
Dengan tatapan malu-malu Niah diam-diam menatap wajah tampan David.
"Dia begitu tampan." Puji Niah dalam hatinya.
Mata mereka akhirnya saling menatap satu sama lain.
"David, Jangan menatapku seperti itu." Pinta Niah yang sebenarnya sedang merasa gerogi.
David dengan cepat menurunkan tangannya dari wajah Niah.
"B*doh aku benar-benar sudah mulai tidak waras." David menyalahkan diri sendiri dalam hatinya.
"Ayo cepat habiskan makananmu! Aku mau ke perpustakaan lagi untuk membaca buku-buku yang ada disana." Ucap Niah yang masih berusaha menyembunyikan perasaan gerogi dalam dirinya.
David dengan cepat menghabiskan kue yang ada didalam piring, Setelah mereka selesei makan mereka langsung kembali ke perpustakaan, David juga ikut dengan Niah karena hari ini ini dirinya tidak berangkat ke kantor gara-gara Riko.
Didalam perpustakaan.
Niah sedang membaca buku sedangkan David duduk disamping Niah sambil menyenterin buku Niah, Karena mati lampu jadi perpustakaan agak gelap suasananya.
Visual David dan Niah.
David terus menatap Niah dengan tatapan penuh arti "Wajahnya begitu cantik, Tapi sebenernya dia itu membaca buku apa sampai-sampai terus tersenyum seperti itu? Apa dia sengaja menggodaku?" Batin David.
"Niah....." Panggil David pelan.
"Emmm..." Jawab Niah tanpa menoleh kearah David yang sedang duduk disampingnya.
David langsung mematikan senter ponselnya, Membuat Niah langsung mendengus kesal.
"Kenapa dimatikan?" Tanya Niah dengan nada kesal, David hanya tersenyum.
"Karena kamu mengabaikanku gara-gara buku yang kamu baca itu, Sebenernya kamu sedang membaca buku apaan sih?" Gerutu David dan bertanya pada Niah buku apa yang sedang Niah baca.
"Ini novel yang sangat bagus, Aku suka banget dengan ceritanya biarpun awalnya sedih karena suaminya ditinggal mati oleh sang istri dan suaminya diberi sebuah amanah oleh mendiang istrinya, Untuk menikahi Baby sitter anaknya karena dia meninggalkan seorang putri kecil yang masih berumur satu tahun lebih yang masih membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu, Dan dengan terpaksa sang Baby Sitter menikahi suami majikannya Karena amanah." Niah menceritakan apa isi buku yang dibacanya pada David.
"Apa suaminya itu tampan seperti diriku?" Tanya David dengan serius.
"Di novel ini ada visualnya, Jadi tentunya dia itu duda tampan dengan anak satu." Sambung Niah dengan senyum jailnya.
"Memangnya apa judul novel itu?"Tanya David.
"Terpaksa Menikahi Suami Majikanku"
"Kamu harus membacanya, Pasti kamu akan suka!!" Pinta Niah dengan senyumannya.
"Aku juga sering baca novel judulnya "Perjodohan Karena Hutang, Itu juga bagus kamu harus membacanya juga." Ucap David yang ternyata juga suka membaca novel.
"Iya aku sudah membacanya, Itu juga bagus." Sambung Niah yang kembali melanjutkan membaca novel yang dirinya baca.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Cuaca diluar sangat mendung langit begitu gelap, Hawa juga terasa dingin.
"Niah Riko itu siapa kamu?" Tanya David tiba-tiba, Membuat Niah langsung menoleh menatap wajah tampan David.
"Dia masalaluku, Sudahlah jangan membahasnya!!" Jawab Niah, Niah enggan membahas masalah tentang Riko.
"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain, Jika sampai kamu mendekati laki-laki lain atau laki-laki lain itu mendekatimu, Aku akan menghajar kalian." Ucap David yang penuh dengan ancaman.
__ADS_1
"Dasar Tuan plin plan, Apa kamu sudah mulai cemburu atau mungkin kamu takut kehilanganku?" Goda Niah dengan senyum jailnya.
David terus menatap Niah dengan tatapan sengit, Dalam hatinya siapa yang rela jika istrinya dekat-dekat dengan laki-laki lain, Tentu saja aku akan murka.
"Bagaimana jika aku yang bermain wanita lain? Apa kamu akan mengizinkannya?" David menantang Niah.
"Lakukan apa yang kamu mau, Bukankah dalam perjanjian konyol yang kamu buat itu aku tidak boleh mengusik hidupmu." Niah menerima tantangan dari David.
David menahan rasa kesalnya dalam hati.
"Oke jadi dia menantangku, Akan aku tunjukan padanya, Lihat saja nanti." Batin David yang tentunya sudah memikirkan rencana licik.
"Niah aku ini Tuan David Pratama, Wanita j*langku ada dimana-mana dan wanita manapun tidak akan menolakku!" Tegas David dengan nada menantang.
Niah hanya tersenyum dalam hati Niah biarkan saja David melakukan apa saja yang dirinya mau, Lagian aku juga juga belum ada perasaan apa-apa padanya.
"Aku tidak perduli, Ayo kita pulang aku tiba-tiba pingin makan pizza!" Ajak Niah yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Aku juga belum ngapa-ngapain kamu, Masa kamu tiba-tiba pingin makan pizza kamu tidak sedang ngidamkan? Atau mungkin kamu sedang hamil anaknya laki-laki br*ngsek itu." Ucap David dengan penuh rasa curiga.
