Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
231. Rehan dan Ayu.


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 1 siang, Ayu dan Rehan sama-sama baru bangun tidurnya. wajar pengantin masih baru habis olahraga pagi hari jadi kelelahan.


"Sayang, Aku lapar" rengek Ayu.


Rehan membuka matanya dan langsung mencium bibir Ayu.


"Cup" satu ciuman dibibir Ayu dari Rehan.


"Rehan.." panggil Ayu dengan nada menggemaskan.


"Itu untuk menahan rasa laparmu, sayang!" ucap Rehan, dengan senyum manisnya.


"Dasar kamu ini" kesal Ayu.


Ayu bangun dari tempat tidurnya dan berniat menuju ke kamar mandi, namun dibagian area sensitif Ayu kini terasa sangat perih.


"Ahh auu" rintih Ayu.


"Kenapa sakit sekali?" tanya Ayu, yang akhirnya tidak jadi menuju ke kamar mandi.


Rehan yang mendengar istrinya merintih kesakitan, Akhirnya bangun dan langsung bertanya pada istrinya.


"Kenapa?" tanya Rehan kawatir.


"Sakit sekali" jawab Ayu, sambil menunjukkan bagian yang merasa sakit.


Rehan tersenyum lalu mencium kening istrinya.


"Maaf sayang, itu karena ulahku tadi" ucap Rehan, yang merasa bersalah.


Ayu menghembuskan nafasnya.


"Sekarang bagaimana?" tanya Ayu dengan kepolosannya.


Rehan menatap Ayu dengan tatapan yang begitu bingung.


"Bagaimana, Apanya?" tanya Rehan.


"Aku mau ke kamar mandi, tapi sakit" jawab Ayu, sambil berpikir.


Akhirnya tanpa menjawab pertanyaan Ayu, Rehan langsung mengangkat tubuh Ayu untuk masuk kedalam kamar mandi.


"Kamu tenang saja, Aku akan siap menjadi suami siagamu" ucap Rehan, dengan nada menggoda.


Ayu mengalungkan tangannya ke leher Rehan, Rehan mendekatkan bibir ke bibir Ayu. Akhirnya Rehan mencium bibir Ayu.


"Apa, aku boleh melakukannya untuk kedua kalinya sayang?" tanya Rehan, dengan tatapan mesumnya.


Ayu menggelengkan kepalanya.


"Jangan sekarang, masih sakit" keluh Ayu.


Akhirnya Rehan mengurungkan niatnya dan didalam kamar mandi mereka hanya mandi bersama.


Setelah selesai mandi, kini mereka berdua sarapan dikamar karena Ayu yang masih susah jalan jadi Rehan memutuskan untuk memesan makanan saja.


"Setelah makan, kamu mau kemana?" tanya Rehan.


"Kita cari udara segar, di dekat pantai yang ada diarea peningapan ini" ajak Ayu.


"Baiklah, nanti kita ke pantai" Rehan menyetujui ajakan istrinya.

__ADS_1


"Oh iya apa masih sakit?" tanya Rehan memastikan.


"Tidak terlalu, bisalah kalau buat jalan" jawab Ayu, berusaha menyakinkan suaminya karena tidak ingin menyia-nyiakan bulan madu mereka.


Rehan tersenyum pada Ayu.


Akhirnya setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke pantai yang tidak jauh dari penginapan mereka.


Sore ini Rehan dan Ayu bermain dipinggiran panti sambil kejar-kejaran, layak anak kecil.


"Ayu, tunggu Aku!" pinta Rehan, yang sedang berusaha mengejar istrinya, yang berlarian dipingiran pantai.


"Ayo, kejar Aku kalau bisa!" tantang Ayu, yang terus berlari meninggalkan suaminya.


Ayu menghentikan langkahnya, karena merasa capek, Rehan sudah ada dibelakang Ayu dan langsung memeluk Ayu dari belakang.


"Aku bisa menangkapmu" Rehan begitu senang, karena akhirnya bisa menangkap istrinya.


Ayu membalikkan badannya menghadap Rehan, kini tangan Ayu sudah mengalungkan tangannya ke leher Rehan.


"Kamu begitu cantik, sayang" puji Rehan.


"Suamiku juga begitu tampan" jawab Ayu.


Ayu dan Rehan saling melempar senyum bahagia mereka.


Rehan menarik Ayu kedalam pelukannya.


"Tetaplah disampingku, jangan pernah meninggalkanku" kata Rehan, sambil menatap indahnya langit yang sangat cerah sore hari ini.


