Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
202. Kabar bahagia buat Rian.


__ADS_3

Keesokan harinya, Via bangun lebih dulu dari suaminya sebelum melakukan aktivitas Via langsung pergi ke kamar mandi. untuk mengecek apakah dirinya hamil atau tidak.


Via memasukkan tespeck ke dalam wadah kecil yang sudah berisi air kencing Via.


Dengan perasaan berdebar dan tidak karuan, menunggu hasil tersebut Via berdoa dalam hati.


"Mudah-mudahan fositif!!" doa Via yang sangat singkat didalam hatinya.


Setelah beberapa menit Via mengambil tespeck dari dalam wadah tersebut. dan ternyata benda itu menandakan dengan dua garis biru betapa bahagianya Via pagi ini.


Via kembali keranjang tempat tidurnya dan langsung membangunkan suaminya dengan begitu semangat.


"Sayang.. sayang bangunlah!! aku punya kabar bahagia buat kamu" ucap Via, sambil terus menggoyangkan tubuh suaminya.


Perlahan Rian terbangun sambil mengucek kedua matanya.


"Ada apa sayang? aku masih mengantuk" jawab Rian, dengan nada masih mengantuk.


Via memanyunkan bibirnya namun tetap berusaha agar ruant membuka matanya dengan benar.


"Buka matamu dengan benar!!" pinta Via.


Rian membuka matanya dengan lebar dan rasa kantuknya pun sudah mulai hilang.


"Iya sayang, sekarang katakan ada apa?" tanya Rian penasaran, apalagi istrinya yang pagi-pagi sudah sangat antusias membangunkan dirinya.


Via tersenyum, sambil menunjukkan benda kecil yang bergaris biru pada Rian.


"Lihat sayang!!" ucap Via, sambil menunjukkan benda kecil yang menunjukkan dua biru tersebut.


"Sayang ini apa?" tanya Rian dengan polosnya.


Via tersenyum pada suaminya.


"Aku hamil sayang" jawab Via pelan.


Rian yang mendengar ucapan istrinya, tanpa pikir panjang langsung memeluk Via dengan sangat erat.


"Sayang, aku senang sekali akhirnya kamu hamil" ucap Rian, penuh dengan rasa syukur.


Via yang mencium bau tubuh suaminya tiba-tiba merasa sangat mual.


"Huek..huek.." Via yang merasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi.


Rian menghampiri Via namun kali ini Via tidak mau di dekati oleh suaminya.


"Sayang, aku tidak mau dekat-dekat dengan dirimu!!" ucap Via.


Rian bingung, namun Rian tetap menjauh dari istrinya.


Via duduk ditepi ranjang.


"Sayang, aku pingin makan yang asem-asem, kemarin aku lihat mangga ditetangga sebalah sudah berbuah" ucap Via.


"Aku akan membeli mangga muda di supermarket nanti!!" jawab Rian, yang duduknya agak jauh dari istrinya.


"Aku maunya mangga punya tetangga sebelah sayang!!" rengek Via.


"Baiklah, aku akan memintanya nanti!!" Jawab Rian dengan nada lembut.


Via merasa sangat senang sekali.


"Sayang, nanti kamu yang manjat pohonnya!!" rengek Via lagi.

__ADS_1


Rian tidak mungkin menolaknya akhirnya Rian menuruti apa mau istrinya.


"Baiklah sayang, aku yang akan memanjatnya nanti!!" jawab Rian dengan nada lembut.


Nak jangan minta aneh-aneh kasian papamu nak!!!


Rian mendekati istrinya, namun Via malah mendorongnya.


"Aku tidak mau dekat-dekat denganmu sayang" kesal Via.


"Apa wanita hamil seperti ini!!" tanya Rian dalam hati.


Bagas dan Alena.


Bagas dan Alena hari menyebar undangan pernikahannya.


"Sayang, kamu yakin mau ikut aku ke kantor?" tanya Bagas memastikan, karena hari ini Alena ingin sekali ikut ke kantor.


"Iya sayang, aku mau memberikan undangan ini pada Rama, Rian dan juga Rehan sendiri" jawab Alena.


Akhirnya mau tidak mau, Bagas harus menuruti kemauan Alena yang ingin membagikan undangan pernikahannya sendiri pada teman-temannya.


Dikantor Rama.


Rama sudah datang dari tadi dan sekarang Rama sedang sibuk dengan laptopnya.


Bagas baru sampai dikantor dan sekarang sedang memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya Bagas turun dan langsung membukakan pintu mobilnya buat Alena.


