Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
294.Gara-gara game.


__ADS_3

Makanan mereka belum habis, namun karena mereka merasa sangat kesal, akhirnya mereka langsung pulang kerumahnya.


Sesampainya dirumah!!!!


"Apa yang akan terjadi?"


Didalam mobil.


Di dalam mobil Ana, Via, Alena, mereka bertiga sudah memasang wajah kesalnya sedangkan Ayu tidak, karena Ayu tahu suaminya menjaga Putrinya dengan baik.


Sesampainya dirumah, Ana, Via dan Alena langsung masuk kedalam rumah, kini mereka bertiga langsung menatap tatapan yang begitu membunuh pada suami-suami mereka.


"Perang dimulai." kata Rehan sambil mengedipkan satu matanya.


Rian, Rama dan Bagas langsung memelototi Rehan dengan matanya.


"Dasar Adek tidak punya akhlak." omel Rama pada Rehan.


"Rehan, Kamu tega pada Kita." sambung Rian.


"S*alan Kamu Han, awas Kamu nanti!" kata Bagas sambil memberikan ancaman pada Rehan.


Rehan hanya tersenyum penuh kemenangan, karena sukses membuat para seniornya akan dimarahi oleh-oleh Istri-istri mereka.


"Makanya jagain Anak itu yang benar!" gumam Rehan yang diiringi dengan tawa kemenangannya.


Sambil menggendong Ralin, Rehan langsung berjalan menghampiri Ayu.


"Sayang, pasti Kamu capek." kata Rehan sambil mengambil tas belanjaan dari tangan Ayu.


Setelah tas belanjaannya diambil oleh Rehan, Ayu langsung mengambil Ralin dari gendongan Ralin.


"Sayang, Kamu rewel tidak?" tanya Ayu sambil mencium pipi Ralin.


"Tentu aja tidak, Kan Papa Rehan menjaga Ralin dengan baik, tidak seperti Papa-Papa lainnya malah asik main game." jawab Rehan yang diiringi dengan sindiran.


Kini mata Ana,Via, dan Alena sudah menatap tajam suami-suami mereka, yang sedang duduk di sofa, sedangkan Rehan langsung mengajak Ayu masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang, Kita ke kamar yuk! biarkan mereka menyelesaikan masalah rumah tangga mereka." Rehan mengajak Ayu ke kamar, sambil meledek para seniornya.


Rehan dan Ayu langsung masuk ke kamar, sedangkan Alena langsung berjalan menuju ke tempat Bagas, lalu Alena menjewer telinga Bagas.


"Dasar disuruh jagain Anak, malah asik main game." omel Alena sambil menjewer telinga Bagas.


Kini Alena dan Bagas langsung pulang kerumah mereka, mereka mau menyelesaikan rumah tangga dirumah sendiri.


Via langsung tersenyum penuh arti pada Rian.


"Ayo pulang sekarang!" kata Via dengan nada ketus.


"Sayang, Aku menjaga Vano dengan baik." Rian mencoba menjelaskan pada Via.


"Kau bilang pulang!" tegas Via.


Kini Via dan Rian langsung berjalan pulang menuju kerumahnya.


"Suamiku, masuk kamar sekarang! Kita tidak mungkinkan menyelesaikan masalah Kita diruang keluarga." Kata Ana dengan tatapan yang sudah mengebu-gebu.


Rama langsung mengikuti langkah kaki Ana menuju ke kamar mereka, kini mereka berdua sudah berada dikamar.


Dikamar Rama dan Ana.


Ana langsung mengabil Niah dari gendongan Rama.


"Dasar, Papamu bisanya main game Nak, lain kali Mama tidak akan meninggalkanmu rumah dengan Papamu lagi." omel Ana sambil mengambil Niah dari gendongan Rama dengan agak kasar.


"Kevin mana?" tanya Ana ketus.

__ADS_1


"Kevin tidur sama Mama dikamarnya." jawab Rama dengan nada pelan.


