
Setelah selesai proses pembayaran tas yang Alena beli, Bagas dan Alena langsung menemui Ana dan Rama yang sudah menunggunya.
"Sayang, apa kamu capek?" tanya Rama.
"Tidak sama sekali!!" jawab Ana, yang sekarang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Rama.
Rama memegang tangan Ana dan mencium tangan Ana dengan lembut.
"Kita seperti sedang pacaran!!" ledek Rama.
"Haha kamu bisa saja" saut Ana dengan tawanya.
Bagas dan Alena yang melihat Rama dan Ana begitu mesra, membuat Alena begitu baper.
"Ana kamu membuatku iri!!" keluh Alena, yang melihat Ana dan Rama begitu mesra.
"Ehem, kita juga bisa mesra-mesraan!!" celetuk Bagas kesal.
Sedang asik mesra-mesraan Bagas dan Alena tiba-tiba datang.
"Ehem ehem.. ini tempat umum!!" ucap Bagas dengan nada meledek.
"Bagiku disini hanya ada aku dana Ana!!" saut Rama, tidak mau kalah.
Alena tersenyum pada Ana.
"Sebentar lagi mereka aduh mulut!!" timpal Alena dengan jail.
"Iya yang lain ngontrak, tuan Rama!!" jawab Bagas, dengan kejailannya.
Rama hanya tertawa penuh kemenangan.
"Aku lapar, ayo kita makan dulu!!" keluh Ana, yang merasa sangat lapar karena dari tadi belum makan.
"Iya ayo makan dulu!!" pinta Alena.
Akhirnya mereka berempat langsung pergi ke salah satu tempat makan yang ada di mall tersebut.
Ana dan Alena sudah duduk disalah kursi tempat makan yang ada di mall xx sedangkan Bagas dan Rama sedang membeli makanan untuk istri mereka.
"Alena, kita seperti sedang kencan dengan pasangan kita ya!!" ucap Ana, sambil tersenyum dengan manis.
"Kamu benar, kita belanja bareng, makan bareng, kita sudah seperti ABG yang sedang menunggu pacar kita!!" jawab Alena, dengan tawanya yang begitu bahagia.
"Ana, dulu pertama kali kamu bertemu Rama dimana?" tanya Alena ingin tau.
Ana tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Rama yang begitu tidak disangka.
"Di panti asuhan aku bertemu dengan Rama!!" jawab Ana dengan jujur.
"Di panti asuhan?" tanya Alena bingung.
Ana yang tau Alena merasa bingung akhirnya menjelaskan pada Alena.
"Iya di panti asuhan, Rama adalah donatur tetap di panti asuhan itu!! iya intinya aku dan Rama tidak sengaja bertemu dan ternyata kita jodoh!!" jawab Ana dengan cerita singkat, karena jika diceritakan secara detail pasti membutuhkan waktu yang lama.
Ana dan Alena sedang asik mengobrol tiba-tiba, Rama dan Bagas datang membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.
"Lanjutkan nanti ngobrol kalian, sekarang makan dulu!!" suruh Rama.
__ADS_1
Rama, Ana, Bagas dan Alena menikmati makanannya dengan penuh kehangatan.
"Kita seperti sedang kencan ganda!!" ucap Bagas.
"Berasa muda lagi!!" timpal Rama, yang merasa dirinya sudah mulai tua apalagi sudah akan segera punya anak.
"Tuan Rama saja, aku masih muda!!" celetuk Bagas dengan jail.
"Bukankah kalian seumuran!!" timpal Ana.
Bagas dan Rama saling tatap menatap.
"Ternyata kita sudah sama-sama tua!!" keluh Bagas dengan nada pelan.
"Tenang saja, kita masih terlihat tampan!!" jawab Rama dengan penuh kebanggaan.
"Berhentilah beraduh mulut!!" kesal Alena.
Rama dan Bagas saling tos penuh kemenangan.
"Setelah ini kita nonton ya!!" ajak Alena.
"Anggap saja kita sedang kencan ganda!!" ucap Alena dengan begitu senang.
"Boleh!!" jawab Ana, sambil mengedipkan matanya pada Rama.
Akhirnya setelah selesai makan mereka berempat langsung pergi nonton bareng.
Hari ini mereka seperti pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran.
Dikantor Rama.
Dikantor juga sudah sepi, karena banyak pegawai yang sudah pulang kerja.
Tiba-tiba Rahel datang keruangan Rehan, pintu ruangan Rehan yang kebiasaan tidak terkunci membuat Rahel bisa kapan saja masuk.
