Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
344.Siapa itu Valin? S2.


__ADS_3

Salah Kevin waktu itu membawa Valin ke acara pernikahan Niah, Jadi pusing sendirikan ngadepin mama dan papanya.


"Tapi pa.... Valin itu?"


"Valin itu siapa Vin?" Sambung Niah yang baru saja keluar dari kamarnya bersama suaminya.


Kevin melirik Niah dengan tatapan kesal.


"Kak Niah muncul disaat yang tidak tepat, Pasti aku akan dipojokan oleh dia nanti." Gumam Kevin dalam hati.


Melihat tatapan Kevin membuat David agak kesal.


"Adik ipar, Jangan menatap istriku seperti itu!" David mengomeli Kevin karena Kevin menatap Niah dengan tatapan kesal.


Kevin tersenyum pada David dengan senyuman merasa bersalah.


"Maaf kak, Habisan Kak Niah muncul disaat yang tidak tepat." Jawab Kevin sambil tersenyum pada David, Tapi malah dilirik David dengan tajam.


Dalam hati Kevin merasa Kakak iparnya ini benar-benar menyebalkan.


"Andai saja Kak Vano yang menjadi kakak ipar aku." Harapan Kevin dalam hatinya.


"Niah, David, Duduklah ayo sarapan bareng!" Ana menyuruh Niah dan David duduk.


David dan Niah sudah duduk, Niah mengambilkan makanan buat suaminya, Setelah mengambilkan untuk suaminya, Niah mengambil untuk dirinya sendiri.


Pagi ini mereka sarapan bersama, Setelah selesei sarapan mereka berkumpul diruang keluarga karena hari ini David dan Vano juga sedang libur kerja.


"Kevin, Kamu belum menjawab pertanyaan dari papa. Valin itu siapa?" Rama kembali mempertanyakan masalah Valin.


Niah senyam-senyum, Kevin menjulurkan lidahnya pada Niah karena kesal.


"Jawab Kevin, Valin itu siapa?" Sambung Niah yang ikut mendesak sang adik.


Kevin tersenyum agak pahit, Kali ini dirinya benar-benar merasa terpojokkan.


"Jika aku bilang dia hanya sekertarisku pasti papa dan mama akan kecewa, Tapi jika aku bilang dia kekasihku pasti mama dan papa akan menyuruh aku menikah dengan dirinya, Aku tidak mau menikah dengan gadis selemot Valin apa-apa serba lama, Bisa gila jika aku menikah dengan dirinya." Batin Kevin dalam hatinya.


Valin adalah sekretarisnya Kevin dikantornya, Padahal Valin itu suka lemot kerjaannya juga suka lelet membuat Kevin kesal, Tapi Kevin tidak pernah memecatnya karena ada satu sisi yang Kevin suka dari Valin dia sangat jujur dan begitu polos.


"Kevin kenapa diam saja?" Tanya Ana yang juga kembali buka suara.


David hanya diam sambil menonton televisi.


"Valin adalah kekasihku." Jawab Kevin yang terpaksa berbohong pada semuanya, Karena tidak mau kedua orangtuanya kecewa.


"Sungguh nak?" Ana langsung berpindah tempat duduk kesamping Kevin.

__ADS_1


"Iya ma sungguh." Jawab Kevin yang kembali berbohong pada sang mama.


"Akhirnya anak mama punya kekasih, Bawa dia kerumah ya nak mama pingin kenalan dengannya." Dengan bawel Ana menyuruh Kevin membawa Valin kerumah.


Kevin benar-benar tidak tahu harus berbuat apalagi? Dia sekarang terjebak oleh kebohongan yang dirinya buat sendiri.


"Aduh kalau sudah seperti ini, Aku harus memohon pada gadis lemot itu lagi untuk membantuku." Gumam Kevin dalam hatinya.


"Iya bawa kerumah jangan pacaran dipinggir jalan terus malu dilihat orang." Cetus Rama tiba-tiba, Membuat Kevin semakin terpojok.


Dalam hati Kevin sedang memikirkan alasan yang tepat, Agar bisa menolak keinginan Orangtuanya untuk tidak membawa Valin kerumahnya.


"Aku harus buat alasan." Gumam Kevin.


"Mama, Papa, Valin itu hanya gadis miskin yatim piatu apa mama dan papa akan menerimanya?" Tanya Kevin, Kevin berpikir mama dan papa akan menolak Valin ketika mendengar cerita Kevin.


Rama dan Ana sama-sama tersenyum, Ana hampir menitikkan air matanya karena mengingat dirinya dulu hanya gadis miskin yatim piatu tapi keluarga Rama menerimanya dengan baik dan tulus.


"Kevin apa dari dulu papa pernah melarangmu mencintai gadis miskin?" Tanya Rama pada Kevin.


Mengingat Rama juga menikahi Ana yang hanya seorang gadis miskin yatim piatu, Jadi Rama juga tidak melarang jika Kevin juga mencintai gadis miskin.


"Tidak pernah pa." Jawab Kevin yang memang tahu Rama tidak pernah melarang Kevin berpacaran dengan gadis mana saja.


"Menikahlah dengan wanita mana saja yang kamu cintai, Jangan pernah peduli dia miskin. Kamu itu laki-laki pekerjaanmu sudah bagus dan tugasmu itu membahagiakan wanita pilihanmu, Jika kamu mencintai gadis miskin lantas apa salahnya?" Rama memberikan nasehat pada Kevin.


