
"Apa ada yang salah?" Tanya David.
"Semuanya terlihat sexy bahkan bagian dadanya juga terlihat." Keluh Niah pada David.
"Dasar Randi sialan!!!!" Cetus David.
"Tunggulah, Aku akan menelpon orang suruhanku untuk membawakan baju tidur yang lain buat kamu!" David langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, Dirinya berniat menelpon orang suruhannya.
Niah menghentikan David agar tidak menelpon orang itu, Karena hari juga sudah semakin larut.
"Tidak usah,Tidak apa-apa aku pakai ini saja!" Tolak Niah dengan halus,Niah langsung mengambil salah satu baju tidur untuk dipakainya.
"Kamu keluarlah! Aku mau ganti baju." Niah mengusir sang suami agar keluar dari ruangan tersebut.
"Kenapa kita sudah halal ini, Tubuhmu semuanya sudah menjadi milikku!" Ucap David yang membuat Niah menatap David dengan tatapan garang.
David langsung keluar dari ruangan tersebut secara halus.
"Dasar istri galak." Gerutu David yang ternyata terdengar oleh Niah.
"Kamu bilang apa?" Teriak Niah yang membuat David nyengir lalu langsung keluar dari ruangan tersebut.
David langsung keluar dan David langsung mengambil ponsel Niah yang ada nakas dekat tempat tidur.
"Aku harus mencari foto Riko itu agar Randi bisa lebih cepat mencari tahu tentangnya." Gumam David.
David menggeser layar ponsel milik Niah yang ternyata tidak memakai kata sandi, David terus mencari foto Riko, Dan ternyata David menemukannya.
"Apa-apaan dia ini bahkan mereka berfoto dengan sok mesra seperti ini," David ngedumel dalam hatinya.
David melihat foto Niah dan Riko, Difoto itu Niah menyandarkan kepalanya di bahu Riko sedangkan Riko menggegam tangan Niah menambahkan kesan romantis didalam foto itu.
David langsung mengirim foto tersebut ke no ponsel dirinya, Dan tentunya setelah mengambil foto Niah dan Riko terkirim, David menghapus foto yang dikirim ke ponselnya.
David menaruh kembali ponsel Niah, Lalu David mengambil ponsel miliknya dan langsung mengirim foto tersebut ke ponsel Randi.
"*Ran, Itu foto laki-laki br*ngsek yang aku maksud*"
Setelah selesai dengan urusan David langsung menuju ke kamar mandi untuk segera mandi.
Setelah David keluar, Niah langsung berganti pakaian. Kali ini Niah terlihat benar-benar sexy belahan dada Niah juga begitu terlihat membuat Niah kurang nyaman, Setelah selesei berganti pakaian Niah keluar dari ruangan tersebut, Kedua tangan Niah sengaja ditaruh di dadanya agar menutupi dadanya yang agak terexpos.
Niah mencari-cari sosok David yang tidak ada di dalam kamarnya.
"David kemana? Dia seperti siluman sekali tiba-tiba ngilang gitu saja." Gumam Niah.
Niah langsung duduk diatas di atas ranjang tempat tidur, Niah menyelimuti tubuh dengan selimut yang ada diatas ranjang milik David yang sekarang juga sudah menjadi miliknya.
Niah langsung membaringkan tubuhnya, Tiba-tiba David keluar dari kamar mandi membuat Niah kaget.
"Kamu sudah tidur?" Tanya David yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Sudah!" Jawab Niah singkat.
__ADS_1
"Mana ada orang yang sudah tidur bisa menjawab pertanyaan dari orang lain." Ledek David yang langsung menuju ke tempat tidurnya untuk segera tidur.
Niah membalikkan tubuhnya menghadap ke David dan selimut yang dipakai oleh Niah agak turun ke bawah, Membuat belahan dadanya agak terlihat.
"Apa dia berniat menggodaku, Dasar Randi sialan." Batin David yang lagi-lagi menyalahkan Randi.
"Apa kamu tidur disini?" Tanya Niah dengan begitu menggemaskan.
David membaringkan tubuhnya disamping Niah, Lalu menatap wajah cantik Niah, Kali ini wajah mereka saling berhadapan.
"Iya aku akan tidur disini, Aku mau memeluk istriku takut dia kedinginan." David sengaja menggoda Niah, Membuat Niah langsung manyun dan terlihat begitu menggemaskan.
"Kan ada selimut, Jadi aku tidak akan kedinginan." Elak Niah dengan senyum manisnya, Membuat David ingin sekali mencium bibir munggil Niah.
David tidak mendengarkan celotehan Niah, David malah menarik Niah kedalam pelukannya, Membuat Niah tidak bergerak karena David mengunci tubuh Niah dengan kakinya dan tangannya yang kekar.
"Diamlah! Tidur yang nyenyak jangan bawel lagi atau aku akan menciummu!!" Ancam David yang membuat Niah langsung diam dan langsung memejamkan matanya.
"Pelukannya begitu hangat." Batin Niah.
Malam semakin larut Niah terus tertidur nyenyak dipelukan sang suami.
David itu benar-benar manusia plin-plan dia mengubah semua perjanjian yang ada dalam surat perjanjian sebelum dirinya menikah dengan Niah semaunya sendiri.