"Rehan sayang!!" panggil Rahel dengan nada begitu genit.
Rehan mendengar suara Rahel, rasanya sudah kesal sekali.
"Mau apalagi kamu?!!" tanya Rehan dengan begitu kesal.
"Malam ini pulanglah denganku, ayo kita bersenang-senang dihotel!!" ajak Rahel.
"Dasar wanita murahan!!" kesal Rehan dalam hati.
"Aku tidak berminat, pergilah dari ruanganku sekarang!!" bentak Rehan dengan nada keras.
"Sialan berani sekali Rehan membentakku!!" kesal Rahel dalam hati.
"Apa kekasihmu sudah memberikan lebih padamu, sehingga kamu menolakku?" tanya Rahel, sambil menghampiri Rehan tidak sedang duduk dikursi kerjanya.
Betapa marahnya Rehan saat ini mendengar pertanyaan dari Rahel.
"Jaga ucapanmu!! kekasihku tidak akan berbuat murahan seperti dirimu!!" jawab Rehan dengan nada tegas.
"Dan kamu juga perlu tau aku sangat menjaga kesucian kekasihku selama ini!!" ucap Rehan lagi dengan begitu tegas.
Rahel hanya tertawa mendengar ucapan dari Rehan.
__ADS_1
"Aku tidak percaya, aku yakin kekasihmu itu sudah memberikan mahkotanya padamu!!" jawab Rahel dengan nada meremehkan.
Ntah kapan Ayu datang tiba-tiba Ayu langsung masuk keruang Rehan, dengan penuh kemarahan.
"Dasar wanita kurang ajar!! dengarkan aku baik-baik biarpun aku hanya gadis miskin tapi aku tidak serendah dirimu yang kapan saja bisa menyerahkan kehormatannya pada seorang laki-laki!!" ucap Ayu dengan nada yang menggebu-gebu karena kemarahannya.
Rahel tertawa mendengar ucapan Ayu.
"Apa ini kekasihmu? hanya seorang gadis miskin!!" ledek Rahel, dengan nada meremehkan Ayu.
Rehan hampir menampar pipi Rahel namun ditahan oleh Ayu.
"Biar aku saja yang melakukan ini!!" pinta Ayu, yang sudah menahan tangan Rehan dengan tangannya.
Ayu langsung mengangkat tangannya dan satu tamparan yang begitu keras mendarat dipipi Rahel.
"Plakkkkk!!!!" tamparan Ayu untuk Rahel.
"Lain kali jaga mulutmu, jangan samakan semua wanita itu sama murahannya denganmu!!" ucap Ayu, dengan nada yang masih kesal.
Rahel memegangi pipinya yang ditampar oleh Ayu.
"Dasar wanita sialan!!" kesal Rahel.
"Apa? mau aku tampar lagi?" tanya Ayu.
"Sudah Ayu, jangan kotori tanganmu lagi!! aku tidak rela!!" pinta Rehan.
"Rahel pergilah dari ruanganku!! atau...!! ucap Rehan, belum selesai Rejan mengucapkan perkataannya Rahel sudah pergi meninggalkan ruangan Rehan.
Rehan menyuruh Ayu duduk dikursi meja kerjanya.
"Kapan kamu datang?" tanya Rehan ingin tau.
"Aku datang tepat pas wanita itu masuk ke dalam ruanganmu" jawab Ayu.
"Lalu kenapa kamu tidak langsung masuk?" tanya Rehan ingin tau lagi.
"Tadinya aku ingin masuk, tapi aku kira kalian sedang membicarakan masalah kerjaan jadi aku berniat menunggu wanita itu keluar baru aku masuk tapi ternyata aku mendengar percakapan kalian dia calon pelakor jadi ya aku harus membasminya!!" jelas Ayu pada Rehan.
Rehan memegang kedua pipi Ayu.
"Terimakasih sayang sudah membantuku!!" ucap Rehan dengan senang, jadi Rehan tidak akan di ganggu oleh Rahel lagi setiap hari.
Ayu tersenyum pada Rehan.
"Baiklah, kita pulang sekarang!!" ajak Rehan.
Ayu menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Rehan.
"Aku kesini ingin mengajakmu makan malam berdua!!" ucap Ayu, sambil memanyunkan bibirnya.
Rehan tersenyum pada Ayu.
"Baiklah, ayo kita makan malam berdua!!" ajak Rehan, yang langsung mengandeng tangan Ayu dengan mesra.
Akhirnya setelah selesai membasmi calon pelakor, kini Rehan dan Ayu pergi makan malam berdua.
__ADS_1
Bersambung