Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
225. Tempat kerja.


__ADS_3

Rehan yang merasa kesal karena gosip yang beredar dikantornya tentang dirinya dan Rahel akhirnya Rehan langsung pergi menemui Rahel diruangannya.


Rehan menuju keruangan Rahel dengan perasaan yang begitu kesal.


Rehan langsung membuka pintu ruangan Rahel dengan begitu kasar.


"Rahel..!!" teriak Rehan.


Rahel melihat kearah Rehan.


"Rehan sayang, pelankan suaramu!!" pinta Rahel, dengan nada begitu genit.


Rehan menatap Rahel dengan tatapan penuh amarah.


"Kenapa kamu menyebarkan gosip tidak benar?" tanya Rehan, yang sudah dipenuhi Rasa amarah.


"Aku hanya melakukan ancamanku!!" jawab Rahel dengan santai.


"Dasar wanita murahan, berhentilah mengganggu!!" kesal Rehan, yang kini langsung pergi meninggalkan ruangan Rahel.


Rehan tidak ingin terlalu lama diruangan Rahel karena takut tidak bisa menahan amarahnya dan akan melakukan hal yang tidak diinginkan.


Rehan menjatuhkan tubuhnya di depan toilet, Bagas yang baru keluar dari kamar mandi akhirnya menghampiri Rehan.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Bagas.


"Kak Bagas!!" kata Rehan, dengan nada terkejut.


"Bangunlah, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Bagas, ingin tau.


Rehan bangun dari duduknya, Bagas langsung merangkul Rehan untuk menuju keruangan.


Diruangan Bagas.


Bagas dan Rehan duduk disofa, mereka duduk berdampingan.


"Kamu kenapa?" tanya Bagas.


"Aku hanya merasa kesal dengan gosip yang Rahel sebarkan dikantor kak" jelas Rehan.


Bagas menepuk bahu Rehan.


"Percepatlah pernikahanmu, agar masalahmu beres dan Rahel tidak akan menganggumu lagi!!" saran Bagas.


"Benar kata kak Bagas, aku akan percepat pernikahanku saja lagian itu juga lebih baik" jawab Rehan, yang menerima saran Bagas dengan senang hati.


"Aku keruanganku dulu ya kak" pamit Rehan, yang sudah bangun dari tempat duduknya.


"Iya Han" jawab Bagas.


Setelah mendapat saran dari Bagas, akhirnya Rehan langsung pergi dari ruangan Bagas untuk segera kembali keruangannya.


Ana hari mengajak Alena berkunjung ke tempat kerja Ayu, karena dirumah merasa jenuh sekali.


*Pesan untuk Alena.


Alena, ayo temanin aku ke tempat kerja Ayu!!


Alena membaca pesan dari Ana.


*Balas Alena.


Baiklah, ayo Aku temanin.


Ajak Via juga, biar rame.


*Balas Ana.


Baiklah, aku coba ajak Via juga.


Setelah mengirim pesan untuk Alena, kini Ana mengirim pesan untuk Via.


*Pesan untuk Via.

__ADS_1


Via, Aku dan Alena mau berkunjung ke tempat kerja Ayu. Apa kamu mau ikut?


Via membaca pesan dari Ana.


*Balas Via.


Maaf Ana, Aku tidak bisa ikut soalnya Rian sedang dirumah.


Balas Ana.


Oke Via, Salam buat kak Rian ya!!


Balas Via.


Oke Ana, aku sampaikan.


Alena sudah bersiap sekarang sedang berjalan kerumah Ana, tidak butuh waktu lama akhirnya Alena sampai di depan rumah.


"Tok..tok.. Ana!!" panggil Alena, sambil mengetuk pintu.


Ana yang sedang duduk diruang tengah, mendengar ketukan pintu akhirnya Ana keluar.


"Ceklek!!" Ana membuka pintu.


"Alena" panggil Ana, yang langsung menghambur ke pelukan Alena.


Alena membalas pelukan dari Ana.


"Ayo berangkat sekarang, bagaimana dengan Via?" tanya Alena.


Ana melepaskan pelukannya dari Alena.


"Ayo, Via tidak bisa ikut soalnya kak Rian ada dirumah" jelas Ana.


Akhirnya mereka berdua langsung berangkat menuju ke tempat kerja Ayu dengan diantarkan oleh supir pribadi yang sudah sediakan oleh Rama, untuk mengantarkan istrinya kemana saja.


Rama tidak pernah membatasi kegiatan Ana, ntah Ana mau pergi jalan-jalan atau kemanapun Rama tidak akan melarangnya, asalkan Ana izin pada Rama.


Ana sedang sibuk dengan ponselnya, karena sedang mingirim pesan untuk suaminya.


Pesan buat Rama.


Rama, hari ini Aku pergi dengan Alena untuk berkunjung ketempat kerja Ayu.


