
4 hari kemudian.
papi dan mami sudah pulang dari luar negeri untuk menghadari acara wisuda Rehan. tepat pada hari ini acara wisuda Rehan dilaksanakan.
Ana dan mami sudah sibuk dari pagi subuh karena harus merias diri sampai-sampai Rama harus membawa tukang salon langganannya kerumah untuk merias istrinya dan maminya.
acara wisuda Rehan dimulai jam 8 pagi sampai selesai. rehan sudah berangkat dari jam 6 pagi tadi dan yang lainnya nanti menyusul.
"Ana bagaimana mami sudah cantik?" tanya mami yang baru saja selesai dirias.
"Sangat cantik mami" jawab Ana
Sekarang giliran Ana yang dirias sedangkan mami sudah rapi. setelah beberapa lama ana sudah selesai dirias.
Rama yang sedang duduk melihat langsung bangun menghampiri istrinya yang sudah selesai dirias.
"Sayang, kamu cantik sekali" puji Rama.
"Terimakasih sayang" jawab Ana.
Papi baru saja keluar dari kamarnya.
"Apa mami dan istrimu sudah selesai Rama, sekarang sudah hampir jam setengah 7 pagi ayo kita berangkat" ajak papi.
Mami dan Ana yang sedang berdiri berdampingan, menjawab pertanyaan papi dengan begitu kompak.
"Kita sudah siap papi" jawab mami dan Ana bersamaan.
"Mami sudah cantikan Pi? tanya mami
"Mami selalu cantik buat papi" jawab papi.
Setelah semuanya siap, mereka semuanya berangkat ke acara wisuda Rehan dengan satu mobil dan kali ini yang menyetir Rama. Rama duduk ditempat pengemudi, Ana duduk disamping Rama sedangkan papi dan mami duduk dibelakang.
Rama melajukan mobilnya menuju tempat Rehan wisuda dengan cepat. Rama juga sudah menyuruh supirnya untuk menjemput Ayu dirumahnya.
Dirumah Ayu.
Ayu sudah siap, supir yang sudah ditugaskan oleh Rama juga sudah siap dari pagi di depan rumah Ayu.
"Mama, Ayu berangkat dulu ya" pamit Ayu pada ibunya.
"Iya nak, kamu hati-hati ya sampaikan salam mama pada nak Rehan" jawab mama Ayu.
Ayu menyalami punggung tangan mamanya untuk berpamitan, setelah selesai berpamitan Ayu langsung menuju ke mobil yang sudah menunggunya.
"Maaf ya pak, menunggu lama" ucap Ayu dengan begitu sopan.
"Tidak apa-apa nona, silahkan masuk nona Ayu!!" jawab pak Ari, sambil membukakan pintu mobilnya agar Ayu masuk.
"Terimakasih pak" ucap ayu dengan lembut.
"Sama-sama nona" jawab pak Ari.
__ADS_1
Pak ari langsung melajukan mobilnya ke tempat acara wisuda Rehan, karena Rama juga tadi sudah memberikan alamatnya.
Ditempat acara wisuda Rehan.
Rama, Ana, Mami dan Papi sudah sampai, mami dan papi langsung masuk ke tempat gedung acara wisuda sedangkan Ana dan Rama menunggu Ayu di mobilnya.
"Sayang, Ayu sudah dekat?" tanya Ana.
"Sebentar lagi sampai" jawab Rama.
Tidak berapa lama Ayu sampai dan langsung turun dari mobilnya. Rama dan Ana keluar dari mobil untuk segera menghampiri Ayu yang baru datang.
"Kak Rama, Ana!!" panggil Ayu.
"Ayu" Sahut Ana.
Mereka bertiga sengaja tidak masuk gendung karena hanya kedua orang tua yang boleh masuk, jadi Rama, Ana dan Ayu menunggu Rehan,Mami dan Papi direstauran yang ada digendung itu.
"Kalian pesan makanan saja, aku tau kalian pada belum sarapan!!" suruh Rama, yang memang tadi tidak sempat untuk sarapan dulu.
Akhirnya Ayu dan Ana memesan beberapa menu makanan, mereka memakannya sambil menunggu Rehan selesei acara.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, acara wisuda sudah selesai hanya saja Rehan sedang berfoto-foto dengan semua teman-teman kampusnya.
Ayu juga sudah menunggu Rehan dan membawa buket bunga yang begitu indah untuk Rehan.
Setelah beberapa lama mami dan papi datang, Ayu juga langsung pergi menyapa kedua orang tua Rehan.
"Mami, Papi apa kabar" tanya Ayu dengan sopan.
