
Bagas menjawab pertanyaan Rian dengan nada bahagia.
"Aku kesini untuk memberikan undangan pernikahanku dengan Alena" jawab Bagas dengan nada bahagia.
"Cie.. yang mau nikah" ledek Via.
"Asik sebentar lagi halal!!" timpal Rian.
"Ini undangan dari kita!!" ucap Alena, sambil memberikan undangan yang ada ditangannya.
"Terimakasih, nanti kami pasti akan hadir!!" jawab Via, sambil menerima undangan dari tangan Alena.
Rian tersenyum jail pada Bagas.
"Tuan Rian kenapa?" tanya Bagas bingung.
"Kebetulan kamu datang, ayo temanin aku memanjat pohon mangga!!" ajak Rian, sambil mengedipkan matanya ke Bagas.
Bagas tersenyum kesal, melihat sikap Rian.
"Tuan, sebenarnya kamu ini kenapa?" tanya Bagas, yang sudah merasa jijik dengan sikap Rian pada dirinya.
Via dan Alena saling melempar senyum.
"Via, apa yang terjadi pada dirimu? kenapa Rian ingin memanjat pohon mangga?" tanya Alena penasaran.
Via tersenyum malu.
"Aku hamil Alena!! aku pingin mangga muda tapi aku maunya punya tetangga sebelah yang baru tumbuh, aku mau suamiku yang memanjat pohon mangganya secara langsung" jawab Via dengan nada lembut.
Alena hanya tertawa mendengar Via bicara.
"Selamat ya Via!!" ucap Alena.
"Terimakasih Alena" jawab Via.
Alena duduk mendekati Bagas dan sekarang sudah merangkul tangan Bagas dengan mesra.
"Sayang, kamu ini kenapa?" tanya Bagas kesal, melihat Alena bersikap manja didepan Via dan Rian.
"Sayang bantulah suami Via memanjat pohon mangga, kasian Via sedang hamil!!" rayu Alena pada Bagas.
Bagas menatap Rian penuh rasa kesal, namun Rian menatap Bagas dengan tatapan memohon.
"Bagas ayolah!!" rengek Rian.
Bagas akhirnya menuruti Rian untuk menemaninya memanjat pohon mangga.
Via tersenyum bahagia kepada Alena.
Akhirnya mereka berempat menuju kerumah tetangga sebelah.
Sampailah dirumah tetangga sebelah.
"Permisi!!" ucap Rian.
tetangga sebelah yang kebetulan sedang berada didepan rumah akhirnya keluar.
"Pak Rian?" sapa Pak Edi.
"Ada apa pak?" tanya pak Edi.
"Pak saya mau minta mangga mudanya, tapi saya mau memanjat sendiri pohon mangganya!!" ucap Rian dengan penuh harap.
Pak Edi tersenyum.
__ADS_1
"Silahkan pak, petik saja!!" jawab pak Edi.
Akhirnya Rian dan Bagas masuk ke halaman rumah pak Edi. pak Edi pergi meninggalkan mereka berempat karena memang ada acara dengan istrinya.
"Pak Rian, bu Via kita tinggal dulu!! pak Rian petik saja mangganya!!" ucap pak Edi.
"Baik pak, terimakasih ya pak!!" jawab Rian dan Via bersamaan.
"Iya pak sama-sama" jawab pak Edi.
Pak Edi dan Istrinya menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sedangkan Rian dan Bagas sedang berusaha memanjat pohon mangga sambil membawa plastik.
"Sayang berjuanglah demi anak kita!!" ucap Via berusaha memberikan semangat untuk suaminya.
"Bagas kamu juga semangatlah, nanti kita bikin rujak dirumah!!" ucap Alena.
Bagas yang sudah berada diatas pohon hanya menggelengkan kepalanya.
"Bagas, petik mangga yang itu!!" suruh Rian, yang kini sama sudah berada diatas pohon juga.
Bagas memetik mangga yang ditujukan oleh Rian.
"Tangkap tuan!!" suruh Bagas.
"Jangan bercanda Bagas, takutnya malah jatuhin kepala istri kita dibawah!!" kesal Rian.
Bagas dan Rian saling bercanda diatas pohon.
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Via dan Alena.
Namun Bagas dan Rian mengabaikan pertanyaan kedua wanita tersebut.
"Bagas ayo turun!! ini sudah penuh mangganya di dalam plastik" ajak Rian.
Akhirnya Rian dan Bagas turun dari pohon mangga, karena dirumah pak Edi tidak ada orang akhirnya mereka berempat kembali kerumah tanpa mengucapkan terimakasih.
