Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
34. Tinggal beberapa hari lagi


__ADS_3

Rama melepaskan Ana dari pelukannya Ana langsung membersihkan sisa air mata yang masih mengalir.


"Apakah pantas seorang wanita yang akan segera menikah menangisi laki-laki lain yang tidak lain itu adalah mantan kekasihnya dimasa lalu?" Ucap Rama yang memang tak suka melihat Ana menangis karena laki-laki lain.


Rama sadar biarpun Rama mengenal Ana belum lama namun Ana adalah wanita yang tulus.


"Maafkan saya tuan, saya hanya sedikit sedih" Ucap Ana merasa bersalah.


"Ana berapa kali aku bilang, jangan memanggilku dengan sebutan tuan terus, aku ini adalah calon suamimu dan aku melarang keras kamu sedih karena laki-laki lain!!" ucap Rama yang tidak terima dengan semuanya.


"Iya tuan, eh maksud saya calon suamiku!! maaf kan saya lain kali saya tidak akan melakukannya lagi" Ucap Ana dengan nada pelan.


"Baiklah Ana, saya memaafkanmu ingat jangan pernah bersedih lagi karena laki-laki lain atau saya akan menghancurkan hidup setiap laki-laki yang sudah membuatmu menangis" Ucap Rama dengan nada kesal.


Ana tersenyum bahagia karena semakin kesini Ana paham akan sifat Rama yang sesungguhnya. Ana merasakan cinta Dan kasih sayang yang tulus dari Rama.


"Sayang pernikahan kita tinggal sebentar lagi, aku boleh minta sesuatu padamu" ucap Ana dengan suaranya yang begitu lembut.


"Katakan apa yang kamu mau sayang!!" ucap Rama dengan semangat karena ini pertama kalinya Ana meminta sesuatu dari Rama.


"Saya hanya minta makan seharian saya belum makan!! saya tidak mau pernikahan kita yang tinggal sebentar lagi aku sakit gara-gara kamu lupa memberiku makan" Ucap Ana pelan sambil memegang perutnya.


"Ana.. Ana aku kira kamu mau minta apaan ternyata kamu hanya mau minta makanan" guman Rama dalam hati.

__ADS_1


"Dasar gadis bodoh, aku kira kamu mau meminta apaan" Ucap Rama sambil mencubit pipinya.


"Kemarilah Ana" ucap Rama.


"Iya sayang ada apa?" ucap Ana pelan.


"Mendekatklah, ada sesuatu dirambutmu" ucap Rama berbohong.


Ana mendekat wajahnya pada wajah Rama, tahanlah ana dan ciuman mendarat di bibir Ana.


"Tunggulah sebentar lagi" Ucap Rama Sambil mencium bibir Ana.


"Sayang apa yang kamu lakukan, dasar mesum" Ucap Ana dengan nada kesal dan langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Rama.


*Dasar laki-laki mesum kali ini aku akan membalasmu tuan Rama* guman ana.


"Sayang berhentilah di depan situ" ucap Ana.


"Mau apa, bukakah kita mau makan?" tanya Rama penasaran.


"Sayang, aku ingin makan itu ayo kita membelinya" ucap Ana merengek.


"Sayang, kita makan ditempat lain saja ya" Ucap Rama membujuk Ana.

__ADS_1


"Tidak mau aku mau itu" ucap Ana manja.


Rama yang tidak tahan dengan rengekan Ana akhirnya menuruti apa mau Ana untuk jajan dipinggir jalan, ini pertama kalinya Rama jajan dipinggir jalan..



"Kamu pasti tidak pernah jajan dipinggiran jalan ya" Ucap Ana yang merasa tidak tega dengan Rama.


"Tidak apa-apa sayang, jika kamu suka dan mau. aku akan membelinya untukmu" Ucap Rama sambil menggandeng tangan Ana menuju ke tempat jualan anake sosis bakar.


"Semua itu sangat enak, kamu harus mencobanya" ucap Ana Sambil mengambil apa saja yang Ana mau.


"Iya sayang" ucap Rama Sambil ikut memilih macam-macam makanan yang ada di depannya.


*Permintaanmu sangat konyol Ana, aku kira kamu bakal seperti wanita lain yang pernah aku ajak jalan mereka meminta barang-barang dari merk terkenal, meminta berlian tapi ternyata kamu beda dari mereka, kamu hanya meminta makanan pinggir jalan yang kamu sukai* Guman Rama senang dalam hati karena ana tidak seperti wanita lain.


Setelah pesanan Ana dan Rama yang tadi dipilihnya, akhirnya pesanan sudah siap Ana dan Rama menikmati makanan itu bersama.


"Ini sangat enak sayang" ucap Rama sambil salah satu makanan pilihannya.


"Ini semua memang sangat enak, dulu aku sering membelinya" Ucap ana.


Setelah selesai makan mereka bergegas untuk pulang karena sudah mulai malam.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2