Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
86. Dirawat oleh istri


__ADS_3

Rama yang sudah terbangun lebih dulu terus memandangi Ana dengan bahagia, apalagi setelah beberapa hari tidak bertemu dengannya bahkan membelainya. Ana terbangun dari tidurnya dan langsung melepaskan pelukannya dari suaminya namun niatnya ditahan oleh Rama.


"Aku merindukanmu sayang" Ucap Rama dengan nada lembut.


"Berbaringlah sayang!! aku akan menyiapkan sarapan dan memanggil dokter untuk memeriksamu" Ucap Ana pada Rama dan mengabaikan Ucapan Rama.


Rama menuruti perkataan istrinya dan langsung membaringkan tubuhnya ke kasur kembali, Ana bergegas untuk segera mandi setelah beberapa saat Ana selesai mandi dan mengganti pakaian.akhirnya Ana pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Ana yang bingung mau masak apa? akhirnya Ana memasak bubur karena suaminya sedang sakit. setelah buburnya sudah siap Ana langsung mengantarkan ke kamar biar langsung dimakan oleh suaminya.


"Oh iya aku belum menghubungi dokter, kenapa aku bisa lupa gini sih* Guman ana dalam hati.


Ana langsung menelpon dokter Hadi, tapi tidak usahlah lagian demamnya juga sudah turun lebih baik aku rawat Rama sendiri lagian diakan suamiku.


"Rama bangunlah sarapan dulu terus minum obat!!" Ucap Ana pelan sambil membantu Rama untuk duduk menyandar pada kepala bagian ranjang.


Ana menyanggah bagian leher Rama dengan bantal agar agak tinggi agar Rama juga juga lebih mudah


"Makanlah buburmu dulu sayang!!" Ucap Ana pelan.


"Sayang, aku mau disuapin" Ucap Rama manja.

__ADS_1


Ana akhirnya menuruti permintaan Rama dan menyuapin Rama dengan pelan hingga bubur yang Ana bikinkan itu habis.


"Apakah kamu selama aku pergi kamu tidak makan baik??" tanya Ana yang penasaran, karena suaminya terlihat lebih kurus.


"Iya sayang, aku jarang makan bahkan makanku tidak teratur" Ucap Rama pada Ana.


"Kenapa tidak makan? bukankah aku selalu bilang padaku untuk makan teratur!!" Ucap Ana sambil bangkit dari duduknya karena ingin mengambil air buat mengompres tubuh Rama.


"Sayang, tapi aku tidak membawa baju ganti" Ucap Rama jujur pada Ana.


"Tidak apa-apa kamu bisa memake baju yang sedang dipakai kamu sekarang" Jawab Ana tidak mau ribet


"Sayang, apakah kamu masih merasa marah padaku tentang Elin??" Ucap Rama dengan begitu hati-hati karena takut Ana akan salah paham lagi padanya.


"Ntahlah" Jawab Ana singkat.


"Sayang, Elina hanya masalaluku dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa!!" jelas Rama.


Ana terdiam dan tidak menanggapi ucapan Rama, karena memang Ana masih kesal sekali.


"Sayang, sampe kapan kamu mengabaikanku seperti beberapa hari ini??" tanya Rama dengan nada memelas.

__ADS_1


"Sampe kamu sadar dan tidak plin plan lagi" Jawab Ana tegas.


"Sayang, aku tidak pernah plin plan" Ucap Rama pada ana.


"Iya kamu tidak plin plan, tapi ketika dengan Elin buktinya kemarin apa??" Ucap Ana kesal.


"Kamu salah paham, kamu hanya mendengar obrolan kita dibagian belakangnya saja sayang" Ucap Rama penuh penjelasan.


Namun Ana tidak mau mendengarkan penjelasan Rama dan bangkit dari tempat duduknya untuk menaruh air bekas kompresan bekas tubuh Rama.


"Sayang kemarilah" Panggil Rama.


" Ada apa?" Jawab Ana singkat.


"Jangan marah terus nanti kecantikanmu akan pudar" Ledek Rama pada ana.


"Aku tidak marah, aku hanya tidak suka saja dengan Elin!!" kesal Ana.


Rama mengerti dengan perasaan Ana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2