Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
358.Dia masalaluku S2.


__ADS_3

"Buburnya mana?" Tanya Niah.


"Aku yakin David sudah berbohong padaku." Batin Niah dalam hatinya.


"Emmhh...." David menatap Niah dengan sorot mata bingung.


"Aku harus bilang apa pada Niah?" Pikir David dalam hatinya.


"Eemmhh apa?" Tanya Niah dengan tegas.


"Niah sayang.....!!"


"Aku yakin kamu tadi tidak membeli bubur buat aku kan. Melainkan kamu menemui wanita yang ada di depan gerbang rumah tadi." Kata Niah dengan sorot mata yang tajam.


David menatap Niah dengan tatapan bersalah karena sudah membohongi Niah, David yang masih memakai handuk duduk disamping Niah lalu memegang tangan Niah dengan lembut.


"Istriku maafkan aku, iya aku tadi tidak membeli bubur dan aku memang benar menemui wanita yang tadi di depan gerbang rumah kita." dengan penuh rasa salah David mengatakan yang sebenarnya pada Niah.


Niah langsung menepis tangan David dengan kasar, kini dirinya langsung kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi David.


"Istriku apa kamu marah padaku?" Tanya David dengan begitu hati-hati.


"Aish David kenapa kamu menanyakan hal bodoh seperti itu sih. Iya jelaslah Niah marah bodoh....bodoh dasar David bodoh." David terus menyumpa serapahi dirinya sendiri.


"Kamu pikirkan saja sendiri!" Jawab Niah yang tidak mau menatap wajah David.


"Aku marah, kenapa kamu harus berbohong padaku." Batin Niah dalam hatinya.


David menatap punggung Niah kini dirinya hendak menyentuhnya tapi David mengurungkan niatnya.


"Aku minta maaf istriku." David meminta maaf pada Niah.


"Siapa wanita itu?" Tanya Niah dengan tegas.


David menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Niah masih terus membelakangi David Karena Niah kesal pada David soalnya David sudah berbohong pada dirinya.


"Kalau aku jujur kamu akan marah tidak?" Tanya David dengan begitu hati-hati.


"Aku mau menyuruhmu tidur diluar!" Jawab Niah yang lagi-lagi tidak mau menoleh kearah David.


Dalam hati David kalau aku tidur diluar aku tidak meluk Niah, aku juga pasti tidak akan bisa tidur nyenyak tapi kalau aku tidak jujur sama Niah pasti Niah akan semakin marah.


"David jujurlah pada istrimu! Mending tidur diluar daripada harus kembali berbohong." Hati David berbicara.


"Baiklah aku akan jujur padamu sayang!" Kata David dengan nada pasrah.


"Tidak apa-apa tidur diluar." Batin David dalam hatinya.

__ADS_1


"Katakanlah." Pinta Niah dengan jutek.


"Dia adalah wanita yang pernah ada di hatiku dulu." Jawab David dengan suara pelan.


Niah langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke David.


"Kamu itu ya bisa-bisanya menemui wanita yang pernah ada di hatimu dibelakangku." Niah mendorong David agar menyingkir dari tepi ranjang.


"Niah ih aku kan sudah jujur!" David merengek dengan manja.


"Sudah pokoknya kamu tidur diluar!" Niah mengusir sang suami dari dalam kamarnya.


Mungkin saat ini hati Niah sedang dikuasai dengan rasa kesalnya, jadi David menuruti apa kata sang istri. David berjalan menuju ruang ganti pakaian setelah berganti pakaian David mengambil bantal yang biasa digunakan untuk dirinya tidur.


"Niah haruskah aku tidur tanpa memeluk dirimu, Niah pasti aku tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini." Hati David terus menggerutu kesal.


Ini semua gara-gara kebodohanku, coba tadi aku bicara jujur saja pada Niah. Kalau perlu Niah aku ajak bertemu dengan Shely pasti aku tidak harus tidur diluar dan merasakan kedinginan sendirian.


Sebelum David keluar dari kamar David menyiapkan obat untuk Niah minum, lalu David pergi ke dapur untuk membuat bubur buat Niah.


Setelah selesai membuat bubur David kembali ke kamar lalu menaruh bubur buatannya diatas nakas dekat Niah tidur.


