Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
356.Perhatian David S2.


__ADS_3

"Eemmhhh... apa tidak ada pertanyaan lain?" Tanya David dengan lembut.


"Apa ada yang dirahasiakan dariku?" Tanya Niah lagi, membuat David kembali tidak bisa berkutik.


David menarik nafasnya kali ini dirinya merasa sangat bingung.


"Haruskah aku bercerita pada Niah kalau aku pernah punya wanita yang aku cintai, ahh tapi sudahlah itukan cuma masalalu. Lagian Niah itu satu-satunya untuk selamanya." Batin David dalam hatinya.


"Kamu sembuh dulu istriku nanti baru aku ceritakan." Jawab David dengan sorot mata lembut.


"Niah sayang patuhlah pada suamimu! Aku tidak mau kamu berpikiran macam-macam kamu kan sedang sakit, nanti kalau kamu sudah sehat pasti akan aku ceritakan semuanya padamu." David berusaha memberi pengertian pada Niah.


Niah memanyunkan bibirnya tapi David hanya tersenyum lalu menarik Niah kedalam pelukannya.


"Percayalah dihatiku hanya ada istriku seorang!" David terus meyakinkan Niah.


Niah membalas pelukan dari David, kini dirinya merasa sangat bahagia sekali karena suaminya menjadikan dirinya sebagai wanita satu-satunya dalam hatinya.


Sedang berpelukan mesra tiba-tiba ponsel David berbunyi. David melepaskan Niah dari pelukannya.


"Papa mertua." Gumam David.


"Siapa yang menelpon?" Tanya Niah penasaran.


"Papa Rama, sayang aku angkat dulu ya!" Jawab Rama yang langsung menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Hallo papa." sapa Rama dengan sopan.


"David, nanti pulang kerja Kevin, Ralin dan Kenan akan berkunjung kerumahmu sekalian bawain titipan dari Kakek Revan." Jawab Rama.


"Iya pa...." kata-kata David terpotong karena Niah merebut ponsel David dari tangannya.


"Niah kenapa merebutnya?" Niah langsung menutup mulut David dengan jari telunjuknya.


"Papa...." sapa Niah dengan lembut.


"Niah sayang, papa tadi telpon ke ponsel kamu tapi kamu tidak mengangkatnya jadi papa telpon ke ponsel David." Jawab Rama Sebelum Niah membawelinya.


"Iya pa aku meninggalkan ponselku dikamar, aku sedang dimasak di dapur pa." Niah terpaksa berbohong pada sang papa, karena Niah tahu jika Niah cerita dirinya tenga dirawat dirumah sakit pasti sang papa akan sangat kawatir pada dirinya.


"Iya nak, oh iya Ralin, Kevin dan Kenan nanti malam akan berkunjung kerumahmu nak." Kata Papa Rama.


"Iya pa, kalau tidak besok malam saja pa soalnya malam ini aku mau pergi makan malam bersama David." Jawab Niah yang lagi-lagi berbohong pada sang papa.

__ADS_1


"Baiklah nak, nanti papa bilang sama mereka. Ya sudah nak papa tutup telponnya ya." pamit Rama dengan lembut.


"Iya pa." jawab Niah dengan sopan.


Rama mematikan saluran teleponnya, Ana berjalan menghampiri Rama yang sedang berdiri diruang tamu.


"Telpon siapa sih pa? Kok kelihatannya senang banget." Tanya Ana tiba-tiba.


"Istriku, aku habis menelpon putri kesayanganku." jawab Rama dengan lembut.


"Baru kemarin ketemu pa." Ana menarik tangan Rama dengan pelan lalu mengajaknya duduk di sofa.


Rama dan Ana duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol.


"Oh iya pa, Kevin sudah semakin dewasa dan pasti sebentar lagi akan menikah. Apa kita harus memberi tahu kalau Kevin bukan anak kita pa?" Tanya Ana. Tangan Ana menggegam tangan Rama.


Rama menatap Ana dengan sorot mata berkaca-kaca, dalam hati Rama sungguh Rama ingin menyembunyikan semua ini selamanya. Tapi Rama tahu pasti jika Kevin sampai tahu orang lain maka Kevin akan sangat kecewa sekali.


"Istriku kita harus memberitahu semuanya pada Kevin, tapi jangan sekarang ya tunggu waktu yang tepat." Jawab Rama yang juga menggegam tangan Ana dengan erat.


