Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
353.Rasa panik David S2.


__ADS_3

Malam ini pukul 7 malam Niah dan David berpamitan kepada kedua orang tuanya dan juga Kevin.


Ana, Rama dan Kevin, mereka sedang duduk diruang keluarga sambil menonton televisi bersama.


"Kak Niah, Kak David, kalian mau kemana?" tanya Kevin yang melihat Niah dan David berpakaian rapi.


"Iya kalian mau kemana?" sambung Ana dengan sorot mata ingin tahu.


Niah dan David bergandengan menuju ke sofa untuk ikut bergabung dengan semuanya.


"Kita mau pulang." jawab Niah dengan lembut.


"Kok pulang? Nginep lagi saja nak!" tanya Rama yang sudah melihat kearah Niah yang sudah duduk di sofa.


"David besok ada kerjaan penting ma, jadi kita harus segera pulang." Niah menjelaskan alasannya pulang malam ini juga.


"Iya sudah kalian hati-hati, oh iya Niah jangan terlalu capek banyak makan makanan yang bergizi biar cepat hamil. Mama tidak sabar pingin gendong cucu" dengan lembut Ana berkata pada Niah.


Mendengar perkataan sang mama, Niah hanya tersenyum penuh arti.


"Ternyata bukan David saja yang ngebet banget aku punya anak, sekarang mama juga ikut-ikutan ngebet pingin banget punya cucu." Batin Niah dalam hatinya.


"Iya ma, nanti aku kabari kalau sudah ada kabar baik." jawab Niah dengan senyum manisnya.


David tersenyum dalam hatinya kali ini dia berpikir, pasti tidak akan susah membuat Niah hamil apalagi sang mama mertua juga sudah ngebet banget pingin punya cucu.


"Mama, mama tenang saja aku akan mengajak Niah terus bekerja keras setiap malam biar adonan kita cepat jadi." Batin David dalam hatinya.


"Oh iya David, Kakek menitipkan sesuatu untukmu tapi nanti biar diantarkan oleh Ralin dan Kevin saja, soalnya mereka ingin bermain kerumah kakaknya dan suaminya." dengan sorot mata lembut Rama berkata pada David.


"Iya pa, nanti alamat rumahku aku kirimin ke Kevin." jawab David dengan sopan.


"Niah ayo sudah! Nanti kita kemalaman." ajak David yang membuat Niah tersenyum.


"Baiklah ayo kita pulang!" jawab Niah yang sudah bangun dari tempat duduknya.


Niah berjalan menuju ke kedua orang tuanya yang duduk agak jauh dari Niah, Niah menyalami tangan kedua orang tuanya secara bergantian dan memeluk kedua orang tuanya secara bergantian juga, David juga melakukan hal sama seperti Niah untuk berpamitan kepada kedua mertuanya.


Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya, Niah dan David juga berpamitan dengan Kevin.


"Vin aku pulang dulu ya, oh iya kalau main kerumah ajakin Valin!" David berpamitan kepada Kevin sambil menjailinya.

__ADS_1


"Kalau dia mau diajak kerumah Kak David dan Kak Niah." jawab Kevin dengan nada datar.


"Bilang pada dirinya Kak Niah yang menyuruh pasti dia akan mau!" cetus Niah dengan tawa kecil dibibir manisnya.


Kevin terus tersenyum.


"Benar juga kata Kak Niah, bilang saja disuruh Kak Niah pasti dia tidak akan menolaknya." Gumam Kevin dalam hatinya.


"Ya sudah kita pulang dulu ya semuanya." Niah tersenyum dan langsung berlalu dari hadapan keluarganya.


Niah dan David malam ini pulang kerumah mereka, mungkin Niah sangat betah tinggal bersama kedua orang tuanya dan satu Adiknya tapi apalah daya Niah, ketika sang suami minta pulang ke rumahnya Niah tidak bisa menolaknya.


Diperjalanan Niah memejamkan matanya karena merasa mengantuk sedangkan David terus mengendarai mobil dengan fokus.


"Niah kamu begitu cantik, aku janji aku akan terus menyayangimu dan terus menjagamu aku mungkin belum mengungkapkan perasaanku padamu tapi percayalah aku akan menunjukkan semuanya dengan sikapku." batin David dalam hatinya.


