Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
350.David lagi manja S2.


__ADS_3

"Istriku kalau kamu kenapa-kenapa, Pasti aku akan memarahi diri aku sendiri." David marah pada dirinya sendiri gara-gara terlalu kawatir pada sang istri.


Gara-gara Niah sedang datang bulan, David terus kepikiran Niah kenapa-kenapa?


Hari menujukan pukul 5 sore, Niah baru selesai mandi, David yang masih berbaring di atas ranjang terus menatap wajah cantik Niah yang baru selesai mandi.


"Niah kemarilah, Aku ingin mencium rambut panjangmu." Pinta David dengan manja.


Niah yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer terus tersenyum melihat tingkah manja sang suami.


"Bangunlah, Ayo kita pulang! Besokkan kamu harus kerja." Bukannya menuruti perintah sang suami, Niah malah mengajak David untuk pulang kerumah mereka.


David turun dari ranjang tempat tidur, Lalu berjalan menghampiri Niah yang sedang duduk dikursi meja rias.


"Jangan terus memainkan rambutmu, Kamu sudah cantik mending kamu bermain dengan adik kecilku." Larang David dan mengambil hairdryer yang ada ditangan Niah.


David mematikan hairdryer tersebut, Lalu David memegang tangan Niah dan langsung mengarahkan tangan Niah masuk kedalam celananya.


Niah menatap David dengan tatapan bingung, Tapi David malah tersenyum mesum.


"Kenapa kamu memasukkan tanganku kedalam celanamu?" Tanya Niah yang merasa bingung.


"Kamu merasakan ada benda yang menonjol didalam situ, Ini benda yang sudah membuatmu tidak bisa jalan kemarin." Tanya David yang sekaligus memberikan penjelasan pada Niah.


Tatapan Niah semakin bingung, Niah hendak mengeluarkan tangannya dari dalam celana David tapi David menahan tangan Niah dengan cepat.


"Kenapa?" Tanya Niah melihat David menahan tangannya.


"Bantu aku memutuskan hasratku!" Rengek David dengan manja.


"Tapi aku sedang datang bulan." Tolak Niah secara halus.


"Aku tidak akan memasukkan adik kecilku kedalam milikmu, Kamu hanya perlu mengelusnya saja." David mulai nakal membuat Niah malu-malu.


Niah menekan-nekan tangannya yang ada didalam celana David.


"Ahh sayang ih pelan-pelan, Mainlah secara halus." Pinta David dengan desahan lembut yang keluar dari mulutnya.


Niah memperhalus permainan dalam celana David, David terus mendesah keenakan.


"Niah aku lagi pengen tapi kamu sedang datang bulan, Jadi aku memintamu melakukan ini." Batin David dalam hatinya.


Setelah beberapa lama, Niah mengeluh pada sang suami.


"Tangan aku capek." Keluh Niah, David mengeluarkan tangan Niah dari dalam celana.


"Aku cuci tangan dulu." Niah hendak bangun dari tempat duduknya, Tapi David menarik tangan Niah.


"Nanti saja, Lagian itukan milik suamimu." Larang David dan Niah kembali duduk.


David merasakan adik kecilnya sudah sangat tegang didalam sana karena ulah Niah. Tapi David enggan mengeluarkannya dari sarangnya karena masih ingin main-main dengan istrinya.


"Apa aku menyuruh Niah meg*lumnya saja ya biar aku enakan, Ini semua gara-gara Niah Sedang datang bulan." Kesal David dalam hatinya.


"Istriku aku pingin minum susu dari pabriknya langsung." Pinta David yang sudah menatap Niah dengan tatapan mesum.


Niah kembali dibuat bingung oleh sang suami, Kali ini dirinya merasa agak kesal.


"Disini dimana yang ada pabrik susu?" Batin Niah dalam hatinya.

__ADS_1


"Disini dimana yang ada pabrik susu?" Tanya Niah dengan wajah polosnya.


Sungguh David yang sedang menahan hasratnya, Benar-benar merasa sangat gemas pada istrinya.


"Akan aku tunjukkan!" David pelan-pelan membuka kancing baju Niah, Membuat Niah menatap David dengan tatapan bingung.


David tahu pasti Niah tidak paham lagi, Tapi David enggan menjelaskannya.


"Kamu mau apa?" Tanya Niah.


"Ini pabrik susu miliku." David terus melihat gunung kembar milik Niah.


"Dia bilang ini pabrik." Gumam Niah.


"Iya ini pabrik istriku dan aku akan mengelolanya dengan baik." Jawab David yang ternyata mendengar gumaman Niah.


Setelah membuka kancing baju Niah, David langsung melepaskan dalaman milik Niah sehingga gunung kembar Niah begitu terlihat.


"Cup...." David mengecupnya dan dengan lembut memainkannya, David meng*lumnya dan mulai mengh*sap p*t*ng milik Niah.


"Ahh sakit ih...." Niah merasakan David agak keras memainkan gunung kembar miliknya.


Niah memegang kepala David dengan kedua tangannya, David menyudahi aktivitasnya lalu melihat ke wajah Niah.


"Kenapa?" Tanya David.


"Sakit, Ini juga jadi agak bengkak." Keluh Niah dengan manja.


"Maafkan aku istriku, Aku ke kamar mandi dulu, Kamu tunggulah." David bergegas langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Ahhh sakit." Niah merintih kesakitan.


"Dasar David ada-ada saja ulahnya minta susu dari pabriknya dan ternyata yang dimaksud oleh dia gunung kembar milikku." Batin Niah dalam hatinya.


Kevin dan Valin..


Kevin tidak langsung mengantar Valin langsung pulang, Kevin mengajak Valin makan es krim terlebih dahulu sebelum mengantarkannya pulang.