Ana hampir meneteskan air matanya mengingat kejadian dimasa lalu yang begitu menyedihkan. Ana ditinggal oleh ketiga orang yang Ana dengan begitu cepat.


"Jangan menangis biarpun Kevin harus tahu tentang orang tua sebenarnya. Tapi Kevin juga akan tetap menjadi anak kita." Rama tersenyum dan langsung menarik Ana ke dalam pelukannya.


Dalam hati Rama dan Ana sungguh mereka sangat menyayangi Kevin. Mereka tidak pernah berlaku tidak adil pada Niah dan Kevin karena bagi mereka Niah dan Kevin adalah anak-anak mereka.


David terus menatap Niah kali ini tatapan David penuh dengan tanda tanya?


"Niah kenapa kamu berbohong pada papa?" Tanya David yang sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Niah.


Niah menahan wajah David dengan kedua tangannya.


"Aku hanya tidak mau membuat papa kawatir. Lagian disini juga sudah ada suami yang siap siaga menjagaku." Jelas Niah dengan lembut.


Jika tahu Niah sedang sakit pasti Rama akan sangat kawatir pada dirinya, apalagi jika tahu Niah sakit gara-gara makan makanan pedas pasti Rama akan terus mengomelinya, Dan akhirnya Niah memilih berbohong pada papanya.


"Dasar kamu ini! Awas saja jika nanti kamu makan makanan pedas lagi aku akan mengomelimu." dengan sorot mata tajam David terus menatap Niah.


Niah menundukkan kepalanya karena tidak mau melihat sorot mata David yang tajam.


"Tidak diomeli papa sekarang malah diomelin sama suami." Gumam Niah dalam hatinya.


"Sayang tolong belikan pembalut ya, aku risih sekali belum ganti dari semalam." Niah meminta tolong pada David.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi beli dulu ya!" jawab David dan langsung berlalu pergi dari hadapan Niah.


David langsung pergi menuju ke minimarket yang ada dirumah sakit tersebut.


Sesampainya di minimarket David langsung membeli apa yang dibutuhkan oleh istrinya.


David membeli satu bungkus pembalut, kali ini David sudah paham akan pembalut jadi David tidak perlu membeli sebanyak seperti yang dilakukan David waktu Niah pertama kali menyuruh dirinya membeli pembalut.


Setelah membeli pembalut David kembali keruang rawat Niah.


Sesampainya diruangan Niah, David membuka pintu kamar ruang rawat Niah.


"Suamiku." sapa Niah pada David yang baru saja datang.


"Ini pembalutnya!" David menyodorkan plastik yang berisi pembalut yang barusan dirinya beli.


"Antar aku ke kamar mandi ya!" Pinta Niah dengan lembut.


"Baiklah sayang."Jawab David yang langsung membantu Niah turun dari tempat tidurnya.


Niah menerima tentengan plastik dari David, lalu David menuntun Niah masuk kedalam kamar mandi.


Niah sedang sibuk di dalam kamar mandi sedangkan David menunggu Niah diluar kamar mandi.


Setelah beberapa lama akhirnya Niah selesei dengan urusannya dikamar mandi, David menuntun Niah kembali ke tempat tidurnya lagi.


Niah kembali berbaring ditempat tidur, David juga sudah duduk dikursi yang biasanya di gunakan untuk menjaga pasien.


"Suamiku kita pulang ya, aku sudah tidak betah disini." rengek Niah dengan wajah memelas.


"Apa lambungnya masih sakit?" Tanya David dengan penuh perhatian.


"Sudah mendingan, makanya aku mau pulang saja aku tidak mau terus-terusan berbaring ditempat ini." keluh Niah yang sudah memasang wajah sedihnya.


David mengusap rambut Niah dengan lembut.


"Baiklah setelah infus kamu habis kita langsung pulang." Jawab David dengan senyum manisnya.


Niah memejamkan matanya David terus setia menjaga sang istri yang sedang sakit.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, David segera mengurus semua adminitrasi rumah sakit, setelah selesai malam ini David langsung mengajak Niah pulang kerumah sesuai permintaan Niah.


"Ada wanita di depan gerbang rumah, siapa itu?" Tanya Niah yang melihat kearah David.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2