Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
314.Aku ikhlaskan dirimu S2.


__ADS_3

Kini tatapan semuanya tertuju pada Niah dan David, Karena mereka terus saling menatap.


"Kamu....." Kata David dan Niah secara bersamaan.


"Kalian saling kenal?" Tanya Rama dengan raut wajah bingung.


"Iya apa kalian saling mengenal?" Sambung Dimas, Yang masih merasa bingung.


Niah hanya diam, Lalu David langsung menjawab pertanyaan dari Rama dan Dimas.


"Waktu itu Aku tidak sengaja bertemu dengannya Om, Pa." Jawab David, Sambil melihat kearah Niah.


"Baguslah, Kalian sekarang berkenalan biar saling kenal!" Suruh Dimas dan Rama secara bersamaan.


Niah langsung menyodorkan tangannya, Sedangkan David melirik Niah dengan tatapan tidak suka.


"Aku yakin gadis ini dengan pacar dulu pernah ciuman dan sebagainya, Dan Aku hanya mendapatkan bekas saja." Pikir David.


Biarpun merasa kesal, David menyodorkan tangannya, Kini tangan mereka sudah saling berjabat tangan.


"Aku David." David memperkenalkan dirinya.


"Aku Raniah, Panggil saja Niah!" Niah memperkenalkan dirinya, Lalu dengan cepat melepaskan jabat tangannya.


Kini Niah dan David kembali duduk, Lalu kedua keluarga tersebut melanjutkan makan malam bersama sambil membicarakan masalah pernikahan Niah dan David.


Dan akhirnya pernikahan Niah dan David ditetapkan dua minggu lagi.


Setelah selesai acara makan malam, keluarga Niah dan keluarga David langsung pulang.


Dalam perjalanan menuju kerumahny, Niah hanya diam saja kini Niah memikirkan dua minggu lagi dirinya akan resmi menjadi istri David Pratama.


"Semuanya berubah begitu cepat." Gumam Niah.


Ana memegang tangan Niah, Membuat Niah kaget lalu menoleh kearah Ana.


"Kenapa kamu bengong terus?" Tanya Ana dengan nada lembut.


"Aku hanya memikirkan dua minggu lagi Aku akan menjadi istri orang Ma." Jawab Niah.


"Tidak usah dipikirkan! Kamu cukup jalanin saja sesuai alurnya." Sambung Rama, Sambil melihat Niah.


"Iya alur yang dibuat oleh Papa." Cetus Niah.


Rama hanya tersenyum, Sedangkan Niah langsung memanyunkan bibirnya.


"Kakak David tampan loh Kak, Panteslah Papa menjodohkannya dengan Kakak." Ledek Kevin, Yang langsung ditatap dengan tatapan tajam oleh Niah.


"Diam kamu! Ini urusan orang gede." Omel Niah pada Kevin.


Kevin dan Niah memang tidak bisa akur, Setiap kali ada kesempatan untuk meledek sang Kakak, Pasti Kevin akan langsung meledeknya. Untung tidak ada Ralinsyah, Kalau ada Ralinsyah pasti akan lebih seru lagi.


Sesampainya dirumah, Niah melihat didepan rumah Vano rame, Vano yang melihat Niah baru turun dari mobilnya langsung melambaikan tangannya.


"Niah....!!" Panggil Vano, Niah langsung menoleh kearah suara, Lalu langsung berlari kearah Vano.


"Vano, Aku sangat merindukanmu." Kata Niah, Yang langsung menghambur ke pelukan Vano.


Kevin yang sudah berada disamping Niah, Langsung berdehem.

__ADS_1


"Ehem..ehem.. Ingat sudah mau jadi istri orang jangan peluk-peluk laki-laki lain sembarangan!!" Kata Kevin sambil berdehem.


Mendengar perkataan Kevin, Vano langsung merasa terkejut. Kini perasaannya sudah tidak jelas lagi.


Niah langsung melepaskan pelukannya, Lalu dengan cepat Vano bertanya pada Niah.


"Niah, Apa kamu akan menikah?" Tanya Vano, Dengan raut wajah yang begitu terkejut.


"Iya Van, Aku akan segera menikah dua minggu lagi." Jawab Niah, Sambil menundukkan kepalanya.


Vano hanya terdiam, Sambil mencerna jawaban dari Niah.


"Niah akan segera menikah, Padahal Aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya." Gumam Vano.


Rama, Rian, Via dan Ana, Kini mereka sedang mengobrol sambil duduk dikursi yang ada di teras depan rumah.


"Bukankah, Kamu pulangnya minggu depan Ian?" Tanya Rama pada Rian.


"Karena kerjaan disana cepat selesai, Diluar dugaan jadi Aku pulang lebih cepat." Jawab Rian.


Iya rencana Rian sekeluarga akan pulang dari luar negeri minggu depan, Namun karena kerjaan disana selesei lebih cepat jadi Rian sekeluarga pulang lebih cepat.


"Kalian darimana?" Tanya Rian.


"Habis ketemu calon besan." Jawab Rama.


Via langsung melihat kearah Ana, Lalu langsung bertanya pada Ana.


"Calon besan, Siapa yang akan menikah?" Tanya Via ingin tahu.


"Niah akan menikah dua minggu lagi." Jelas Ana sambil melihat kearah Via.


Kini Rian dan Via sama-sama kaget mendengar Niah akan menikah.


