
Satu minggu kemudian, ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh Rehan dan Ayu. pernikahan mereka yang akan digelar beberapa bulan lagi akhirnya dipercepat karena keinginan Rehan. Mami Diana dan Papi Revan juga sudah pulang dari luar negeri.
Pagi ini semuanya sudah berkumpul dihalaman salah satu hotel terbesar, pernikahan Rehan dan Ayu akan digelar sesuai tema yaitu diluar ruangan.
Cuaca yang begitu mendung namun Rehan dan Ayu tidak mempermasalahkan semua itu.
"Ini mendung Nak, Apa tidak sebaiknya kita pindahkan acara resepsi ke dalam ruangannya saja?" tanya Papi Revan pada Rehan.
"Benar Nak, apa kata Papi kamu" saut Mami Diana.
"Iya Han, mendung sekali" timpal Rama.
Rehan menatap Papi dan kakaknya dengan senyum yang begitu bahagia.
"Tidak apa-apa Pi, Mi,kak Rama, biarkan hujan menjadi saski pernikahan Aku dan Ayu" jawab Rehan penuh semangat.
Bagas dan Rian yang mendengar ucapan Rehan, langsung menimpalinya dengan ucapan mereka.
"Haha tidak apa-apa Ram, pengantin baru kena hujan tidak bakalan sakit" timpal Rian, sengaja menggoda Rehan.
"Iya tuan Rama, nanti malam boboknya kan udah ada yang dipeluk" timpal Bagas, tidak mau kalah.
Via melirik ke arah Rehan.
"Asik sudah tidak meluk bantal guling lagi" canda Via, dengan tawanya yang begitu manis.
Semuanya sudah datang termasuk keluarga dari mempelai wanita.
Kini Ayu begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih yang begitu indah.
Semuanya kedua keluarga sudah siap dan Acara pernikahan Rehan dan Ayu langsung dilaksanakan, ijab qobul sudah terucap dan kini semuanya yang datang mengucap sah dengan begitu kompak.
Setelah selesai ijab qobul, kini Rehan dan Ayu langsung berlari menuju tempat resepsi dengan saling menatap penuh arti.
Visual Rehan dan Ayu.
Akhirnya Rehan dan Ayu merayakan resepsi pernikahan mereka, dibawah guyuran hujan. seperti apa kata Rehan kini hujan menjadi salah satu saksi cinta mereka diacara pernikahannya. semua para tamu juga akhirnya memakai payung untuk menghindari acara pernikahan Rehan dan Ayu.
Semua tamu berbondong-bondong memberikan ucapan selamat pada Rehan dan Ayu.
Rama,Ana,Rian, Via, Alena, Bagas.
Mereka langsung menghampiri Rehan dan Ayu yang kini sudah bermain air hujan.
"Sayang, hujan ini menjadi saksi pernikahan kita" ucap Rehan, dengan penuh bahagia.
"Tapi kita bisa sakit Han, gara-gara hujan ini" jawab Ayu, sambil menjewer telinga Rehan.
Rama dan yang lainnya langsung menghampiri Rehan dan Ayu, kini mereka juga ikut tidak memakai payung.
"Belum berapa jam, sudah main jewer-jeweran!!" omel Ana, dengan senyum jailnya.
"Ayu itu kakak ipar" aduh Rehan pada Ana dengan begitu manja.
Ayu melepaskan tangannya dari telinganya Rehan, laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya.
"Dasar tukang ngadu" omel Ayu.
"Jangan galak-galak yu" goda Alena.
"Rehan hati-hati, takutnya nanti malam tidak dikasih jatah malam pertama" goda Rian, dengan senyuman jailnya.
__ADS_1
"Sayang, kan masih ada bantal guling" saut Via, yang menyautin ucapan suaminya.
"Bantal guling cuma bisa dipeluk saja" timpal Rama, yang sekarang sudah tersenyum jail pada adiknya dan adik iparnya.
Rehan menatap semuanya dengan kesal.
"Apa kalian akan terus mengolok-olokku didepan istriku?" kesal Rehan, dengan nada merajuk.
Rama dan yang lainnya tertawa secara bersamaan.
"Ini untukmu" ucap Rama, sambil memberikan sebuah kunci rumah.
"Ini apa kak?" tanya Rehan.
"Kunci rumah, itu untuk hadiah pernikahan kalian dariku" jawab Rama.
"Sesuai keinginanmu rumah satu komplek denganku dan rumahmu tepat disebelah kanan rumah Bagas dan Alena" jelas Rama, sesuai keinginan adiknya yang ingin rumahnya satu komplek dengan Rama dan kebetulan masih ada yang kosong dua akhirnya Rama langsung membeli kedua. kebetulan rumah itu bersebelahan.
Rehan langsung memeluk Rama.
"Kakak terimakasih" ucap Rehan.
"Sama-sama adikku" jawab Rama, yang langsung membalas pelukan dari adiknya.
"Mau sampai kapan kalian berpelukan?" tanya Rian dengan jail.
Rehan dan Rama akhirnya sama-sama melepaskan pelukannya.
Satu persatu mengucapkan selamat untuk pernikahan Rehan dan Ayu.
