Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
200. Kemarahan Rehan.


__ADS_3

Sore hari kemudian.


Rama sudah pulang dari kantornya sedangkan Rehan pergi menjemput Ayu karena mau mengajak Ayu jalan bareng malam ini.


"Sayang, aku udah pulang!!" panggil Rama, yang tidak melihat istrinya diruang tengah atau ruang keluarga.


Kemana Ana?


Rama langsung naik ke kamarnya, ternyata Ana masih asik menonton flim drama kesukaannya.


"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Ana, yang terkejut karena tiba-tiba suaminya sudah berdiri disampingnya.


Rama duduk disamping istrinya.


"Apa yang kamu tonton? sampai-sampai suamimu pulang kamu tidak mendengarnya?" tanya Rama penasaran.


Rama mengeser laptop Ana dan ternyata Ana sedang menonton drama kesukaannya.


"Sayang, apa kamu tidak ada kerjaan lain selain menonton drama?" tanya Rama sambil menggelengkan kepalanya.


Ana menyadarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Berikan aku kerjaan lain sayang!!" ledek Ana.


Rama malah mencubit hidung Ana dengan agak keras.


"Aduh sakit" rintih Ana.


"Nanti akan aku berikan kamu pekerjaan!! kamu udah minum susu kamu belum?" tanya Rama mengingatkan, karena Ana sering sekali lupa.


Ana tersenyum penuh kesalahan pada Rama.


"Maaf sayang aku lupa!!" jawab ana pelan.


Rama hanya menggelengkan kepalanya.


"Nanti minumlah sebelum tidur, awas saja jika lupa lagi!! aku akan memarahimu!!" kesal Rama pada Ana.


Rama meninggalkan istrinya yang sedang asik nonton drama, sekarang Rama langsung menuju ke kamar mandi untuk segera mandi.


Ayu dan Rehan.


Malam ini Rehan dan Ayu jalan bersama ke sebuah pusat perbelanjaan.


Ayu dan Rehan menuju ketempat berbagi macam game, mereka sedang asik bermain game bersama.


"Aku akan mengalahkanmu Rehan, lihat saja!!" ucap Ayu penuh semangat.


Ayu memasukkan bola basket ke ringnya namun selalu gagal, membuat Ayu begitu kesal.


"Mana bisa kamu mengalahkanku? kamu saja selalu gagal memasukan bolanya!!" jawab Rehan dengan penuh kemenangan.


Rehan selalu berhasil memasukkan bola basket ke ringnya, itu membuat Rehan begitu senang karena bisa membuat Ayu kesal.


"Aku kesal, sudah aku tidak mau main lagi" kesal Ayu dengan nada merajuk.

__ADS_1


"Haha, kamu tidak bisa mengalahkan aku" ucap Rehan penuh kebanggaan.


Akhirnya Ayu mengajak Rehan mencari permainan lain dan kali ini mereka main japit boneka.


"Coba, kamu bisa tidak mengambil satu boneka untukku!!" tantang Ayu dengan penuh antusias.


Rehan melempar senyum penuh arti pada Ayu.


"Ini mah gampang, lihat saja jangankan satu boneka lebih juga aku bisa" jawab Rehan dengan nada sombong.


"Buktiin dong" Suruh Ayu, yang tidak percaya Rehan bisa mengambil boneka untuk dirinya.


Rehan memulai permainan dan ternyata langsung mendapatkan 1 boneka, itu membuat Rehan tersenyum penuh kemenangan.


"Lihat aku bisakan!!" ucap Rehan, sambil menunjukkan boneka yang di dapatkan.


Ayu manatap Rehan dengan tatapan sengit, karena Rehan berhasil dengan tantangnnya.


Ayu dan Rehan sedang asik menjapit boneka untuk kedua kalinya dan tiba-tiba ada seorang laki-laki tampan menghampiri mereka.


"Ayu!!" Panggil laki-laki tersebut.


Ayu melihat kearah laki-laki yang memanggil namanya betapa terkejutnya karena itu adalah laki-laki dimasa lalunya. laki-laki yang menganggap Ayu hanya sebagai sampah dan laki-laki yang membuat Ayu menganggap laki-laki kaya itu sama saja seperti dirinya.


"Devan" saut Ayu, dengan tatapan mata yang begitu terkejut.


Rehan hanya diam, karena tidak tau kenapa Ayu melihat laki-laki tersebut begitu terkejut.


"Apa kabar Ayu?" tanya Devan.


Rehan masih diam sekarang rehan memperhatikan Ayu dan Devan yang sedang berbicara.


"Ayu kamu ke tempat seperti ini!! apa kamu punya uang? inikan mall elit dan kamu tidak cocok datang kesini!!" Devan menghina Ayu dihadapannya.


Ayu hanya terdiam dan pelan-pelan menghela nafas.


"Bisa anda jaga ucapan anda!!" suruh Rehan yang sudah mengepalkan kedua tangannya.


Dasar laki-laki kurang ajar!! kamu tidak tau saja Ayu adalah calon istri dari keluarga kaya dikota ini!!