Niah hanya diam dan kembali memiringkan tubuhnya agar tidak melihat sang suami.


"Baru kemarin malam menyatakan perasaannya, tapi sekarang masalalu dia datang. Buat apa coba?" Hati Niah terus meronta-ronta karena rasa kesalnya.


Setelah menyiapkan semuanya David kembali mengambil bantal yang tadi dirinya taruh kembali diatas ranjang.


Niah hanya diam dan tidak mau membalas apa yang dikatakan oleh suaminya. David menarik nafasnya dengan pelan lalu kembali menghembuskannya dengan pelan.


"Sabar David istrimu sedang kesal, nanti kalau rasa kesalnya sudah hilang baru kamu ajak bicara baik-baik." Hati David berbicara.


David berlalu pergi meninggalkan kamar, ia membuka pintu kamarnya dengan hati-hati.


David duduk di sofa ruang tengah dengan wajah yang begitu frustasi.


.


"Sudahlah aku tidur saja!" David menaruh bantalnya di sofa lalu membaringkan tubuhnya dengan kasar.


Setelah David keluar dari kamar Niah membenarkan posisi tidur menjadi duduk. Niah melihat pintu kamarnya yang tertutup rapat.


"Maafkan aku suamiku, aku sangat kesal pada dirimu jadi aku menyuruhmu tidur diluar karena aku juga tidak mau kita sampai berdebat." Kata Niah yang sebenarnya merasa bersalah karena menyuruh suaminya tidur diluar.


Niah mengalihkan sorot matanya dan kini Niah melihat bubur yang David buat. Dan obat yang David siapkan.


"Padahal aku sangat kesal pada dirinya, tapi dia masih tetap memperhatikanku." Batin Niah dalam hatinya.

__ADS_1


Niah mengambil bubur yang disiapkan oleh sang suami lalu memakannya, setelah makan bubur Niah langsung minum obat yang sudah disiapkan oleh suaminya juga.


"Aku sudah minum obat dan aku juga sudah memakan bubur buatanmu suamiku." Niah tersenyum sambil melihat mangkok yang masih tersisa bubur.


Niah kembali membaringkan tubuhnya tapi malam ini tidur Niah tidak tenang.


"David sudah tidur belum ya?" Tanya Niah pada dirinya sendiri.


"Aish biasanya tidur dipeluk sama suami ini tidur sendirian." Niah terus berbicara sendiri.


Niah itu aneh tadi dia yang menyuruh suaminya tidur diluar, sekarang dirinya malah gelisah tidak bisa tidur.


David yang sudah nyenyak tidur diatas sofa dari tadi, mungkin karena David sangat lelah sekali jagain Niah kemarin dirumah sakit.


Niah beranjak dari tempat tidurnya, lalu turun ranjang tempat tidurnya, Niah berjalan menuju keluar dari kamarnya.


Dengan hati-hati Niah membuka pintu kamarnya, lalu berjalan menuju ruang tengah untuk mengecek sang suami.


Niah melihat David sudah tidur dengan nyenyak.


"Dia bisa tidur nyenyak, aku kira dia akan gelisah juga seperti aku." Niah menggerutu sambil berjalan kembali menuju ke kamarnya.


Kini dirinya kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur.


20 menit kemudian akhirnya Niah memejamkan mata dan tertidur.


David bangun dari tidurnya lalu mengecek jam dinding.


"Sudah jam 11 malam, Niah sudah makan sama minum obat belum ya?" Tanya David dalam hatinya.


David bergegas bangun lalu segera menuju ke kamarnya untuk mengecek sang istri.


"Ceklek..." dengan begitu hati-hati David membuka pintu kamarnya.


David masuk kedalam kamar dan melihat buburnya sudah Niah makan, obat juga sudah diminum.


"Aku kira orang ngambek tidak mau minum obat sama makan." David berbicara sendiri sambil tersenyum.


"Apa kamu sedang membicarakanku?" Tanya Niah tiba-tiba.


"Niah kamu sudah bangun?" Tanya David terkejut.


Ternyata Niah sudah membuka matanya dari tadi, tapi David tidak sadar.


"Aku tidak bisa tidur." Keluh Niah.


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya David.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2