"Rehan, Ayu selamat ya atas pernikahan kalian mudah-mudahan kalian menjadi keluarga yang bahagia" Doa Ana, yang kini langsung memeluk Rehan dan Ayu secara bersamaan.
"Aamiin,terimakasih kasih kakak ipar" jawab Rehan dan Ayu dengan begitu bahagia.
"Ayu panggillah Aku dengan sebutan kakak ipar mulai sekarang!!" suruh Ana, sambil mencubit pipi Ayu.
"Siap kakak ipar" jawab Ayu.
"Bahagia selalu buat kalian" doa Rama, yang begitu singkat.
"Apa sesingkat itu doa Kak Rama, buat Aku?" protes Rehan, dengan nada merajuk.
Rama tersenyum pada Rehan.
"Dilarang protes" Rama menolak protesan dari Rehan.
"Dasar obat nyamuk!!" kesal Rehan.
"Sudah-sudah, Rehan biar aku saja yang memberikan doa yang panjang untukmu" timpal Rian, dengan senyum yang begitu manis.
"Baiklah kak Rian" jawab Rehan penuh semangat.
"Panjang...!!" Doa Rian, yang sengaja mengejek Rehan dengan kejailanya.
Ayu, Ana, Via dan Alena langsung tertawa mendengar doa dari Rian buat Rehan.
"Doa macam apa itu?" kesal Rehan.
"Katanya panjang" jelas Rian, sambil tertawa.
"Yang bener kak Rian, doanya!!" pinta Rehan.
"Baik-baiklah, Aku doakan mudah-mudahan Kamu dan Ayu bahagia selalu, cepet diberikan momongannya" Doa Rian untuk Rehan.
Rehan langsung menghambur ke pelukan Rian.
__ADS_1
"Aamiin, terimakasih kak Rian" jawab Rehan.
"Sudah berpelukannya, sekarang gantian Aku dan istriku" ucap Bagas dan Alena.
Rehan melepaskan pelukannya dari Rian.
Via, Ayu dan Via sedang asik melihat Rehan.
"Hari ini Rehan sangat tampan" ucap Ayu.
"Akhirnya kita semua sudah menikah" timpal Ana, yang merasa bersyukur.
"Mudah-mudahan kita semua bahagia selalu" Doa Via, untuk semuanya.
"Kak Bagas, doakan Aku dengan baik ya" pinta Rehan, sambil mengedipkan satu matanya.
"Rehan aku doakan semoga malam pertama Kalian tidak ada halangan apapun" Doa Bagas untuk Rehan.
Rehan langsung menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Kak Bagas, kalau itu tidak usah di doakan! Kan sudah ada ini" jawab Rehan, yang ternyata mebawa jamu kuat itu disaku celananya, jamu yang diberikan oleh Bagas waktu kumpul bareng sebelum Rehan menikah.
Bagas menggelengkan kepalanya.
"Dasar bodoh, kenapa kamu membawanya?" kesal Bagas, sambil menggelengkan kepala.
"Aku takut lupa kak" jawab Rehan dengan begitu polosnya.
"Inilah kalau anak ingusan menikah!!" protes Rama dan Rian secara bersamaan.
Alena yang melihat pedebatan mereka akhirnya mengurungkan niatnya untuk memberikan ucapan selamat pada Rehan.
"Dasar kalian laki-laki otak mesum" omel Alena, yang langsung pergi menuju ke Via, Ayu dan Ana berdiri.
Mereka bertiga yang melihat wajah kesal Alena, akhirnya bertanya.
"Kamu kenapa terlihat kesal seperti itu?" tanya Via, mewakili semuanya.
"Biasa para suami kita sedang merencanakan pikiran mesum mereka" kesal Alena, yang sudah memayunkan bibirnya.
"Hahaha dasar mereka" Ucap Via, dengan tawanya.
"Ayu, semangat!!" ucap Ana, Alena dan Via dengan tawanya jailnya.
"Apaan sih kalian ini" jawab Ayu malu.
"Kevin dan Siska kok belum datang ya?" tanya Ana, karena Ayu juga mengundang Siska dihari pernikahannya.
"Semalam dia menelponku tidak bisa datang, karena berangkat keluar negeri mertuanya sedang sakit" jawab Ayu.
"Coba aja Siska juga hadir ditengah-tengah kita, pasti lebih seru" ucap Ayu, tanpa kehadiran Siska itu berasa ada yang kurang.
"Kamu benar yu" saut Ana.
Semenjak pernikahan Ana dan Rama Ana, Ayu dan Siska mereka sekarang sudah berteman dengan baik.
"Tapi tidak apa-apa, nanti di acara tujuh bulananku Siska dan Kevin pasti datang" ucap Ana.
"Harus datang biar semuanya lengkap" jawab Ayu penuh semangat.
Setelah acara resepsi pernikahan Ayu dan Rehan selesei, akhirnya Rama, Rian, Bagas dan para istri mereka langsung pulang, Mami, Papi juga sudah pulang lebih dulu, keluarga Ayu juga sudah pulang.
Sedangkan Rehan dan Ayu langsung berangkat pergi bulan madu.
Bersambung
__ADS_1