
"Perutku sakit sekali." jawab Niah merintih kesakitan.
"Apa ini gara-gara datang bulan kamu?" tanya David yang semakin panik.
Niah hanya menggelengkan kepalanya, karena Niah juga tidak tahu dirinya kenapa?
"Kita kerumah sakit sekarang!!"
Malam yang semakin larut David langsung membawanya kerumah sakit, David ingin menghubungi Dokter pribadinya tapi dia sedang ditugaskan diluar kota jadi David langsung membawa Niah kerumah sakit yang terdekat dari rumahnya.
"Niah sayang bertahanlah!!" David membopong tubuh Niah keluar dari kamar dan langsung membawanya ke mobil.
Badannya Niah yang begitu dingin, bibir Niah juga pucat sekali membuat David merasa takut, Niah juga terus merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.
David memabringkan tubuh Niah di jok belakang dan kini dirinya langsung masuk kedalam mobilnya, David menyalakan mesin mobilnya dan dengan cepat melajukan mobilnya kerumah sakit terdekat dari rumahnya.
"Niah aku takut sekali." David terus melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi.
Sesekali David melihat ke jok belakang untuk melihat Niah.
"Sakit sekali...." Niah terus merintih sambil memegangi perutnya.
"Tahan istriku, kita kerumah sakit ya." pinta David yang kembali fokus menyetir.
Siapa yang tidak takut ini pertama kalinya Niah sakit setelah mereka menikah beberapa lama sampai badannya sangat dingin sekali.
Sesampainya dirumah sakit dengan cepat David membopong Niah dan membaringkan Niah ditempat tidur pasien yang dibawa oleh dua orang suster yang ada dirumah sakit tersebut.
"Tuan silahkan tunggu sebentar ya!" pinta sang suster dengan sopan.
Suster langsung membawa Niah untuk melakukan pemeriksaan, sedangkan David duduk diruang tunggu dengan wajah yang begitu frustasi.
"Aku tidak akan bisa memanfaatkan diriku sendiri, jika terjadi sesuatu pada Raniah." Batin David dalam hatinya.
"Sebenarnya Niah sakit apa?"
"Niah kamu membuatku sangat takut."
Kali ini hati dan perasaan David sedang berperang melawan rasa takut kehilangan Niah, David juga tidak tahu sebenernya Niah punya riwayat penyakit apa selama ini?
"Tadi siang masih baik-baik saja tapi saat ini kamu sungguh membuatku takut istriku." Hati David terus berbicara.
Setelah beberapa lama kemudian Dokter yang menangani Niah keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Maaf tuan, silahkan masuk keruangan saya!" pinta sang Dokter dengan sopan.
"Baik Dok." jawab David yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju keruang Dokter.
"Silahkan duduk Tuan!" Dokter mempersilahkan David untuk duduk.
Kini David sudah duduk dikursi yang terbatas oleh meja tepat dihadapan sang Dokter.
"Dok istri saya kenapa?" tanya David yang sangat kawatir pada Niah.
"Asam lambungnya naik jadi terjadi cram dilambungnya." jelas sang Dokter pada David.
"Ini disebabkan mungkin karena istri anda telat makan atau mengonsumsi makanan pedas, asam, santan." jelas sang Dokter lagi.
Selama ini Niah memang punya penyakit asam lambung, sudah sering mama dan papanya melarang dirinya mengkonsumsi makanan pedas dan yang membahayakan lambungnya. Tapi Niah selalu saja bandel dengan alasan kan tidak setiap hari makannya, padahal Niah tahu jika memakannya pasti penyakit kambuh tapi apalah Niah yang kalau dibilangin bandel.
Seperti waktu dirumah sang mama Vano membawakan Niah ayam pedas manis, Kenapa Ana tidak melarang Niah untuk memakannya karena percuma pasti ketika Ana sedang tidak dirumah pasti Niah akan menghabiskannya secara diam-diam. Dan benar kemarin Niah memakan Ayam pedas manis tersebut ketika Ana dan Rama sedang pergi kerumah Alena.