"Lain kali kalau tidak mau jagain Anak bilang, jangan jagain Anak tapi malah asik main game." Ana kembali mengomeli Rama.


Rama hanya terdiam, bagaimanapun dirinya sudah salah dalam hal ini.


"Tapikan Niah tidak menangis sayang." Rama berusaha membela diri.


"Tetap saja, Kamu itu sudah cledor dalam menjag Anak." Ana tidak menerima pembelaan dari Rama.


Iya biar bagaimanapun menjaga Anak itu tidak boleh sembarang, biarpun Anak tidak rewel tetap saja tidak boleh main game.


"Aku minta maaf." Rama meminta maaf pada Ana.


"Mana ponselmu?" tanya Ana dengan tegas.


Rama langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, lalu memberikan pada Ana.


"Wanita itu kalau sudah marah, seperti macam yang mau menerkam mangsanya." gumam Rama.


Ana langsung menerima ponsel Rama dari tangan Rama, lalu Ana langsung mengotak-atik ponsel Rama, kini Ana langsung menghapus beberapa aplikasi game yang ada diponselnya Rama.


"Jangan main game lagi mulai sekarang, Aku tidak mau Kamu melupakan tugasmu sebagai Suami dan juga sebagai seorang Papa, gara-gara game Kamu mengabaikan Anak-anakmu." Ana kembali mengomeli Rama.


Rama langsung berjalan menghampiri Ana, kini Rama langsung memeluk Ana dari belakang.lalu dengan pelan mencium wangi rambut Ana.


"Sayang, jangan marah lagi! Aku janji tidak akan melakukan kecerobohan lagi." Rama berusaha menyakinkan Ana.


Kini Rama langsung membalikan tubuh Ana agar menghadap ke dirinya, lalu dengan rasa yang bersalah Rama langsung mencium kening Ana sambil meminta maaf.


"Cup.... maafkan Aku istriku!" Rama meminta maaf sambil mencium kening Ana.


Ana tersenyum, karena Ana sedang menggendong Niah jadi Ana tidak bisa membalas gerak tubuh Rama, Ana hanya bisa menjawab permintaan maaf dari Rama.


"Aku memaafkanmu Suamiku, tapi jika Kamu mengulanginya lagi, Aku akan menghukummu." Ana menerima permintaan maaf dari Rama, sambil memberikan ancaman pada Rama.


Ram hanya tersenyum, lalu langsung mengambil Niah dari gendongan Ana.


Rama langsung menuntun Ana ke tempat tidur, kini Ana duduk ditepi ranjang sedangkan Rama duduk disampingnya, Ana langsung merebahkan kepalanya di bahu Rama.


"Sayang, Kita harus menjaga Kita keduanya dengan baik." pinta Ana.


"Pasti, Aku pasti akan menjaga kalian dengan baik." sambung Rama.


Kini Rama sudah meminta maaf pada Rama, dan Akhirnya semua game yang ada di ponsel Rama sudah dihapus oleh Ana.


Dirumah Bagas dan Alena.


Alena langsung membawa Kenan ke dalam kamarnya, Bagas terus mengikuti langkah kaki Alena.


"Sayang, Aku minta maaf!" Bagas meminta maaf pada Alena.


Namun Alena malah mengabaikan Bagas, kini Alena sudah duduk ditepi ranjang, lalu Alena langsung membaringkan Kenan ditengah-tengah tempat tidurnya,


"Lain kali Mama, tidak bakal menyuruh Papamu untuk menjagamu lagi Nak, biarkan saja Dia sibuk sama gamenya." kata Alena sambil membaringkan tubuhnya disamping Kenan.


Bagas langsung duduk disamping Alena, Bagas juga terus membujuk Alena agar tidak kesal lagi pada dirinya.


"Sayang, Aku minta maaf! Buat permintaan maaf ku, Katakan Kamu mau apa akan Aku belikan." Bagas terus meminta maaf pada Alena, bahkan sekarang sudah mulai merayunya agar mendapatkan maaf dari istrinya.


