
Ana yang bingung dengan sikap Rama yang mengabaikan ucapannya sedangkan Rama sudah menaiki mobilnya dan melaju sangat kencang. di dalam hati Rama dipenuhi kemarahan yang membara dan saat ini pikirannya hanya ingin menghajar laki-laki yang sudah menyentuh istrinya.
Ditempat xxx Angga sudah berada ditempat tersebut Rama langsung menghampirinya.
.
"Berani sekali kau menyentuh istriku" Ucap Rama Sambil menonjok pipi Angga dan membuat Angga tersungkur jatuh ke bawah.
"Apakah aku salah, aku hanya sangat merindukan ana waktu itu" Ucap Angga dengan tidak malu.
"Kau bilang, kau merindukannya berani sekali kau" Ucap Rama sambil menarik kra kemeja Angga.
"Aku ingatkan baik-baik jangan berani-beraninya kau menyentuh ana atau aku akan menghancurkanmu dan keluargamu seperti debu, agar ibu mu yang bermulut sombong itu sadar bahwa dirinya itu bukan apa-apa tanpa uang yang kalian punya" Ucap Rama dengan ancaman yang kejam pada Angga.
"Berhentilah bergurau tuan, aku tidak semudah itu untuk kau hancurkan" Ucap Angga Sambil bangun dari tempat dia terjatuh .
"Aku tidak peduli, tapi ingatlah ancaman aku tadi" Ucap Rama dengan tegas.
Setelah puas menghajar Angga akhirnya Rama berjalan untuk pergi dari tempat tersebut, namun langkah kakinya terhenti kita Angga memukulnya dari belakang tapi Rama tidak goyah, Rama membalas pukulan tersebut dan akhirnya mereka berantem.
__ADS_1
Angga pun mulai lemah dan terjatuh karena Angga begitu banyak terluka namun Rama terluka hanya dibagian sudut bibirnya saja.
Ketika Rama akan kembali memukul namun Rama mengurungkan niatnya karena Angga sudah terluka begitu parah.
"Jagalah sikapmu pada istriku atau ancamanku akan menjadi kenyataan" Ucap Rama mengingatkan pada Angga.
"Aku tidak perlu mengingat ancamanmu tuan dan ingat tuan, bagaimana pun ana masih akan tetap mencintaiku seperti dulu" Ucap Angga pada Rama.
"Kau boleh tanyakan pada ana, apakah dia masih mencintaimu atau tidak" Ucap Rama pada Angga.
Rama tau bahwa selama ini ana sudah tidak ada perasaan apa-apa pada Angga, makanya Rama berani berkata seperti itu pada Angga.
Akhirnya Rama pergi meninggalkan Angga dan tempat dimana terjadi perkelahian
"Auh sakit sekali" Ucap Rama Sambil memegang bagian sudut bibirnya yang terluka.
Rama mengobati lukanya terlebih dahulu sebelum Rama pulang kerumahnya. setelah Rama selesei mengobati lukanya Rama menyalahkan mobilnya untuk menuju kerumahnya.
Dirumah Rama.
__ADS_1
Ana sedang duduk menunggu Rama pulang dengan perasaan yang kawatir, karena dari tadi perasaaan ana tidak enak sekali.
"Kenapa Rama belum juga sampai rumah" Ucap ana pada diri sendiri.
" Rama, kamu kenapa sih? jangan membuatku kawatir!!" Ucap ana yang sudah mulai bingung.
Tiba-tiba pun Rama muncul dari pintu ana pun segera berlari untuk memeluk suaminya.
"Darimana saja kamu sayang" Ucap ana penasaran.
"Hanya ada tugas yang harus aku selesaikan" Ucap Rama menjelaskan pada ana.
"Tugas mencintaimu setiap hari Ana" Ucap Rama dengan nada bercanda.
"Sayang, berhentilah bergurau darimana saja kamu dari tadi" Ucap ana makin ngeyel ingin tahu.
"Aku hanya pergi menghancurkan serpihan debu" Ucap sambil menarik tangan ana.
"Sayang, apakah debu itu bisa dihancurkan? bukankah debu itu sudah lembut sejak awal?" Ucap ana dengan nada polosnya.
__ADS_1
"Debu ini seperti ini sayangku" Ucap Rama Sambil mencium bibir ana dengan lembut agar tidak bawel lagi.
Nih author up lagi ya😘😘