Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
84. Menunggu


__ADS_3

Rama dan Bagas seperti biasa mendebatkan masalah sepele dikala lagi bersama.


"Haha, tuan tuan semoga nona ana selalu sabar menghadapi tingkah tuan muda yang suka labil" Ucap Bagas dengan nada meledek Rama.


"Dasar sekertaris sialan, mana ada sekertaris yang berani mengolok-olok bos nya sendiri?" Ucap Rama kesal.


"Itu saya tuan, tuan kita sudah sampe" Ucap Bagas.


Rama langsung turun dari mobilnya tanpa menunggu Bagas membukakan pintu mobilnya.


"Ada apa dengan tuan muda? turun dari mobil sangat terburu-buru, tapi sudahlah" Ucap Bagas yang bicara pada diri sendiri.


Diparkiran mobil, Rama langsung masuk kedalam mobil dan menyalakan mobilnya untuk segera menuju alamat tempat istrinya tinggal.


Diperjalanan Rama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ana, setelah beberapa jam sampelah ditempat tinggal Ana. Rama langsung menuju alamat rumah Ana tapi ketika sampe dirumah Ana, tempat itu begitu sepi, berulang kali Rama mengetuk pintu pun tidak ada jawaban.


"Maaf tuan, penghuni rumah ini sedang pergi mengantarkan pesanan kue" Ucap seseorang.


"Maaf ibu, kira-kira mengantarkan kemana ya" Tanya Rama dengan nada sopan.


"Ke alamat komplek B tuan, paling sebentar lagi juga pulang tuan" Jawab seseorang tersebut yaitu tetangga Ana.

__ADS_1


"Terimakasih bu, saya akan menunggunya saja Bu" Ucap Rama dengan nada sopan.


Orang tersebut akhirnya meninggalkan Rama sendirian, Rama yang sangat lelah dan begitu mengantuk akhirnya menyadarkan tubuhnya didepan pintu tempat tinggal Ana dan tanpa terasa mata Rama terpejam Rama pun tertidur sambil menunggu Ana datang.


Ana melangkahkan kakinya dengan semangat karena hari ini Ana mendapatkan banyak pesanan dan menghasilkan banyak uang, Ana tersenyum bahagia. sampelah Ana di depan rumah dan merasa sangat kaget karena melihat suaminya ada didepan pintu.


"Rama bangunlah" Ucap Ana sambil menggoyang tubuh Rama tapi Rama tidak terbangun.


"Aduh, bagaimana aku membawanya masuk kalau dia tidak bangun juga" Ucap ana bicara dengan diri sendiri.


Rama perlahan-lahan membuka matanya dan sangat bahagia melihat ana ada di depan matanya.


"Memangnya kalau bukan aku siapa? apakah berharap aku ini Elina?" Jawab Ana dengan sedikit kesal.


"Berhentilah, menyebut nama Elina" Kesal Rama pada Ana.


"Pulanglah sekarang sudah sangat malam" Ucap Ana menyuruh agar Rama segera pulang.


"Aku tidak akan pulang, aku akan menunggu mu disini" jawab Rama tegas.


"Rama, aku bilang pulanglah" Ucap Ana lagi

__ADS_1


"Kamu masuklah!! aku tidak akan pulang atau pergi dari sini" Ucap Rama pada Ana.


"Baiklah, terserah kamu saja" jawab Ana dengan nada cuek.


Ana langsung pergi masuk meninggalkan Rama didepan pintu sedangkan Rama kembali menyadarkan tubuhnya di depan pintu untuk tetap menunggu Ana.


Didalam rumah Ana.


"Rama, kenapa kamu bersikap seperti ini dan kamu tidak mau pergi dari rumahku" Ucap ana kesal pada diri sendiri dan merasa kasian pada suaminya.


Ana tau suaminya baru pulang kerja dan langsung menuju kesini, pakeannya pun belum ganti Ana memikirkan apakah Rama sudah makan apa belum?


Ana membuka sedikit jendela dan melihat Rama masih ada di depan pintunya.


"Dasar keras kepala" Keluh Ana.


"Bagaimana jika dia sakit, aku bukakan saja pintunya. tapi aku terlalu malas bertemu dengannya saat ini" Ucap Ana bicara dengan diri sendiri.


Namun dia juga suamiku, apakah pantas aku memperlakukan dia seperti ini hati Ana yang merasa bingung membuat Ana berpikir.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2