"Memangnya Aku mau pergi kemana?" saut Ayu, sambil mencubit hidung Rehan.


Ayu melepaskan pelukannya dari Rehan, kini Ayu langsung menggandeng tangan Rehan mereka berlarian menelusuri pingiran panti dengan penuh kebahagiaan.


Setelah sampai tempat penginapan Ayu dan Rehan langsung pergi mandi, kini Ayu yang lebih dulu mandi sedangkan Rehan menunggu Ayu diranjang tempat tidur sambil merebahkan tubuhnya.


"Ternyata punya istri itu, bahagia sekali" kata Rehan, yang penuh dengan rasa syukur.


"Menikah sudah"


"Nanti punya anak"


"Jadi orang tua"


"Menikah itu bukan hanya sekedar cinta tapi juga menjadi tanggung jawab kita."


"Mudah-mudahan selamanya, Aku bisa menjaga pernikahanku dengan Ayu"


Berbagai ucapan terlontar dari hati Rehan.


Setelah beberapa lama Ayu keluar dari kamar mandi.


"Sayang, kamu mandilah dulu" suruh Ayu.


"Iya, Aku mandi sekarang" jawab Rehan, yang langsung pergi menuju ke kamar mandi.


Ayu sudah berganti pakaian, malam ini Ayu memakai dress warna hitam yang begitu cantik karena Rehan mengajak makan malam bersama.


Ayu sudah berdandan cantik.


Rehan sudah selesai mandi, dan langsung berganti pakaian dengan setelan jas hitam yang begitu rapi. setelah selesai Rehan langsung menghampiri Ayu.

__ADS_1


Rehan memeluk ayu dari belakang.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Rehan.


"Langit malam ini begitu indah" kata Ayu, yang sedang menatap langit yang begitu cerah malam ini.


"Itu tandanya langit berpihak pada kita, karena kita mau makan malam bersama" ucap Rehan, dengan senyum manisnya.


"Ayo berangkat sekarang!" ajak Rehan.


Rehan langsung mengandeng Ayu untuk menuju ke lokasi tempat makan malam yang sudah Rehan siapkan.



Visual Ayu dan Rehan.


Ayu terkejut melihat apa yang sudah disiapkan oleh suaminya.


"Indah sekali, kapan kamu menyiapkan


semua ini?" tanya Ayu, ingin tau.


"Kamu tidak perlu tau" jawab Rehan, Rehan memberikan buket bunga yang begitu indah untuk Ayu.


"Ini untukmu istriku" kata Rehan, sambil memberikan buket bunga yang ada ditangannya pada Ayu.


Ayu mencium aroma bunga tersebut.


"Wangi sekali"


"Ternyata orang kaya bisa, menyiapkan semuanya dalam sekejap" gumam Ayu.


"Kamu suka dengan semua yang aku siapkan?" tanya Rehan.


Ayu tersenyum dengan penuh rasa bahagia.


"Suka sekali" jawab Ayu.


Kini keduanya sedang makan malam dengan suasana yang begitu romantis.


"Jadi orang kaya itu senang ya, mereka bisa menyulap semuanya dengan sekejap" puji Ayu, sambil tersenyum pada Rehan.


"Kamu ada-ada saja, memangnya orang kaya itu pesulap" saut Rehan, dengan tawanya.


"Ini buktinya kamu, tiba-tiba menyiapkan tempat makan malam yang begitu indah dan romantis" jelas Ayu, yang melihat tempat yang disiapkan oleh suaminya begitu indah, sehingga malam ini Rehan dan Ayu menjadikan makan malam ini begitu romantis.


"Hanya sekedar makan malam, kelak Aku bisa melakukan lebih dari ini" kata Rehan, yang membanggakan dirinya sendiri.


Ayu tertawa mendengar ucapan Rehan.


"Dasar kamu ini" omel Ayu.


"Asalkan bersamamu, apapun bisa lakukan" kata Rehan, kali ini dengan nada serius.


"Ini sudah cukup, sayang" jawab Ayu, Ayu bersyukur punya suami seperti Rehan karena Rehan sangat menyayanginya.


"Katakan saja jika kamu mau sesuatu" ucap Rehan.


"Akan aku katakan" jawab Ayu.


"Ayu, mulai sekarang kamu adalah tanggung jawabku" jelas Rehan, karena Ayu sudah menjadi istrinya maka Rehan bertanggung jawab untuk semua kebutuhan Ayu.

__ADS_1


Selesai makan malam, Rehan langsung mengajak Ayu pulang ketempat mereka menginap.


Bersambung


__ADS_2