Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
301.Pengunduran diri Bagas.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Rian dan Via sudah berada dihalaman belakang rumahnya, kali ini Rian sudah membawa gunting untuk memotong rumput sedangkan Via sudah duduk manis sambil memangku Vano.


Sambil memangku Vano, Via juga sudah menyiapkan teh dan cemilan untuk dirinya.


"Kamu cuma buat teh 1 cangkir sayang?" Tanya Rian yang melihat hanya ada satu cangkir teh dimeja kecil dekat Via duduk.


"Hari ini Kamu jadi tukang kebunnya sedangkan Aku jadi Nyonya." ledek Via yang diiringi dengan senyum kemenangan.


Rian hanya diam sambil menahan rasa kesalnya, Apalagi kali ini Rian kalah taruhan bola jadi ya mau tidak mau harus menjalankan hukumannya yaitu memotong rumput belakang rumahnya.


"Sayang, hukumannya Aku ganti dengan ini ya." Rian mencoba memberikan penawaran pada Via, sambil menunjukkan kartu ATM nya yang diambil dari dompetnya.


"Aku tidak mau, Pokoknya Kamu harus memotong rumput!" Tolak Via dengan tegas.


Akhirnya Rian langsung mulai memotong rumput sedangkan Via langsung mengambil foto suaminya yang sedang memotong rumput, lalu mengirimnya ke status salah satu aku sosial medianya.


"Jadi tukang rumput gara-gara kalah taruhan bola."


Rama yang melihat updatan status Via, langsung mengajak Ana dan kedua Anaknya kerumah Via.


"Sayang, Ayo Kita kerumah Via." Ajak Rama.


"Tapi ini masih pagi." protes Ana.


Rama menunjukkan postingan status Via pada Ana, lalu Ana langsung tertawa ngakak.


Akhirnya Rama dan Ana langsung menuju ke rumah Via, Bagas dan Alena juga sudah ada di depan rumah Via.


"Kalian disini juga." tanya Rama.


"Iya, Kita mau lihat suaminya Via memotong rumput." jawab Alena.


Kini mereka mengetuk pintu, namun tidak ada yang keluar karena pintunya tidak dikunci akhirnya mereka masuk, lalu langsung menuju ke halaman belakang.


Via yang sedang duduk kaget, melihat para sahabatnya datang.


"Kalian mengagetkan saja! Ketuk pintu dulu aturan." omel Via yang merasa kaget melihat kedatangan para sahabatnya.


"Kita sudah mengetuknya tapi tidak ada yang keluar, karena pintunya tidak terkunci ya Kita masuk saja." jelas Alena pada Via.


Rama dan Bagas langsung menghampiri Rian, kini dengan jailnya Rama langsung meledek Rian.


"Asik potong rumput." ledek Rama.


Ana dan Alena langsung duduk sambil memangku Anak-anak mereka. Niah dan Vano dibaringkan diatas karpet yang ada didekat mereka duduk.


"Potong terus sampai bersih." ledek Bagas dengan tawanya.


"Kalian minggirlah atau Aku akan memotong adek-adek kecil kalian!"Ancam Rian.

__ADS_1


Kini Rian terus memotong rumput, sedangkan Bagas dan Rama hanya menonton sambil menjaili Rian, membuat Rian sangat kesal.


"Vi kejam banget Kamu sama suami." kata Alena sambil melihat kearah Via.


"Len, Dia yang mengajakku taruhan semalam." jawab Via yang diiringi dengan senyum kemenangannya.


Karena merasa kasian pada Rian akhirnya Rama dan Bagas, membantu Rian memotong rumput.


Sedangkan Istri-istri mereka hanya berperan sebagai Nyonya yang sedang memperhatikan tukang-tukang kebun tampan dihadapan mereka.


"Sekarang mereka kompak." kata Ana.


"Bukan kompak lagi mereka saling menyayangi." sambung Via.


"Iya buktinya satunya sedang dihukum mereka langsung bantuin." tegas Alena.


"Hanya kurang Rehan saja." keluh Via.


"Hari minggu Rehan sedang sibuk dikamar sama Ayu." Cetus Alena.


Rian memotong rumput dibantu oleh Rama dan Bagas.


"Terimakasih sudah membantuku." Rian mengucapkan terimakasih pada Rama dan Bagas.


"Sama-sama, Aku tidak tega melihatmu dihukum." jawab Rama.


"Sama Aku juga merasa sangat kasian." Sambung Bagas.