Keesokan harinya.
David membuka matanya, Namun Niah sudah tidak ada disampingnya tidur.
"Niah kemana?" Tanya David pada dirinya sendiri.
"Niah..." Panggil David.
Niah yang sedang memasak langsung menoleh ke sumber suara.
"Iya ada apa?" Tanya Niah dengan suara agak berteriak, Agar sang suaminya mendengar.
"Kamu sedang apa?" Tanya David yang langsung nyamperin Niah yang ada di dapur.
"Sedang masak nasi goreng." Jawab Niah.
David berdiri melipat kedua tangannya ke dada, Sambil memperhatikan wanita yang sudah sah menjadi istrinya sedang memasak.
"Aku nanti ke kantor sepertinya pulang malam, Kamu takut tidak dirumah sendirian?" Ucap David yang terus memperhatikan Niah memasak.
"Aku tidak takut, Oh iya aku juga hari ini sudah mulai ngajar lagi diperpustakaan." Ucap Niah yang membuat David bingung.
David tidak tahu kalau sang istri punya kerjaan yaitu mengajar di perpustakaan yang dibangun oleh papanya.
"Mengajar? Apa kamu berkerja sebagai guru?" Tanya David ingin tahu.
"Tidak aku hanya bekerja sukarela disana, Kebetulan perpustakaan itu dibangun oleh Papaku." Jelas Niah yang sedang mengambil lemari piring yang agak tinggi.
Niah berjinjit berusaha mengambil piring yang ada dalam lemari, Namun tangannya tidak sampai. Dengan cepat David melangkahkan kakinya lalu mengambilkan piring yang ada didalam lemari tersebut.
__ADS_1
"Kalau tidak sampai lain kali meminta tolonglah, Kalau kamu jatuh atau ke kenapa-kenapa bagaimana?" Ucap David yang langsung memberikan dua piring yang diambilnya baru saja.
Niah menatap mata David dengan lekat, Tangan Niah menerima piring dari tangan David.
"Jangan menatapku seperti itu! Nanti kamu jatuh cinta," Goda David membuat Niah langsung mengalihkan tatapannya.
"Tatapan matanya begitu membunuh." Batin Niah diam-diam.
David diam-diam memperhatikan wajah cantik istrinya.
"Kalau kamu terus mengusikku, Kapan saja aku bisa memakanmu." Gumam David dengan pikiran mesumnya.
"Oh iya Nanti kita berangkat bersama saja! Oh iya kamu tidak usah masak atau melakukan hal-hal lainnya, Karena setiap hari ada Art yang datang mengerjakan semuanya, Yang masak juga ada catring kalau tidak catring ada koki yang datang langsung dari restauran." Jelas David yang langsung dianggukin oleh Niah.
"Baiklah!" jawab Niah yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Setelah selesai memasak nasi goreng Niah langsung menyiapkan dimeja makan, Dalam hati Niah hanya bisa menggerutu, Kalau aku tidak boleh masak, Tidak boleh menyentuh hal-hal lainnya, Terus apa tugasku sebagai istri?
"Kamu kenapa bengong? Duduklah, Aku mau mandi dan siap-siap berangkat ke kantor." Tanya David, David juga menyuruh Niah untuk duduk.
Niah menarik kursi meja makan,Lalu langsung duduk.
"Aku hanya sedang bingung, Aku tidak boleh melakukan semuanya, Terus apa tugasku sebagai istri?" Tanya Niah dengan tatapan mata yang begitu polos.
"Tugasmu menjadi istriku! Kamu cukup melayani dan mengurusku dengan baik!" Ucap David dengan nada menggoda.
"Jangan lupakan surat perjanjian itu!" Tegas Niah yang langsung ditatap tajam oleh David.
"Aku akan merobeknya!!" Dengan lantang David kembali menegaskan pada Niah.
Setelah selesai sarapan bersama, David dan Niah sama-sama masuk kedalam kamar.
David mandi dan segera bersiap-siap ke kantor sedangkan Niah sudah rapi tinggal menunggu David.
Di dalam kamar mandi David terus terbayang-bayang wajah cantik Niah, David teringat belahan dada Niah yang begitu sexy, David mengingat ciumannya pada Niah.
Kali ini David benar-benar panas dingin karena semua itu terngiang-ngiang dibenak kepalanya.
"Ntah sampai kapan aku akan tahan menahan semuanya, Bahkan surat perjanjian yang aku buat sendiri saja sudah aku lupakan begitu saja, Kali ini aku benar-benar bisa gila gara-gara gadis itu." Batin David.
Setelah selesai lama David selesei mandi,kini David sudah rapi dengan setalan jasnya.
David dan Niah pagi ini berangkat bersama, Sebelum ke kantor David mengantar Niah ke perpustakaan dulu.
Sesampainya di perpustakaan David langsung turun dari mobilnya, David langsung membukakan pintu mobilnya.
"Ayo, Aku antar sampai dalam!" Ajak David.
David dan Niah sudah sampai di dalam perpustakaan dan di dalam perpustakaan, Ternyata sudah ada laki-laki tampan yang menunggu Niah.
"Siapa laki-laki itu?"
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