"Niah, Apa benar Kamu akan menikah?" Tanya Via pada Niah.


"Iya Tante Via, Niah akan menikah." Jawab Niah dengan raut wajah lemas.


Via tersenyum, Lalu langsung memeluk Niah.


"Selamat ya sayang, Tante kira dulu Kamu akan menjadi menantu Tante ternyata Vano bukan jodoh Kamu." Kata Via sambil memeluk Niah.


Niah hanya tersenyum, Sambil membalas pelukan dari Via. Mungkin jika Niah bisa memilih Niah mungkin lebih baik dijodohkan dengan Vano laki-laki yang selama ini Niah kenal, Bahkan mereka juga sangat dekat.


Namun takdir berkata lain, Niah harus menerima perjodohan dengan David Pratama laki-laki asing yang belum Niah kenal sama sekali.


"Terimakasih Tante." Niah mengucapkan terimakasih pada Via.


"Kalau bisa memilih Niah pinginnya dijodohkan dengan Vano saja." Gumam Niah.


Kevin dan Vano, Kini mereka duduk berdua dikursi yang ada dihalaman depan rumah Via, Mereka duduk agak jauh dari posisi Niah dan Orangtua mereka.


"Niah mau menikah, Aku tidak menyangka." Kata Vano tiba-tiba.


"Aku juga kaget Kak, Kakak kurang gesit sih." Jawab Kevin, Sambil mengomeli Vano.


Kevin tahu selama ini Vano menyukai Niah, Namun Vano selalu melarangnya untuk tidak memberitahu perasaannya pada Niah.


"Aku hanya takut, Jika Aku menyatakan perasaanku pada Niah. Persahabatan Aku dengannya akan berubah, Bahkan Aku takut Niah akan terluka karenaku." Jelas Vano pada Kevin.

__ADS_1


"Itu hanya pikiran Kakak saja, Dimana-mana perasaan itu harus dinyatakan!" Tegas Kevin.


"Terus, Sekarang rencana Kakak apa?" Tanya Kevin ingin tahu.


"Iya Aku tidak punya rencana apa-apa, Aku hanya mendoakan kebahagiaan Niah, Mungkin ini juga sudah takdir Niah." Jawab Vano, Dengan perasaan berusaha tegar.


Siapa yang tahu, Ternyata Vano selama ini menyimpan perasaan untuk Niah. Hanya saja Vano tidak berani menyatakan perasaannya karena tidak mau merusak persahabatan mereka.


Sedangkan Niah sendiri, Dia tidak tahu kalau Vano ternyata mempunyai perasaan untuknya. Apalagi Niah selama ini hanya menganggap Vano hanya sebagai sahabat saja tidak lebih.


Niah kembali bergabung dengan Kevin dan Vano, Melihat mereka sedang serius mengobrol akhirnya Niah ikutan nimbrung.


"Apa yang kalian obrolkan, Sepertinya serius sekali." Tanya Niah penasaran.


"Kita ngobrolin seorang gadis yang tidak pekah." Jawab Kevin, Sambil melihat kearah Niah.


Disini Kevin seolah-olah menyindir Niah, Namun Niah tidak merasa. Iya karena Niah juga tidak tahu perasaan Vano pada dirinya selama ini.


"Jahat sekali gadis itu, Apa itu salah gebetan baru kalian?" Tanya Niah lagi.


"Gadis itu baik, Hanya saja Dia akan segera menikah." Sambung Vano, Yang diiringi dengan senyuman.


"Dasar kalian, Masih saja memikirkan calon istri laki-laki lain." Omel Niah pada Kevin dan Vano.


Niah tidak tahu kalau yang dimaksud itu adalah dirinya, Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dasar Kakakku yang satu ini, Memang sangat bodoh." Gumam Kevin.


Hari sudah semakin malam, Akhirnya Niah dan keluarga pamit pulang.


Sebelum pulang, Niah tersenyum pada Vano lalu mencubit pipi Vano dengan manja.


"Jangan pergi keluar negeri lagi! Nanti Aku akan merindukanmu." Kata Niah, Sambil mencubit pipi Vano.


Niah langsung berlalu dari hadapan Vano, Dengan tatapan yang begitu lembut Vano terus memperhatikan Niah berjalan.


"Ternyata Kamu bukan jodohku." Gumam Vano.


Vano dan kedua orangtuanya langsung masuk kedalam rumah, Dengan langkah gontai Vano terus melangkahkan kakinya.


"Makanya, Kalau punya perasaan itu dinyatakan! Sekarang Niah sudah mau menikah ya mau gimana lagi, Kamu harus ikhlas!" Kata Rian tiba-tiba pada Vano.


Vano hanya menarik nafasnya, Lalu menghembuskannya dengan pelan. Tanpa menjawab perkataan dari Rian, Vano langsung masuk kedalam kamarnya.


"Papa, Sudahlah biarkan Vano sendiri dulu, Ayo kita istrihat!" Larang Via, Yang melihat Rian mau menyusul Vano kedalam kamarnya.


Akhirnya Rian dan Via, Mereka langsung masuk kedalam kamarnya.


Dikamar Vano.


Vano merebahkan tubuhnya diatas kasur, Kini pikirannya melayang-layang ntah kemana?


Vano senang Niah akan menikah, Namun menikahnya bukan dengan Vano.


"Aku iklhaskan dirimu." Gumam Vano.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


Baca juga ya karya Author yang lain 😘😘



__ADS_2