"Turunlah sayang hati-hati!!" ucap Bagas, sambil memegang tangan Alena.


Bagas dan Alena menuju keruangan Rama.


Diruangan Rama.


"Tok..tok..!!" Bagas mengetuk pintu.


Bagas membuka pintu, lalu mengajak Alena masuk ke dalam ruangan Rama.


Rama yang terkejut dengan kedatangan Alena merasa bingung, Bagas yang tau bos nya merasa bingung akhirnya menjelaskan niat Alena ikut ke kantornya.


"Nona Alena?" ucap Rama yang merasa terkejut.


"Alena ikut ke kantor, karena mau memberikan undangan pernikahan kita pada tuan muda!!" jelas Bagas sambil tersenyum.


Rama tersenyum pada Bagas.


"Cie sebentar lagi halal!!" ledek Rama.


"Hehe iya akhirnya halal" jawab Alena.


"Tuan, hadiah tuan jangan lupa ya!!" Rehan mengingkatkan.


"Rumah yang kamu mau sudah saya siapkan dan untuk tiket bulan bukannya kamu maunya mentahnya saja!! nanti aku transfer dihari pernikahanmu" jawab Rama dengan nada bahagia.


Alena mencubit pinggang Bagas.


"Aduh, sakit sayang ih!!" rintih Bagas.


"Bagaimana bisa kamu meminta hadiah pernikahan sebanyak itu pada bos mu sayang!!" omel Alena dengan nada cempreng.


Bagas tersenyum penuh kemenangan.


"Dia menjebakku Alena, waktu itu!! makanya dia bisa mendapatkan hadiah sebanyak itu!!" aduh Rama dengan nada jail.

__ADS_1


"Apa kamu sudah membodohi bos mu, sayang??" tanya Alena lembut.


"Tidak sayang!!" elak Bagas.


Bagas berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Sayang cepat berikan undangan tuan Rama!! sekalian titipkan undangan buat Rehan juga!!" suruh Bagas, agar Alena tidak membahas masalah hadiah pernikahan lagi.


Akhirnya Alena memberikan dua undangan, satu untuk Rama satunya lagi untuk Rehan.


"Ini undangan buat tuan Rama dan ini saya titip untuk Rehan!!" ucap Alena dengan nada begitu lembut.


Tadi cempreng sekarang dia bicara dengan begitu lembut pada tuan Rama!! kesal Bagas.


"Terimakasih Alena, nanti aku berikan pada Rehan ya!!" jawab Rama sambil menerima undangan dari tangan Alena.


Setelah memberikan undangan pada Rama, Bagas meminta izin pada Rama untuk pergi kerumah Rian.


"Tuan, saya minta izin ya!! saya mau ke tempat Rian dulu mengantarkan undangan" pamit Bagas pada Rama dengan sopan.


"Baiklah, kalian hati-hati dijalan!!" jawab Rama.


Akhirnya Bagas dan Alena pergi meninggalkan ruangan Rama dan segera menuju Kerumah Rian.


Bagas dan Alena langsung menuju ke tempat parkir, sekarang Bagas dan Alena sudah masuk ke dalam mobil. Bagas menyalahkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju Kerumah Rian.


Setelah menelusuri jalanan yang panjang akhirnya Bagas dan Alena sampai dirumahnya Rian. Bagas dan Alena turun dari mobilnya.


Dirumah Rian.


"Tok..tok..!!" Bagas mengetuk pintu.


Rian dan Via yang sekarang sedang duduk diruang keluarga. Rian yang mendengar ada yang mengetuk pintu.


akhirnya pergi menuju depan untuk membuka pintu.


"Tunggu sebentar!!" jawab Rian.


Rian membuka pintu.


"Bagas, Alena silahkan masuk!!" suruh Rian.


Bagas dan Alena mengikuti langkah kaki Rian menuju kedalam rumahnya.


Via yang melihat kedatangan Bagas dan Alena, langsung bangun dari tempat duduknya.


"Alena" panggil Via, sambil berjalan menuju ke arah Alena.


Via memeluk Via sambil cipika cipiki.


"Apa kabar, Alena?" tanya Via.


"Aku baik Via!!" jawab Alena.


Via melepaskan pelukannya dari tubuh Alena.


"Bagas, Alena kalian duduklah! aku akan menyiapkan minum untuk kalian" pinta Via.


Alena dan Bagas duduk, Via langsung menuju ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Ada apa? tumben kalian berkunjung kerumahku?" tanya Rian penasaran.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2