
Keesokan harinya kemudian, Rama dan Rehan libur kerja.
Ayu dan Rehan sudah sibuk di dapur kini mereka sedang memasak sarapan pagi bersama.
"Rehan, jangan dipotong seperti itu wortelnya"kesal Ayu, yang melihat suaminya memotong wortel dengan ukuran besar.
"Lalu bagaimana?" tanya Rehan.
"Sini biarku ajarkan" saut Ayu, yang langsung mengambil pisau yang dipegang oleh suaminya.
"Seperti ini memotongnya, sayangku" kata Ayu dengan begitu lembut.
"Baik-baiklah sini biar Aku yang lanjutkan" pinta Rehan, yang mengambil alih pisau yang ada ditangan istrinya.
"Jangan sampai salah lagi!" omel Ayu.
"Siap Tuan putri!" jawab Rehan, sambil mencium pipi Ayu dengan lembut.
Rama dan Ana baru turun dari kamarnya, mereka melihat Rehan dan Ayu saling melempar senyum.
"Anak ingusan" kata Rama.
"Kapan Rehan pulang?" tanya Ana yang tidak kapan Rehan pulang dari luar negeri.
"Dia pulang semalam, sayang" jawab Rama.
Didapur.
Rehan sedang memotong sayuran sedangkan Ayu sedang membuat menu lainnya.
Rama dan Ana menghampiri Rehan dan Ayu.
"Cie... yang kemarin galau terus sekarang udah masak bardua aja" Ledek Ana dengan tertawa jailnya.
"Iya padahal kemarin-kemarin, mukanya ditekuk mulu" timpal Rama, yang juga ikut meledek Ayu.
Rehan melihat Ayu, lalu tertawa.
"Rehan, kenapa kamu tertawa?" kesal Ayu, yang saat ini pipinya sudah mulai merah.
"Hanya lucu saja mendengarnya" saut Rehan.
Rama tiba-tiba menghampiri Rehan, lalu menjewer telinga Rehan sesuai omelannya kemarin waktu sedang kesal.
"Dasar Anak ingusan, tega-teganya kamu membuat istri kawatir beberapa hari ini, bisa-bisanya kamu tidak memberi kabar pada istrimu selama diluar negeri" omel Rama, yang kini sudah menjewer telinga Rehan dengan begitu keras.
Rehan memlirik ke wajah Rama.
"Auuhh.." rintih Rehan.
"Sakit kak Rama lepaskan, maafkan Aku" kata Rehan, dengan wajah memelas.
"Jewer saja kak, kalau perlu lebih keras" kata Ayu dengan penuh semangat.
"Ayu...." omel Rehan.
Ana menggelengkan kepalanya, melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Sudah-sudah, Rama lepaskan! kasian Rehan" kata Ana, sambil melirik kearah Rama.
Rama melepaskan tangannya dari telinga Rehan.
"Kak Rama, kenapa kamu kejam sekali pada Adik sendiri" omel Rehan pada Rama.
__ADS_1
"Itu hukuman untukmu, karena kamu sudah membuat Ayu gelisah beberapa hari ini" kata Rama dengan tatapan tajam kearah Rehan.
"Kan sengaja kak, Aku ingin memberikan Ayu kejutan soalnya" kata Rehan, yang membela dirinya sendiri.
"Kejutan macam apa, yang sampai membuat istrinya gelisah sepanjang malam" omel Rama dengan begitu kesal.
Ana dan Ayu saling melempar senyum, lalu langsung pergi meninggalkan suami-suami mereka ke meja makan untuk menyiapkan masakan yang sudah matang.
Dimeja makan.
"Ana, mereka seperti Anak kecil yang sedang rebutan permen sekarang" kesal Ayu, yang sudah duduk dikursi meja makan.
Ana tertawa mendengar perkataan Ayu.
"Sudahlah Yu, mereka memang selalu seperti itu" timpal Ana, sambil menggelengkan kepalanya.
Ana dan Ayu saling melihat kearah suami-suami mereka.
"Apa kalian, akan terus berdebat" omel Ana.
"Rehan, sarapan dulu" pinta Ayu dengan nada lembut.
"Sudahlah Kak, ayo kita sarapan dulu! kita juga butuh tenaga untuk melanjutkan perdebatan kita" kata Rehan, sambil merangkul pundak Rama.
Kini Rama dan Rehan langsung pergi menuju ke meja makan, keduanya sudah duduk dikursi meja makan.
Tiba-tiba Bagas dan Alena datang.
"Tok...tok...." Bagas mengetuk pintu.
"Siapa pagi-pagi sekali datang bertamu?" tanya Rama.