"Baik nak" jawab Mami yang langsung memeluk Ayu dan mencium kedua pipi Ayu.
Tiba-tiba Rehan datang.
"Mami itu punya Rehan!!" Rehan merajuk.
Namun mami malah melempar senyum pada Rehan.
"Kalau mami tidak merestui kalian, maka Ayu tidak akan jadi milik kamu Rehan" ucap mami kesal, karena Rehan merajuk gara-gara mami memeluk Ayu.
"Mami, Rehan hanya bercanda" alasan Rehan.
Rehan langsung mehampur kepelukan papinya.
"Papi, Rehan lulus dengan nilai terbaik tadi papi dengarkan?" ucap Rehan membanggakan dirinya sendiri.
"Iya iya selamat ya nak" jawab papi sambil membalas pelukan Rehan.
Setelah memeluk papinya Rehan, beralih memeluk maminya, memeluk Rama, Memeluk Ana, mereka semuanya mengucapkan selamat pada Rehan apalagi Rehan berhasil mendapatkan nilai terbaik dikampusnya itu menjadi suatu kebanggaan bagi orangtua Rehan.
Dan yang terakhir Rehan memeluk Ayu.
"Terimakasih sudah datang sayang" ucap Rehan, ayu memberikan buket bunga yang bawahnya pada Rehan.
__ADS_1
Namun Rehan malah menyuruh Rama memegang buket bunga tersebut.
"Hey apa-apaan ini?" kesal Rama.
"Kak, peganglah sebentar bunganya" Jawab Rehan.
Rehan merogok kantong celananya dan mengambil benda kecil yang dari kemarin sudah disiapkan. tiba-tiba Rehan duduk agak jongkok dihadapan Ayu membuat Ayu kaget.
"Rehan, bangun apa yang mau kamu lakukan?" tanya Ayu.
"Mengabulkan impianmu" jawab Rehan, yang sudah membuka benda kotak kecil yang berisi cincin berlian.
"Ayu, menikahlah denganku!!" ucap Rehan.
"Mami tidak percaya Pi!!" ucap Mami.
"Sama Mam, tapi baguslah mam jadi nanti cucu kita cepat banyak" bisik Papi dengan ditelinga Mami.
"Ayu terima Rehan" ucap Ana penuh harap.
"Dasar bocah tengil, bisa-bisanya dia tidak melibatkan aku dalam rencananya" kesal Rama.
Ayu hanya diam saja karena masih merasa terkejut.
"Ayu kenapa, kamu diam saja? kamu tidak boleh menolakku di depan semua keluargaku!!" ucap rehan penuh harap.
Namun sebelum Ayu menjawab pertanyaan Rehan, Ayu meminta izin pada orangtua Rehan.
"Maaf Mami, Papi, apa Ayu boleh menerima Rehan?" Tanya Ayu ragu.
"Ayu, kenapa kamu meminta izin pada kami nak? tentu saja kami akan mengizinkannya" ucap Mami dengan begitu tulus.
"Benar nak apa kata Mami" timpal Papi.
Dengan senyum yang begitu bahagia Ayu langsung menjawab pertanyaan Rehan dengan begitu yakin.
"Rehan, aku tidak akan menolakmu di depan semua keluargamu!! namun aku akan menerimamu di depan semua keluargamu Rehan" jawab Ayu, yang sudah meneteskan air matanya karena merasa sangat bahagia sekali untuk hari ini.
Hari dimana menjadi hari sepecial buat Rehan karena gelar sarjananya dan menjadi hari yang bahagia buat Ayu juga karena Rehan melamarnya dihadapan semua keluarganya.
"Terimakasih Ayu, hari aku sudah mengabulkan impianmu untuk dilamar secara romantis biarpun tidak di dekat pantai" jawab Rehan, penuh sindiran karena Ayu waktu Bagas melamar Alena. Ayu sangat iri pada mereka.
"Oh jadi ini semua gara-gara Bagas dan Alena" Celutuk Rama tiba-tiba, yang memang tau arah pembicaraan sang adik.
Ayu tersenyum malu, mami, papi dan ana saling melemparkan senyum kepada Ayu dengan bahagia.
Rehan mengambil cincin didalam kotak kecil yang dibawahnya dan langsung memasangkan dijari manis Ayu.
"Mami, Papi, Rehan siap menikah" Ucap pada Mami dan Papinya. sambil memasang cincinnya Kejari manis Ayu.
Mami dan papi hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan sikap anak bungsunya saat ini, namun mereka juga merasa sangat bahagia karena Rehan memilih menikah daripada pacaran lama-lama.
Bersambung ..
__ADS_1
Terimakasih buat semuanya 🙏🙏😘😘