Mendengar sang suami menasehati anaknya hati Ana begitu tersentuh, Ana menggegam tangan Kevin dengan penuh kasih sayang.


Betapa tersentuhnya hati Kevin, Kevin langsung memeluk tubuh mungil sang mama.


Kali ini Kevin benar-benar sudah salah menyangka, Kevin mengira Rama dan Ana akan menolak jika Kevin bercerita tentang Valin yang hanya gadis miskin dan yatim piatu, Tapi ternyata mereka malah dengan senang hati menerimanya.


"Iya mama, Maafin Kevin ma. Kevin janji tidak akan membedakan status seseorang." Sambil memeluk tubuh mungil Ana, Kevin juga meminta maaf pada mamanya.


"Bagus anak mama, Maka bawalah gadis cantik itu kesini! Kenalkan pada mama dan papa." Kata Ana yang kembali menyuruh Kevin membawa Valin untuk mengenalkan pada dirinya dan Rama.


"Akan aku ajak kesini ma." Jawab Kevin dengan pasrah.


"Akhirnya aku terjebak oleh permainan sendiri, Niatnya berbohong ini malah ntahlah." Gumam Kevin dalam hatinya.


"Akhirnya Kevin akan menikah." Cetus Niah tiba-tiba dan langsung dilirik kesal oleh Kevin.


"Dasar Kak Niah, Coba kalau tidak ada Kak David pasti aku ribut dengannya." Kesal Kevin dalam hatinya.


"Baru proses kak, Menikahnya nanti dulu kasian kan gadis-gadis cantik yang ingin dekat denganku." Jawab Kevin dengan begitu tengilnya.


Kalau dalam hal ini Kevin memang terkenal suka bermain-main dengan gadis cantik, Bukan bermain dalam ranjang atau hal nakal lainnya, Tapi Kevin lebih suka menggoda para gadis dengan pesona dan ketampanannya.

__ADS_1


"Kevin seorang gadis itu bukan mainan, Awas saja jika papa tahu kamu memainkan gadis-gadis diluar sana, papa akan cabut semua fasilitas yang papa kasih buat kamu." Ancam Rama agar Kevin tidak terus-terusan bermain dengan gadis-gadis cantik diluar sana.


"Papa Kevin hanya menggodanya saja, Tidak sampai berbuat macam-macam pada mereka, Kevin hanya mengajaknya jalan dan membelanjakan saja." Jelas Kevin agar Rama tidak salah paham.


"Berani kamu meniduri gadis diluar sana jangan harap papa akan mengampunimu." Tegas Rama sebagai orang tua Kevin.


"Tidak pa, Kevin tidak pernah melakukan hal seperti itu." Jawab Kevin dengan jujur.


"Bagus, Ingat bawa Valin kerumah!" Jawab Rama yang mengingatkan Kevin untuk membawa Valin kerumah.


"Iya pa siapp." Jawab Kevin yang kembali pasrah.


"Aku harus bagaimana bicara dengan Valin?" Pikir Kevin dalam hatinya.


"Kevin aku bahagia sekali." Cetus Niah dengan begitu menggemaskan.


Kevin hanya memanyunkan bibirnya.Niah terus senyam-senyum, David menatap Niah dengan tatapan bingung.


"Apa yang membuatmu terus tersenyum?" Tanya David dengan lembut.


"Aku bahagia jika Kevin menikah dia pasti tidak akan menggoda gadis lain, Dan aku juga tidak akan diturunkan ditengah jalan gara-gara dia ingin memberikan tumpangan pada gadis cantik." Jawab Niah dengan lembut.


Kevin itu memang menyebalkan suka sekali menurunkan sang kakak ditengah jalan kalau dia ingin memberikan tumpangan pada gadis cantik di mobilnya.


"Dia berani menurunkanmu ditengah jalan?" Tanya David dengan agak kesal.


Kevin melirik Niah kali ini tatapan Kevin benar-benar kesal sekaligus gemas sekali pada sang kakak.


"Kak Niah, Lihat suamimu seperti akan menerkamku." Kesal Kevin dalam hatinya.


"Iya suamiku." Jawab Niah dengan manja.


"Kevin kamu benar-benar ya, Awas saja jika kamu mengulanginya lagi jangan harap kamu akan selamat." Dengan tatapan tajam David memberikan ancaman pada Kevin.


Ana dan Rama hanya geleng-geleng kepala, Melihat kedua anaknya dan menantunya sedang berdebat kecil, Dalam hati Ana perdebatan seperti ini itulah yang akan membuat mereka bisa selalu dekat.


"Sudah-sudah jangan berdebat." Lerai Ana dengan penuh kasih sayang.


"Kevin ajak Valin hari ini kerumah, Daripada kamu diam saja dirumah." Cetus Rama tiba-tiba, Membuat Kevin ternganga.


"Tapi pa...." Kata Kevin.


"Tapi apa? Jangan membantah papa." Sambung Rama.


"Aku pergi sekarang pa, Kak Niah hari ini ada suamimu jadi kamu selamat dariku." Kevin bangun dari tempat duduknya dan langsung pergi menuruti apa kata sang papa.


"Aku harus bicara apa pada Valin?" Pikir Kevin sambil menuju ke mobilnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2