David terdiam mencerna penjelasan dari sang Dokter.
"Pedas? Niah kemarin dirumah mama kan makan ayam pedas manis." Batin David.
"Saya kurang tahu Dok soalnya setau saya istri saya memang suka makan pedas. Tapi karena saya menikah denganya belum terlalu lama jadi saya tidak tahu kalau dia punya riwayat penyakit asam lambung." jelas David dengan sopan.
"Iya Dok terimakasih!" jawab David yang diiringi dengan ucapan terimakasih.
"Tuan bisa langsung keruang rawat inap, untuk masalah obat dan sebagainya nanti suster yang akan mengurus semuanya selama pasien dirawat." jelas sang Dokter dengan begitu sopan.
"Baik Dok." jawab David singkat.
"Tok..tok..tok... permisi Dok!" suster mengetuk pintu ruangan sang Dokter.
"Masuklah!" sahut sang Dokter.
"Ceklek...." suara gagang pintu.
Suster masuk kedalam ruangan Dokter lalu langsung menyampaikan sesuatu pada sang Dokter.
"Dok pasien sudah dipindahkan diruang rawat VIP ruang mawar, sekarang pasien sedang tidur tadi sudah saya berikan suntikan penahan rasa sakit." jelas sang suster pada Dokter.
"Terimakasih sus, oh sus tolong antarkan Tuan muda ini keruang rawat pasien ya, dia adalah suaminya." pinta sang Dokter dengan sopan.
"Baik Dok." jawab sang suster dengan sopan.
__ADS_1
"Mari Tuan ikut saya!" ajak sang suster dengan begitu sopan.
David menganggukan kepalanya dan langsung mengikuti langkah kaki sang suster keruang rawat Niah.
Sesampainya diruang rawat Niah, suster langsung pergi meninggalkan David di dalam ruang rawat Niah.
"Saya permisi dulu Tuan, jika ada sesuatu silahkan panggil saja!" pamit sang suster dengan sopan.
"Iya sus terimakasih." jawab David yang juga dengan sopan.
Suster langsung keluar dari ruang rawat Niah, David berjalan menuju ke Niah yang sedang berbaring dengan lemah.
David duduk dikursi yang biasa digunakan untuk menjaga pasien, David menatap wajah cantik Niah, bibir Niah yang begitu pucat membuat David merasa bersalah.
"Niah maafkan aku, sebagai suamimu aku sampai tidak tahu kalau kamu punya penyakit asam lambung." David terus menatap Niah dan kini tangannya sudah memegang tangan Niah.
Sakit asam lambung itu bukan penyakit yang sepele, makanya buat yang punya sakit asam lambung jangan makan pedas, asam, santan dan harus makan yang teratur.
"Ini pengalaman pribadi Author." Batin Author dalam hatinya.
"Pokoknya kalau kamu sampai memakan makanan pedas lagi, aku akan memarahimu kamu membuatku sangat takut." David terus bicara pada Niah yang masih memejamkan matanya.
Malam semakin larut Niah juga masih tertidur pulas karena pengaruh obat, David merebahkan kepalanya disamping Niah, David juga terus menggegam tangan Niah.
"Aku akan menjagamu istriku." Kata David yang langsung mempererat genggaman tangannya.
David malam ini terjaga karena ingin terus menjaga istrinya, bahkan dirinya rela tidak tidur karena terus kepikiran dengan sang istri.
"Cepat sembuh ya istriku, aku janji akan selalu membuatmu bahagia." Gumam David.
Jam menunjukkan pukul 3 pagi tapi Niah masih terus memejamkan matanya. David juga masih terjaga karena ingin terus menjaga sang istri.
"Niah kamu itu sangat cantik." David terus memainkan hidung Niah dengan tangannya.
"Sadarlah maka aku akan menyatakan cintaku padamu!" pinta David yang masih asik memainkan hidung Niah.
Perlahan-lahan Niah membuka matanya dan langsung tersenyum pada David.
"Aku dengar seseorang ingin menyatakan cintanya padaku." kata Niah dengan lirih.
"Niah....."
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