku tidak rela jika istriku disentuh oleh laki-laki lain." dengan tegas David memberikan peringatan kepada Niah.
Niah menganggukan kepalanya pertanda mengerti, biar bagaimanapun David ini adalah suami Niah dan jika David tidak rela Niah disentuh oleh laki-laki lain yang itu hal yang sangat wajar.
"Baiklah, bersiap-siaplah kita pulang malam ini ya." pinta David dengan lembut.
"Harus malam ini?" tanya Niah memastikan.
"Iya soalnya besok aku ada mitting." jawab David.
"Niah aku mengajakmu pulang buru-buru, aku juga ingin membuatmu cepat hamil, kalau dirumah mertua kurang leluasa mau main." Gumam David.
"Niah kita buat anak kembar kalau sudah rumah." pinta David dengan manja.
Niah hanya tersenyum simpul membuat David merasa gemas dan langsung mendaratkan bibirnya dibibir Niah.
"Buka mulutmu." pinta David.
David memperdalam ciumannya membuat Nafas Niah tersengal-sengal.
"Emmh....." desah Niah.
Setelah beberapa lama David melepaskan ciumannya lalu tersenyum.
"Sudah aku tidak mau kalau harus bermain sendirian lagi dikamar mandi." David mencium kening Niah.
"Ayo kalau mau aku siap." goda Niah.
"Siap apa?" tanya David dengan manis.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