Rama membaca pesan dari Ana


Balas Rama.


Iya kamu hati-hati ya.


Apa nanti mau aku jemput?


Balas Ana.


Tidak usah, Aku pergi diantar supir.


Nanti aku akan pulang sebelum kamu sampai rumah.


Balas Rama.


Baiklah sayang, kabari Aku jika terjadi sesuatu.


Balas Ana.


Siap komandan!!


Ana sudah berpamitan dengan suaminya, jadi tenang biarpun pergi-pergi yang penting Rama tau kemana Ana pergi.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya sampailah ditempat kerja Ayu.


Ana dan Alena sudah turun dari mobil.


Ana bengong menatap tempat kerja Ayu, yang tidak lain ini juga bekas tempat kerja Ana sebelum Ana menikah dengan Rama.

__ADS_1


"Ana, kamu kenapa bengong?" tanya Alena.


"Alena, ini adalah tempat kerja dulu, tempat ini juga punya banyak kenangan" cerita Ana.


Ana mengandeng tangan Alena untuk masuk kedalam tempat kerja Ayu.


"Apa kamu sebelumnya, pernah bekerja?" tanya Alena, yang memang tidak tau tentang Ana. apalagi Alena terhitung masih baru kenal dengan Ana.


Ana terkekeh mendengar pertanyaan Alena.


"Alena, aku ini hanya gadis miskin dulu aku setiap harinya bekerja ditempat ini. Aku mulai berhenti bekerja setelah menikah dengan Rama" cerita singkat Ana pada Alena.


"Maaf Ana, aku tidak tahu" Alena merasa tidak enak, karena tanpa sengaja sudah mengingatkan akan masalalu Ana.


"Tidak apa-apa, ayo kita temui Ayu!!" ajak Ana dengan senyum manisnya.


"Aku tidak menyangka ternyata Ana adalah gadis biasa, aku kira seorang tuan muda seperti Rama akan memilih gadis yang sepadan dengan dirinya. ternyata seorang gadis biasa dari keluarga miskin. Aku salut sekali denganmu Rama"Alena memuji rama dalam hatinya.


Ana langsung menuju ke kasir.


"Ayu" panggil Ana.


Ayu yang mendengar suara Ana, langsung menghampirinya.


"Vini, tolong jaga kasir sebentar ya" Ayu meminta tolong pada Vini, yang tidak lain adalah teman kerja Ayu.


"Siap Ayu!!" jawab Vini.


Ayu langsung berlari memeluk Ana dan Alena.


"Kalian, kenapa tidak bilang dulu?" tanya Ayu, yang langsung menarik tangan Ana dan Alena untuk duduk.


"Sengaja, lagian aku kangen sama kamu dan teman-teman yang lainnya juga" jawab Ana, karena setelah menikah dengan Rama, Ana tidak pertama berkunjung ketempat kerjanya.


Bukannya Ana tidak mau berkunjung ketempat kerjanya, hanya saja Rama tidak pernah mengajaknya.


"Tunggu, aku ambilkan minum dan makanan kesukaanmu ya, oh iya Alena kamu mau minum apa biar Aku bikinkan sekalian" kata Ayu, dengan senyum manisnya.


"Sama saja dengan Ana" jawab Alena.


Ayu langsung masuk kedalam, untuk membuatkan minuman dan makanan untuk Alena dan Ana.


Setelah beberapa menit Ayu keluar dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk kedua sahabatnya.


"Silahkan dinikmati" suruh Ayu, yang sudah menaruh makanan dan minuman diatas meja.


Ana, Alena, Ayu menikmati makanan dan minuman sambil asik mengobrol.


"Ayu kamu kapan menikah?" tanya Alena.


"Secepatnya" jawab Ayu, yang tidak mau menyebutkan tanggal karena takut ada perubahan.


"Pasti lucu nanti kalau kita sudah punya anak" kata Ana.


"Mudah-mudahan anak-anak kita tidak seperti bapaknya" celetuk Alena, karena selalu melihat suaminya selalu berdebat dengan Rama, Rehan dan Rian setiap kali bertemu.


"Pasti akan lucu" timpal Ayu.


"Jadi pingin cepet-cepet hamil" saut Alena.


"Semangat bikinnya!!" ucap Ana dengan begitu jail.


"Aku mau cepet-cepet nikah" ucap Ayu.


"Akan ku sampaikan nanti pada Rehan" jawab Ana.


Obrolan yang sedang asik, namun hari sudah semakin sore Ana dan Alena harus segera pulang sebelum suami mereka pulang dari kantor.


Akhirnya Ana dan Alena berpamitan dengan Ayu untuk segera pulang.


Ana dan Alena sudah naik ke dalam mobil, kini supir melakukan mobil menuju rumah mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2