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan akhirnya David sampai di depan rumahnya, David memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya, setelah memarkirkan mobilnya David pelan-pelan membuka pintu mobilnya dan membopong tubuh mungil Niah yang sedang tertidur.


"Berat sekali." sambil membopong tubuh sang istri David berbicara sendiri.


Sesampainya dikamar David membaringkan tubuh Niah diatas ranjang tempat tidurnya.


David terus memperhatikan wajah cantik Niah yang sedang tertidur pulas.


"Kamu cantik sekali istriku." batin David.


Setelah puas melihat wajah cantik istrinya, David beranjak dari tempat duduknya dan segera berganti pakaian tidur.


Setelah selesai berganti pakaian tidur, David membaringkan tubuh kekarnya disamping Niah, David menarik Niah agar masuk kedalam pelukannya.


Vano....


Malam ini Vano berangkat keluar negeri, dengan berat hati Vano pergi membawa hatinya yang terluka, karena cinta yang tak terbalas dari Niah. bukan tak terbalas tepatnya Vano yang tidak mau mengungkap kan perasaan pada Niah.


Malam ini Vano berangkat dengan jet pribadi keluarganya.


Vano berangkat diantar oleh Rian dan Via, mereka sengaja mengantar Vano sekalian pergi liburan.


"Van, kenapa kamu diam saja? Kamu baik-baik sajakan nak?" Via menepuk pundak Vano dengan sorot mata lembut.


"Mama kamu mengangetkanku saja, Vano baik-baik saja ma." jawab Vano agar sang mama tidak kawatir pada dirinya.

__ADS_1


Rian tersenyum melihat anak dan istrinya sedang mengobrol.


"Aku tau nak pasti berat meninggalkan kota halaman dan tempat kelahiranmu, tapi ini semua demi kebaikanmu. Papa juga tidak mau kamu terus-terusan terbayang dengan Niah apalagi Niah sudah menikah." batin Rian dalam hatinya.


Rian tahu pasti anak semata wayangnya sedang memikirkan Niah, tapi mau bagaimana lagi takdir berkata lain. Dan dalam hati Rian cuma bisa berharap mudah-mudahan Vano segera menemukan jodohnya agar tidak terus teringat dengan Niah yang sudah menjadi istri orang.


"Dulu mungkin kalau kamu lahir lebih dulu daripada Niah pasti papa akan menjodohkanmu dengan Niah, tapi sayang Niah lebih tua dari kamu." Rian terus berbicara dalam hatinya.


Alasan Rian dan Rama tidak menjodohkan anak mereka, karena usia Niah lebih tua dari Vano. terus dulu Vano juga tidak memberitahu kalau dirinya menyimpan hati pada Niah. Sekarang nasi sudah menjadi bubur jadi ya mau tidak mau Vano hanya bisa menerima Niah dimiliki oleh laki-laki lain.


"Mama nanti tinggal dirumah kakek lebih lama lagi ya, biar Vano tidak kesepian." pinta Vano yang langsung menaruh kepalanya di bahu sang mama.


"Iya nak, kamu juga harus segera mencari istri ya mama juga sudah ingin melihat kamu menikah." jawab Via sambil mengusap rambut Vano dengan lembut.


Vano memang selalu bersikap manja pada sang mama, terkadang sampai sang papa merasa iri karena semenjak Via punya anak, perhatian Via lebih besar ke anaknya. kadang Vano dan Rian sampai berdebat gara-gara rebutan memeluk Via. keluarga mereka memang sangat lucu dan penuh dengan cinta.


Niah dan David.


Niah membuka matanya karena merasakan nyeri dibagian perutnya.


"Sakit sekali, kalau aku membangunkan David pasti dia akan panik berlebihan." pikir Niah dalam hatinya.


Niah terus gulang-guling menahan rasa sakitnya, David yang merasakan Niah tidur dengan gelisah membuka matanya.


"Istriku kamu kenapa?" tanya David dengan sorot mata panik.


David menyentuh badan Niah.


"Niah tubuh kamu dingin sekali ." David merasa gelisah.


"Perutku sakit sekali." jawab Niah merintih kesakitan.


"Apa ini gara-gara datang bulan kamu?" tanya David yang semakin panik.


Niah hanya menggelengkan kepalanya, karena Niah juga tidak tahu dirinya kenapa?


"Kita kerumah sakit sekarang!!"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2