Via dan yang lainnya pulang menuju Kerumahnya, Via dan Alena sedang menyiapkan mangga dan membikin sambel.
"Rasanya aku tidak sabar ingin menikmati mangga muda yang dipetik oleh suamiku!!" ucap Via dengan begitu senang.
Alena tersenyum sambil mengupas mangga.
Diruang tengah.
"tuan Rian, besok istrimu ngidam apalagi ya?" tanya Bagas, sambil tertawa mengingat hari ini Via ngidam mangga tetangga sebelah dan harus suaminya yang memetiknya langsung.
"Ntahlah Bagas, mudah-mudahan ngidamnya yang gampang-gampang saja!!" jawab Rian, penuh harap.
Bagas hanya tertawa.
"Sabar baru anak pertama!!" ledek Bagas.
"Nanti kamu akan merasakan!!" saut Rian kesal, karena Bagas meledeknya.
Via keluar membawa piring yang berisi mangga muda yang sudah dikupas sedangkan Alena sudah membawa satu mangkok sambal dan 1 botol ukuran 1 liter air dingin.
"Berhentilah kalian mengobrol, ayo kita makan rujak bersama" ajak Via dan Alena bersamaan.
Alena dan Via menaruh semuanya diatas meja.
Via memakan mangga muda tanpa sambel dengan begitu lahap, Alena dan yang lain yang melihat Via menatap Via bingung.
"Mangga ini begitu asam" ucap Bagas.
"Kamu benar!!" timpal Rian.
__ADS_1
"Aku tidak sanggup, ini begitu asam!!" jawab Alena.
Mereka bertiga menatap Via bersamaan.
"Apa kamu tidak merasa asam? tanya mereka bertiga bersamaan.
"Tidak sama sekali, aku jadi tidak mual lagi!!" jawab Via.
Akhirnya Rian, Bagas dan Alena hanya melihat Via menikmati mangga muda yang dipetik oleh suaminya dan Bagas.
Dirumah Rama.
Rama baru saja pulang kantor sedangkan Rehan sudah pulang lebih dulu. karena diruang keluarga sepi akhirnya Rama langsung menuju ke kamarnya.
Ana sedang membereskan kamarnya.
"Sayang!!" panggil Rama.
Ana langsung menengok ke arah Rama.
"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Ana lembut.
"Sudah, oh iya ini undangan pernikahan dari Bagas!!' ucap Rama, Rama menaruh undangan tersebut diatas meja dekat ranjang tempat tidurnya.
Ana membuka undangan tersebut dan membacanya.
"Kamu mandi dululah sayang!!" suruh Ana, sambil membaca undangan dari Bagas.
"Iya sayang, berikan undangan yang satunya untuk Rehan" suruh Rama.
Akhirnya Rama pergi mandi sedangkan Ana pergi menuju ke kamar Rehan.
Ana berjalan menuju kamar Rehan.
Dikamar Rehan.
"Tok..tok.. Rehan ini kak Ana!!" panggil Ana sambil mengetuk pintu kamar Rehan.
"Iya kak, buka aja pintunya tidak dikunci!!" saut Rehan.
Ana membuka pintu kamar Rehan.
Rehan sedang sibuk dengan laptopnya.
"Rehan, ini undangan pernikahan dari Bagas dan Alena!!" ucap Ana.
"Iya kak" jawab Rehan, sambil menerima undangan tersebut dari tangan Ana.
Ana pergi meninggalkan kamar Rehan dan langsung menuju ke kamarnya.
Rama baru saja selesai mandi dan sekarang sudah rapi dengan baju setelan rumahan.
"Kamu sudah selesai sayang?" tanya Ana.
"Sudah, kemarilah sayang!!" suruh Rama, yang meminta Ana untuk mendekat ke dirinya.
Ana menghampiri suaminya, sekarang Ana duduk di dekat suaminya.
"Sayang kandunganmu sudah masuk 6 bulan, nanti acara 7 bulanan di panti asuhan kan?" tanya Rama memastikan.
Ana tersenyum pada Rama.
"Iya sayang, nanti dipanti aja kita adakan acara 7 bulanannya!!" jawab Ana dengan nada senang.
Ana ingin mengajari anaknya dengan hal baik dari sekarang, itulah mengapa ana mau mengelar acara 7 bulanannya di panti asuhan terlebih lagi panti asuhan adalah tempat Ana dan Rama bertemu.
__ADS_1
Bersambung