Disebuah kedai es krim di dekat danau, Kevin dan Valin sedang menikmati makan es krim berdua, Mungkin bagi orang-orang yang melihatnya pasti mengira Kevin dan Valin adalah sepasang kekasih.


"Valin ini bayaranmu, Terimakasih kamu hari ini sudah membantuku." Kevin menyodorkan amplop coklat yang berisi uang pada Valin.


"Tuan Kevin, Simpan uangmu aku iklhas membantumu." Tolak Valin dengan halus.


Kevin menatap Valin dengan sorot mata kesal.


"Sombong sekali dia pakai menolak uang dariku." Kesal Kevin dalam hatinya.


Melihat ketulusan dan kasih sayang keluarga besar Kevin, Valin saja sudah merasa bersalah membohongi mereka semua jadi kalau Valin menerima uang pemberian dari Kevin maka rasa bersalah Valin akan lebih besar.


"Kenapa kamu menolak aku membayarmu?" Tanya Kevin dengan sorot mata tajam, Membuat Valin tidak berani menatap mata Kevin.


"Aku hanya merasa bersalah dengan keluarga Tuan, Aku sudah membohongi mereka yang begitu tulus saling menyayangi jadi kalau aku menerima uang dari Tuan, Aku akan sangat merasa bersalah." Jelas Valin dengan tatapan lembut.


Mendengar alasan Valin sungguh hati Kevin begitu tersentuh.


"Aku kira Valin akan seperti gadis lain menerima uang ini bahkan akan meminta bayaran lebih, Tapi ternyata dengan lembut Valin menolak uang yang aku berikan." Batin Kevin dalam hatinya.


Kevin merasa Valin itu beda dari gadis-gadis yang dirinya kenal diluaran sana, Kalau tidak masalah uang ya pasti mereka akan meminta Kevin membelanjakannya.

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu tidak mau menerima uang ini." Jawab Kevin yang kembali memasukkan uang dalam amplop tersebut ke dalam saku jasnya.


Setelah selesai makan es krim berdua, Kevin mengantar Valin pulang kerumahnya.


Kenan dan Ralinsyah.


Hari ini Valin datang kerumah Kenan hanya untuk meminta Kenan menemani dirinya berbelanja ke mall.


"Alin, Apa kamu harus membeli tas lagi?" Tanya Kenan yang melihat Ralin masuk kedalam toko tas langganannya.


"Aku harus membelinya soalnya ada tas keluaran terbaru calon suamiku." Jawab Ralin dengan wajah begitu menggemaskan.


Melihat wajah Ralin yang begitu menggemaskan lagi-lagi Kenan tidak bisa menolak apa yang Ralin inginkan.


"Inilah gadis yang dipilihkan oleh papa untuk menjadi istriku." Batin Kenan dalam hatinya.


Kenan terus menatap wajah cantik Ralin dengan begitu lembut.


"Untung aku sayang, Aku tidak perduli kamu hobbynya ngabisin uang aku. Yang penting kamu tidak macam-macam dengan laki-laki lain." Hati Kenan merasa bahagia.


Biarpun kerjaan Ralin selalu membuat dirinya kesal dan suka sekali menghabiskan uang Kenan, Tapi dalam hati Kenan yang paling dalam Kenan sebenarnya sangat mencintai Ralinsyah.


"Yang ini bagus tidak?" Tanya Ralin sambil menunjukkan tas pilihannya.


"Pilih yang natural yang warna hitam saja!" Jawab Kenan dengan tatapan datar.


"Baiklah calon suamiku." Ralin mengambil tas warna hitam sesuai pilihan Kenan.


Setelah selesai Ralin membawa tas pilihannya ke kasir, Kenan hanya mengikuti Ralin dibelakangnya, Karena tugas Kenan mengawal calon istrinya dan membayar apa saja yang dibeli oleh Ralin dengan ATM miliknya.


Setelah selesai membayar, Ralin mengandeng tangan Kenan untuk berkeliling ke mall.


Raniah dan David.


Setelah menyelesaikan urusannya di dalam kamar mandi, David keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja karena tadi sekalian mandi.


"Kamu kenapa?" Tanya David yang melihat Niah hanya diam saja.


"Ini aku sakit bahkan terlihat bengkak." Jawab Niah yang menunjukkan bagian yang sakit pada David.


David tersenyum lalu berjalan menghampiri Niah.


"Maafkan aku tidak apa-apa hanya sakit sedikit itukan ulah suamimu." David mengusap rambut Niah lalu mencium keningnya.


"Ayo bersiap katanya mau pulang." Suruh David dengan nada lembut.


"Aku kangen dirumah sendiri biar lebih puas sama kamu dan tidak ada yang menganggu." Kata David yang membuat Niah tersenyum.


"Aku tahu otak mesummu suamiku." Gumam Niah yang terdengar oleh David.


"Kamu pintar istriku." Puji David yang langsung membaringkan kepalanya dipangkuan David.


Pagi ini David begitu manja pada Niah membuat Niah hanya bisa terus meladeni apa yang suaminya mau, Termasuk memuaskan hasratnya dipagi hari padahal Niah sedang datang bulan, Tapi David tahu cara lain agar miliknya tidak harus masuk kedalam milik Niah, Iya meskipun itu membuat Niah harus berkorban dan gunung kembarnya agak nyeri dan menjadi bengkak gara-gara ulah sang Suami.


15 menit David membaringkan kepalanya di atas pangkuan Niah, Setelah puas David langsung bergegas berganti pakaian untuk segera pulang kerumahnya.


"Tidak sabar pingin pulang kerumah." Kata David yang sedang mengancing kancing kemejanya.


Ntah apa yang membuat David ngebet banget pingin pulang kerumahnya?

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2