Alena langsung membalikkan badannya, menghadap ke Bagas, lalu Alena berkata pada Bagas.


"Aku mau Kamu hapus semua game diponselmu!" tegas Alena dengan tatapan tajam.


Bagas langsung mengambil ponselnya dari dalam sakunya, lalu menghapus semua game yang ada diponselnya.


"Sudah, Aku hapus sayang." kata Bagas sambil menyodorkan ponselnya pada Alena.

__ADS_1


Alena langsung mengeceknya, ternyata Bagas sungguh menghapus semua game yang ada diponselnya.


"Bagus...." kata-kata Alena terpotong.


"Apa itu tandanya, Kamu memaafkanku?" sambung Bagas.


"Belum, kan Aku belum mengatakan Aku minta apa? bukannya Kamu mau membelikan apapun yang Aku mau." jawab Alena dengan senyum liciknya.


Bagas menghela nafasnya, lalu tersenyum pada Istrinya.


"Katakan Kamu mau apa?" tanya Bagas.


"Mau perhiasan keluaran terbaru satu set." jawab Alena dengan begitu lantang.


"Lagian nyebelin disuruh jagain Anak malah main game, biarin aja Aku minta set perhiasan terbaru." gumam Alena dengan senyum licik dihatinya.


Dengan begitu pasrah agar mendapatkan maaf dari Istrinya, Bagas langsung menuruti apa mau Alena yaitu satu set perhiasan keluaran terbaru.


"Akan Aku belikan buat istri tercintaku." jawab Bagas sambil membelai pipi Alena dengan tangannya.


Alena langsung mengembangkan senyumnya, karena Suaminya itu benar-benar laki-laki yang terbaik yang Alena miliki.


Gara-gara main game, Bagas harus menerima hukuman yaitu membelikan satu set perhiasan buat Istri tercintanya.


Dirumah Rian dan Via.


Via dan Rian hanya saling diam, Via juga sudah capek pulang belanja, mau berdebat hanya gara-gara game juga Via berpikir kembali.


"Vi..." Rian mulai membuka suara.


"Hmm..." jawab Via singkat.


"Kamu marah?" tanya Rian dengan begitu hati-hati.


"Apakah itu penting? Aku sudah sering bilang jangan main game terus, apalagi pas lagi jagain Anak." Jawab Via dengan perasaan agak kesal.


Hampir setiap malam Rian main game, ini juga disuruh jagain Anaknya malah asik main game juga.


"Aku minta maaf, Aku janji Aku tidak akan main game lagi." Kata Rian sambil berjanji pada Via.


"Sudahlah, hapus semua game yang ada diponselmu, Aku capek Aku mau istrihat." jawab Via yang langsung beranjak menggendong Vano ke dalam kamarnya.


Rian langsung menghapus semua game yang ada diponselnya, setelah selesai Rian langsung menyusul Via ke kamar.


"*Semuanya gara-gara game." gumam Rian.


Dikamar Rehan dan Ayu*.


Ayu dan Rehan sedang duduk diatas ranjang, Kini Ayu sedang menyusui Ralin, sambil menyusui Ralin Ayu mengomeli Rehan.


"Sayang, lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi, kasian Kak Bagas, Kak Rama dan Kak Rian, pasti mereka sedang diomelin oleh para istri-istri mereka." Ayu mengomeli Rehan.


Ayu tahu suaminya paling suka isengnya diantara yang lainnya, bahkan gara-gara ulah suaminya kini para seniornya pasti sedang disidang oleh Istri-istri mereka.


"Lagian mereka disuruh jagain Anaknya, malah asik main game, ya sudah Aku kerjain saja mereka." jawab Rehan yang diiringi dengan tawa kemenangannya.


Ayu hanya menggelengkan kepalanya, percuma mengomeli suaminya, pasti ada saja jawabannya.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya-karya teman Asti 😊.



__ADS_1




__ADS_2