Rehan dan Ayu.


Rehan dan Ayu tidak datang kerumah Rian dan Via, ternyata mereka sedang pergi jalan-jalan. Hari ini Rehan sengaja mengajak Ayu pergi membeli baju baru, Karena memang Ayu sudah lama tidak membeli baju dan hanya dirumah saja.


Rehan langsung masuk ke salah butik terkenal, Ayu hanya mengikuti langkah kaki Rehan sambil mendorong Ralin yang ada di dorongan bayi.


"Kamu pilih yang Kamu suka!"Rehan menyuruh Ayu memilih berbagai dress yang ada dihadapannya.


Karena suaminya sudah menyuruh Ayu langsung mulai memilih dress-dress cantik yang ada di depannya.


"Apa ini cocok untukku?" tanya Ayu pada Rehan sambil menunjukkan dress panjang pilihannya.


"Cocok, Kamu ambil dua warna ya satu warna Biru dongker sama satunya warna coklat susu." Suruh Rehan.


Ayu langsung menuruti apa kata Rehan, kini ditangan Ayu sudah ada beberapa dress yang Ayu pilih.


Ayu langsung membawa dress pilihannya ke kasir, Setelah dihitung total belanjanya Rehan langsung membayarnya.


Setelah selesai membeli baju Rehan langsung mengajak Ayu pergi ke salon.


Pokoknya hari ini Rehan lagi sibuk manjain Istrinya.


Dirumah Rama dan Ana.

__ADS_1


Rama dan Ana sudah pulang dari rumah Rian. dan Via.


Bagas dan Alena juga ikut kerumah Rama, karena Bagas mau membicarakan sesuatu yang penting pada Rama.


"Sayang, Aku dan Bagas keruang kerja dulu ya." Pamit Rama pada Ana.


"Iya sayang." jawab Ana.


Rama dan Bagas langsung pergi menuju keruang kerjanya Rama, Sedangkan Alena dan Ana mengobrol diruang tengah.


"Ana, Apa Kamu berniat menambah Anak lagi?" tanya Alena sambil melihat kearah Ana.


"Ntahlah Len, Rama minta nambah mulu." jawab Ana.


Kalau masalah Anak mungkin dua cukup untuk Ana, Tapi tidak untuk Rama pinginnya nambah mulu.


"Kalau Aku pingin nambah tapi Bagas nya yang tidak mau." Sambung Alena.


Alena tidak tahu alasannya mengapa Bagas tidak mau menambah Anak lagi, bukannya Bagas menolak untuk punya Anak banyak tapi mengingat waktu Alena melahirkan Bagas benar-benar takut dan Bagas tidak mau kalau kejadian yang sama sampai terulang kembali, yaitu harus memilih antara Anak dan Istrinya.


Diruang kerja Rama.


Rama dan Bagas sudah duduk di sofa yang ada diruang kerajaan Rama.


"Kamu mau bicara apa?" Tanya Rama.


"Tuan, Saya mau mengundurkan diri sebagai Sekretaris Tuan." Kata Bagas sambil menundukkan kepalanya.


Rama merasa kaget mendengar perkataan Bagas, Dengan tatapan wajah yang serius Rama langsung bertanya pada Bagas.


"Apa ada masalah? Apa gaji yang Aku berikan kurang?" Tanya Rama dengan serius.


Bagas tersenyum, Lalu Bagas menggelengkan kepalanya.


"Alena ingin Saya mengurus perusahaannya Tuan." jawab Bagas dengan suara pelan.


"Sungguh! Aku dengan senang hati menerima pengajuan pengunduran dirimu." Seru Rama yang merasa bangga pada Bagas.


Bagas menatap Rama dengan tatapan bingung.


"Apa sebahagia itu Tuan, Saya mengundurkan diri?" Tanya Bagas pelan.


"Bahagialah, Kamu mengundurkan diri untuk menjadi sukses jadi Aku tidak akan menghalangimu." jelas Rama yang diiringi dengan senyum manisnya.


Akhirnya Rama menerima pengunduran diri Bagas sebagai sekretarisnya.


Kini Rama dan Bagas saling berpelukan untuk salam perpisahan mereka, Bagas juga sudah menyiapkan penganti dirinya untuk menjadi Sekretaris Rama selanjutnya.


Bersambung🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


Mau minta saran dari para pembaca setia, Untuk cerita Anak-anak mereka baiknya dilanjutin disini atau dibuat baru?


__ADS_2