Betapa kesalnya Niah, David sampai berpikir dirinya sedang hamil gara-gara tiba-tiba ingin makan pizza.
"David Pratama, Raniah Putri Ardiyansyah ini masih pr*wan dia bukan gadis murahan yang mau dengan siapa saja, Biarpun aku pacaran aku tidak pernah macam-macam, Riko hanya pernah menyentuh tangangku, Bibirku dan bagian yang lainnya masih suci!!!!" Dengan lantang Niah membantah tuduhan dari sang suami.
Bukan marah David malah tersenyum dengan bahagia.
"Berati aku adalah laki-laki pertama yang mencium dirinya waktu diluar negeri." Batin David yang merasa sangat senang.
"Apa laki-laki yang pertama kali mencium bibirmu adalah aku?" Goda David yang secara tidak langsung menuntut sebuah pengakuan dari Niah.
"Iya kamu yang pertama, Puassss!!" Tegas Niah agar David tidak banyak bertanya lagi pada dirinya.
"Ayo kita pulang, Aku akan membelikan banyak pizza untukmu!" Ajak David, Niah hanya diam dan terus mengikuti langkah kaki David.
Sesampainya ditempat pizza, David benar-benar membelikan Niah beberapa box pizza, Niah melihat semua itu rasanya bingung.
"Sebanyak itu, Bagaimana caraku menghabiskannya apa dia sengaja." Gumam Niah.
"Kenapa kamu membeli pizza banyak banget kitakan hanya berdua?" Tanya Niah kesal.
"Memangnya kenapa? Bukankah katanya kamu ingin makan pizza, Jadi aku beli saja semua rasa yang ada untukmu." Jawab David dengan kenyataan yang ada.
David memang membeli berbox-box pizza tapi itu semua dengan macam-macam rasa yang ada di daftar menu.
"Apa kamu berniat membuat berat badanku naik?" Tanya Niah dengan tatapan kesal.
"Apa salahnya? Aku suka jika kamu gendut karena kalau dipeluk pasti akan terasa lebih hangat." Goda David dengan senyum jailnya.
Niah hanya memayunkan bibirnya.
"Jadi dia sengaja bikin aku jadi gendut." pikir Niah dengan kesal.
Sesampainya dirumah, David menaruh semua pizza yang dibelinya diatas meja ruang tengah, David dan Niah langsung masuk kedalam kamar untuk mandi lebih dulu karena badannya sudah lengket sekali.
"Kamu mandi dululah, Nanti habis mandi kita makan pizza bersama!" Suruh David, Niah tidak menjawab tapi Niah langsung masuk kedalam kamar mandi.
Setelah beberapa lama akhirnya Niah selesei mandi dan sudah berganti pakaian, Sekarang gantian David yang mandi sedangkan Niah menunggu David sambil merias dirinya.
"David buruan, Aku sudah lapar mau makan pizza!!" Teriak Niah agar David mendengar.
__ADS_1
David tidak menyahuti teriakan Niah dan malah asik mandi.
"Kamu ingin makan pizza, Aku ingin memakanmu." Gumam David.
"Lama sekali sih plin plan." Gerutu Niah yang sudah tidak sabar ingin memakan pizza yang tadi dibeli oleh David.
Setelah beberapa lama akhirnya David selesei mandi, David keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, Melihat hal tersebut Niah langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Pakailah bajumu!!" Omel Niah.
"Memangnya kenapa? Aku telanjang dihadapan wanita yang sudah sah menjadi istriku ini." Jawab David sambil menuju keruang ganti pakaian.
Setelah beberapa lama David sudah selesai berganti pakaian, David langsung keluar dan menghampiri Niah.
"Ayo aku udah!" Ajak David yang langsung menarik tangan Niah untuk menuju ruang tengah.
Niah mengikuti langkah kaki sang suami, David terus berjalan dengan cepat membuat Niah kesal padanya.
"Pelankan jalannya!" Gerutu Niah.
"Diamlah, Bukannya kamu mau cepat-cepat makan pizza." Omel David.
DIRUANG TENGAH....
Niah dan David duduk disofa sambil menikmati pizza bersama.
Visual David & Niah sedang makan pizza.
"Kenapa kamu melihatku, Cepat suapin aku!!" David menyuruh Niah menyuapi dirinya.
"Kamu seperti bayi, Masa makan saja minta disuapi." Gerutu Niah yang tetap menyuapkan pizza bekas gigitan ke mulut David.
Dengan begitu malas Niah akhirnya menyuapkan pizza bekas gigitan dirinya ke mulut Niah, Malam ini Niah dan David main suap-suapan pizza berdua.
David tersenyum penuh kemenangan, Kali ini David kembali mengambil kesempatan pada Niah.
"Niah itu disudut bibirmu ada bekas pizza," Ucap David yang sudah menggerakkan tangan untuk membersihkan bekas pizza disudut bibir Niah.
David berbohong pada Niah padahal disudut bibir Niah itu tidak ada apa-apa, David terus menatap Niah dengan tatapan ingin memakannya Niah juga ikut menatap mata David.
"Jarak kita begitu dekat." Batin Niah.
David terus menatap Niah dan kini tangannya sudah memegang dagu Niah dengan lembut.
"Niah kamu begitu cantik." Puji David.
David terus memperdalam tatapannya, Dan akhirnya mereka?
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊.
Maaf ya baru up, Author lagi kurang enak badan dari semalam 🙏🙏
__ADS_1