"Maaf kamu siapa? ada baiknya jangan dekat-dekat dengan wanita ini!! dia itu hanya wanita miskin yang seperti sampah" ucap Devan dengan tawanya.


Ayu kesal mendengar ucapan Devan, ayu langsung mengangkat tangannya untuk menampar Devan namun ditahan oleh Rehan.


"Jangan lakukan itu sayang!! karena itu akan mengotori tangan lembutmu" pinta Rehan, dengan nada lembut.


Ayu langsung menurunkan tangannya.


"Sayang? oh jadi kamu itu kekasihnya!!" ucap Devan, dengan tawa tidak percaya.


"Wanita sepertimu, bisa mendapatkan laki-laki dari kalangan kaya aku yakin kamu sudah merayunya diatas ranjang!!" ucap Devan lagi, yang kembali melontarkan hinaan untuk Ayu.


Rehan yang sudah tidak tahan mendengar berbagai ucapan dari mulut Devan akhirnya Rehan langsung meluapkan amarahnya.


"Dasar laki-laki brengsek, jaga mulutmu!!" Ucap Rehan, yang sekarang sudah menarik kerah kemeja Devan dan satu tonjokan dipipi Devan hingga Devan terjatuh.

__ADS_1


Rehan kembali menarik kerah kemeja Devan dengan keras dan menghajarnya berulang kali, Rehan tidak memberikan kesempatan untuk Devan melawan dirinya hingga Devan hanya tersungkur lemas sekarang. waktu Rehan mau mendaratkan pukulannya lagi buat Devan Ayu langsung menahannya.


"Rehan sudah hentikan!!" Pinta Ayu, dengan nada memohon.


Semua orang ditempat itu hanya melihat perkelahian itu.


Rehan yang melihat Ayu, yang hampir menangis akhirnya Rehan tidak melanjutkan lagi pukulannya.


Rehan masih memegang kerah Devan dengan keras.


"Dengarkan aku baik-baik jangan sekali-kali kamu menghina wanitaku dengan mulut kotormu itu!! ingat sekarang Ayu bukan Ayu yang dulu yang bisa kamu hina kapan saja!! Sekarang Ayu adalah calon istri dari Rehan Ardiyansyah, adik dari Rama Ardiyansyah pengusaha terkaya dikota ini!! jadi jaga mulut kotormu itu atau akan mematahkan setiap tulang ditubuhmu!!" Ucap Rehan yang saat ini kemarahan menguasai hatinya, apalagi Devan sudah menghina wanita yang kini akan menjadi istrinya.


Rama Ardiyansyah?


Berati Ayu tidak mendapatkan laki-laki sembarangan. Guman Devan dihatinya.


"Minta maaf sekarang pada Ayu!!" suruh Rehan dengan tegas. sambil melepaskan cengkraman kemeja Devan dengan kasar.


Devan yang begitu sombong akhirnya meminta maaf pada Ayu, Devan bangun dari tempat terjatuhnya dan sekarang sudah duduk.


"Ayu maafkan aku!!" ucap Devan.


"Aku tidak mau memaafkanmu!!" jawab Ayu tegas.


Petugas penjaga mall datang dan langsung membawa Devan keluar dari mall tersebut.


Sedangkan Ayu menarik Rehan keluar dari mall itu juga. sekarang Ayu dan Rehan berada ditaman dekat mall.


Ayu dan Rehan duduk disalah satu kursi taman, Ayu menyadarkan kepalanya di bahu Rehan.


"Sayang, kenapa kamu melakukan itu?" tanya Ayu dengan nada pelan.


"Aku tidak rela, kalau wanitaku dihina-hina!!" jawab Rehan jujur.


Ayu tersenyum bahagia pada Rehan.


"Terimakasih sayang" ucap Ayu dengan lembut.


"Apa itu laki-laki yang membuatmu, menganggap laki-laki kaya itu sama saja?" tanya Rehan memastikan.


"Darimana kamu tau?" tanya Ayu penasaran.


"Kakak ipar yang memberi tauku, waktu awal-awal aku mendekatimu" jawab Rehan jujur.


"Iya sayang, itu laki-laki yang selama ini membuatku menganggap laki-laki kaya itu sama saja!!" jawab Ayu jujur.


"Mulai sekarang hilangkan itu dari pikiranmu!! karena aku tidak seperti laki-laki brengsek itu jangan pernah kamu samakan aku dengan dirinya lagi!!" ucap Rehan dengan begitu tegas.


Ayu tersenyum pada Rehan, ayu memegang tangan Rehan dengan lembut.


"Iya sayang, aku tidak akan menyamakan kamu seperti Devan" jawab Ayu dengan nada lembut.


Dulu awal Ayu kenal dengan Rehan, ayu selalu bersikap sombong pada Rehan karena Ayu paling anti dengan laki-laki kaya bahkan Ayu menganggap kalau semua laki-laki kaya itu sama saja dan semua itu karena Devan laki-laki dari kalangan kaya yang disukai dimasa lalu. namun ternyata Devan hanya menganggap Ayu sebagai gadis miskin yang seperti sampah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2