
Vano senang Niah akan menikah, Namun menikahnya bukan dengan Vano.
"Aku iklhaskan dirimu." Gumam Vano.
Vano bangun dari tempat tidurnya, Lalu Vano berdiri di dekat jendela. Bahkan Vano membuka jendela kamarnya, Membuat Vano merasakan hembusan angin dari luar sana.
Vano yang selama beberapa bulan sibuk diluar negeri, Jadi Vano tidak tahu Niah berpacaran dengan Riko dan sekarang Niah tiba-tiba akan menikah.
"Mungkin, Kalau dari dulu aku menyatakan perasaanku pasti semuanya tidak akan seperti ini," kata Vano, Sambil melihat foto-foto Niah bersama dirinya di ponsel miliknya.
"Lihat dia begitu menggemaskan," kata Vano, Sambil menatap foto Niah yang ada ponselnya, Vano waktu itu mengambil foto Niah secara diam-diam.
Foto ini diambil oleh Vano waktu mereka jalan-jalan bareng ditaman bermain, Bersama Kenan,Kevin dan Ralinsyah.
Visual Raniah.
"Sayangnya, Kamu tidak menjadi istriku," keluh Vano, Yang kembali menyimpan ponselnya dalam saku celananya.
"Sudahlah, Aku bisa gila jika terus-terusan memikirkan calon istri orang," kata Vano, Yang langsung berlalu pergi menuju ke kamar mandi.
Iya dalam menyatakan perasaannya pada Raniah, Mungkin Vano sudah terlambat lagian Vano juga tidak mau merusak hubungan persahabatannya. Akhirnya Vano berusaha iklhas dan mendoakan kebahagiaan Raniah saja.
Dikamar Raniah.
Raniah masih terjaga, Malam ini Raniah tidak tidur karena terus memikirkan calon suaminya.
"Menikah dengan laki-laki asing,"
"Siapa yang tahu ternyata laki-laki yang aku temui di danau hari itu, Ternyata dia adalah laki-laki yang dijodohkan denganku,"
Niah melepaskan ikatan rambut, Lalu langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang begitu empuk.
"Inilah sekanario kehidupanku yang dibuat oleh Papaku sendiri." gumam Niah.
Perlahan-lahan Niah memejamkan matanya, Kini dirinya merasa sangat ngantuk hingga akhirnya Niah tertidur begitu saja.
Keesokkan harinya.
Kenan baru saja pulang lari pagi, Melihat Ralinsyah sedang menyiram tanaman akhirnya Kenan memberhentikan langkah kakinya, Lalu menyapa Ralinsyah.
"Hay Ralin jelek," sapa Kenan dengan jailnya.
Sambil menyiram tanaman, Ralinsyah menoleh kearah suara tersebut. Ralinsyah langsung mengembangkan senyumnya melihat siapa yang menyapanya.
"Calon suamiku," sapa Ralin dengan begitu menggemaskan.
Kenan langsung menggelengkan kepalanya, Lalu berkata pada Ralinsyah.
__ADS_1
"Berhentilah menyebutku dengan sebutan calon suami!" kata Kenan, Yang membuat Ralin hanya terkekeh.
"Kamu kapan pulang calon suamiku?" tanya Ralin, Yang tidak memperdulikan perkataan Kenan.
"Aku pulang semalam jam 2 malam." jawab Kenan, Yang masih berdiri tegak dihadapi Ralinsyah.
"Katanya tidak mau disebut calon suami, Tapi aku kamu menjawab pertanyaan dariku." ledek Ralin, Dengan senyum menggemaskannya.
"Dasar kamu ini, Selalu saja," omel Kenan.
"Lagian apa salahnya sih Ken, Kitakan sudah dijodohkan dari lahir oleh para orangtua kita jadi ya aku panggil saja, Kamu itu calon suamiku," jelas Ralin, Sambil melanjutkan menyiram tanaman.
Iya Kenan dan Ralinsyah memang sudah dijodohkan oleh Rehan dan Bagas, Dari mereka lahir. Walaupun awalnya hanya bercanda tapi akhirnya semuanya sepakat untuk menjodohkan Kenan dan Ralinsyah.
"Terserah kamu saja, Yang penting aku tidak menerima perjodohan ini." tegas Kenan.
"Iya sudah, Yang penting aku sudah terlanjur memasukkan perjodohan ini dalam hatiku." jawab Ralin, Yang kembali tidak memperdulikan ketegasan dari Kenan.
Iya laki-laki yang selama ini dihati Ralinsyah adalah Kenan, Laki-laki yang dijodohkan dengannya selama ini. Namun dalam Perjodohan ini Kenan menolak berbeda dengan Ralin yang menerimanya.