"Tidak tau kak, biar Aku bukakan pintu dulu" jawab Rehan, yang langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menuju ke depan untuk membukakan pintu.
Melihat Bagas dan Alena yang datang dengan begitu jailnya, Rehan kembali menutup pintunya, namun Bagas menahan dengan satu kakinya.
"Dasar tidak sopan" omel Bagas pada Rehan.
"Sengaja biar kak Bagas nabrak pintu" ledek Rehan dengan tawanya.
Bagas dan Alena langsung masuk tanpa menunggu Rehan mempersilahkannya masuk.
"Aku belum menyuruh kalian masuk" protes Rehan, yang berjalan dibelakang Bagas dan Alena.
Bagas dan Alena menuju ruang makan, Rehan mengikuti langkah kaki mereka.
"Ada tamu tidak diundang" Ledek Rama.
"Mau apa kalian pagi-pagi kesini?" tanya Rama.
"Mau numpang sarapan bareng" saut Bagas.
Bagas menarik satu kursi agar Istrinya duduk.
"Duduklah sayang!" pinta Bagas dengan begitu lembut.
"Heee apa-apaan kalian ini?" protes Rehan.
"Istriku tiba-tiba meminta sarapan dirumah kalian jadi Aku bawa saja kesini" kata Bagas dengan penuh penjelasan.
"Ana, Ayu maaf ya! Aku pingin sarapan bareng kalian soalnya" kata Alena dengan nada lembut.
"Alena, Apa yang kamu katakan? kamu tidak perlu meminta maaf" kata Ana sambil tersenyum pada Alena.
__ADS_1
"Iya Len, Ayo sarapan bareng Aku juga kebetulan masak banyak" timpal Ayu.
"Kalian berhentilah berdebat!!" pinta Ana.
Akhirnya mereka berempat sarapan bersama dengan penuh kenikmatan. setelah selesai sarapan Bagas dan Alena tidak langsung pulang mereka main dulu dirumah Rama.
Kini mereka berempat duduk diruang keluarga sambil menonton televisi.
"Ayu kita pergi berlibur lagi!" ajak Alena.
"Perut Aku sudah besar Len, jadi mau pergi jauh-jauh males" jawab Ana.
"Camping saja dihalaman belakang rumah"celetuk Rama.
"Iya pasti Akan seru, bagaimana kalau nanti malam kita camping dihalaman belakang rumah?" Saut Rehan dengan begitu antusias.
"Boleh, lagian nanti malamkan malam minggu" celetuk Alena.
"Nanti kita bikin adonan didalam tenda ya sayang" kata Rehan, dengan tidak tau malunya.
"Dasar mesum.." kesal Rama dengan lirikan tajamnya.
"Mesum sama istri sendiri ini Kak" jawab Rehan, sambil menjulurkan lidahnya kerarah Rama.
"Sombong Dia Tuan muda, mentang-mentang sudah halal" saut Bagas, sambil menggelengkan kepalanya.
"Jangan Han, nanti Aku mendengarnya" ledek Bagas, dengan senyum jailnya.
Ayu menatap Rehan dengan tatapan begitu kesal, Alena dan Ana yang melihat tatapan kesal Ayu langsung meledeknya.
"Cakar aja Yu sih Rehan" celetuk Alena, yang melihat tatapan Ayu begitu kesal pada suaminya.
"Udah kaya kucing aja main cakar-cakaran" goda Bagas.
"Bentar lagi nyakar ini" Alena kembali menggoda Ayu dan Rehan.
"Iyalah pengantin baru ya main cakar-cakaran terus" jawab Rehan, dengan tawa penuh kemenangannya.
Rama dan Bagas saling menggelengkan kepalanya, Ayu sudah memasang wajah merah seperti kepenting rebus gara-gara ulah suaminya sedangkan Ana dan Ayu sudah saling melempar tawa mereka.
"Sombong, aturan dulu kita kompak aja bilang tidak sah" kesal Rama.
"Iya aturan dulu gitu" Bagas setuju dengan Rama.
"Sudah-sudah jangan berdebat!" kesal Ana.
"Nanti malam ajak Via dan Rian juga, biar tambah seru" kata Rama.
"Ide bagus, pasti Akan sangat menyenangkan sekali" timpal Alena dengan begitu antusias.
Rama langsung mengirim pesan ke Rian.
*Pesan untuk Rian.
"Nanti malam datanglah kerumah, ajak istrimu!"
Balasan dari Rian.
"**Baiklah nanti malam Aku akan datang***"
Rama membaca pesan Rian tanpa membalasnya lagi.
Bersambung
__ADS_1