"Sudah aku mau pulang dulu." pamit Kenan dengan raut wajah kesal.
"Hati-hati, Ingat jatuh cinta itu bisa datang kapan saja, Terus kalau nanti aku mencintai laki-laki lain jangan salahkan aku!" kata Ralin dengan begitu lantang.
Kenan hanya mengabaikan perkataan Ralin, Sambil berjalan menuju ke rumahnya.
"Dasar Mama dan Papa itu buat Kenan pusing saja ngurusin gadis manja seperti Ralin." gerutu Kenan dalam hatinya.
Ditaman bermain.
Ditanam bermain yang dulu Rama bangun karena permintaan sang istri, Kini Niah dan Vano duduk disebuah ayunan.
Vano terus menatap wajah cantik Niah, Dalam hatinya kini merasa bahagia namun sayang Niah adalah calon istri laki-laki lain.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Niah, Yang ternyata sedari tadi melihat Vano menatap dirinya dengan tatapan tidak biasa.
"Aku hanya ingin menatapmu lebih lama," jawab Vano, Yang diiringi senyum manisnya.
"Dasar kamu ini, Jangan melihatku terlalu lama nanti kamu jatuh cinta loh," ledek Niah, Yang diiringi dengan tawanya.
Vano hanya tersenyum semanis mungkin.
"Aku memang sudah jatuh cinta padamu, Tapi Aku terlambat menyatakannya," pikir Vano.
"Aku tidak akan mencintai calon istri laki-laki lain," elak Vano, Sambil terus menyunggingkan senyumnya.
"Sudahlah, Aku tidak mau membahas masalah pernikahanku," kata Niah dengan raut wajah kurang bahagia.
Melihat wajah Niah yang kurang bahagia, Membuat Vano bingung. Dalam hati Vano bertanya ada apa dengan Niah?
__ADS_1
"Apa kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Vano sambil menghampiri Niah, Kini Vano sudah duduk menunduk dihadapan Niah.
Niah hanya menggelengkan kepalanya, Niah tidak mungkin bilang jika dirinya menikah karena jodohkan, Niah juga tidak mau membuat Vano khawatir pada dirinya.
"Aku bahagia," jawab Niah, Biarpun dengan terpaksa, Namun bagi Niah ini sudah takdir hidupnya.
"Katakan padaku! jika kamu tidak bahagia datanglah padaku," pinta Vano dengan begitu lembut.
Niah tersenyum, Lalu memegang kedua pipi Vano, Niah bersyukur mempunyai sahabat seperti Vano. Karena begitu perhatian dan sangat menyayanginya..
"Pasti aku akan datang padamu," jawab Niah, Yang membuat Vano langsung mengembangkan senyumnya.
Setelah mengobrol begitu lama, Kini mereka berdua pulang kerumahnya sambil bergandengan tangan, Iya mereka seperti orang sedang pacaran.
Dan orang yang tidak tahu pasti mengira mereka berpacaran.
Kenan dan Ralinsyah sedang duduk di teras depan rumahnya Ralin, Melihat Vano dan Niah bergandengan, Mereka langsung meledeknya.
"Ciee gandengan," ledek Kenan sambil mengedipkan satu dari, Membuat Niah langsung melirik Kenan dengan tatapan tajam, Namun Kenan hanya terkekeh.
"Aku juga mau dong digandeng," sambung Ralin dengan jail.
"Minta digandeng itu sama sih Kenan!" Cetus Niah, Sambil menjulurkan lidahnya pada Ralinsyah.
Ralin dan Kenan mereka berdua itu aneh, Katanya Kenan tidak mau dijodohkan dengan Ralin, Tapi setiap ada kesempatan pasti Kenan ngapelin Ralin.
"Kalian pagi-pagi sudah pacaran," omel Vano dengan lirikan tajam pada Kenan dan Ralin.
"Siapa yang pacaran," elak Kenan.
"Hati-hati lirikan Kak Vano, Seperti macam yang mau menerkam mangsanya," bisik Ralin ditelinga Kenan.
"Itu buktinya setiap kali ada kesempatan pasti Kamu ngapelin Ralin," ledek Vano sambil senyam-senyum.
Akhirnya Niah dan Vano sama-sama mengeluarkan tawa kemenangannya.
"Tidak bisa ngelakkan," cetus Niah yang masih tertawa lepas.
Sedang asik tertawa, Tiba-tiba ada seseorang yang menatap Niah dan Vano dengan tatapan begitu kesal.
Kini tatapan orang itu benar-benar membunuh, Karena tatapannya begitu tajam.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setiaπ
Baca juga ya Kakak-kakak karya Asti yang lain "Amanah Dari Istriku" ππ
__ADS_1
Baca juga karya teman Asti ππ