Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
282.Kehadiran Baby Kevin.


__ADS_3

Sehari setelah kepergian Siska dan Kevin, Ana dan Rama mengajak Bini Rani untuk tinggal dirumahnya karena Bibi Rani sedang sakit.


Kini Rama, Ana, Bibi Rani dan Baby Kevin baru saja sampai dirumah Rama, Ayu dan Rehan yang sedang menunggu mereka langsung menyambutnya.


Rehan langsung mengambil Baby Kevin dari gendongan Ana, karena tidak tega melihat Ana terlihat begitu kelelahan.


"Kakak Ipar, Baby-nya biar sama Aku saja." pinta Rehan yang belum tahu namanya Anak Siska dan Kevin.


Ana langsung memberikan Kevin pada Rehan, lalu Ana langsung mengantar Bibi Rani ke kamar untuk segera beristirahat.


"Bibi, ayo ke kamar dulu! Bibi harus istirahat pasti Bibi kecepean bahkan badan Bibi juga panas." kata Ana pada Bibi Rani.


"Iya Bi, Bibi istirahat saja!" sambung Rama.


Rama mengambil Niah dari gendongan Ayu, lalu menyuruh Ayu untuk mengantarkan Bibi Rani ke kamarnya bersama Ana.


"Ayu, bantu Kakak Iparmu mengantar Bibi ke kamar!" pinta Rama sambil mengambil Niah dari gendongan Ayu.


"Baik Kak." jawab Ayu.


Ana dan Ayu langsung menuju ke kamar tamu untuk mengantarkan Bibi Rani, sedangkan Rama dan Rehan saling mengobrol.


"Kak siapa nama Bayi ini?" tanya Rehan.


"Kevin Putra Ardiyansyah." jawab Rama.


"Ardiyansyah, bukankah itu nama belakang dari keluarga Kita?" tanya Rehan lagi.


"Iya mulai sekarang Kevin akan menjadi Anakku dan Ana." jawab Rama.


"Kalian akan menjadi Orangtuanya? apa Mami dan Papi tahu tentang ini Kak?" tanya Rehan.


"Belum, nanti Aku kasih tahu." jawab Rama.


Rehan dan Rama kini saling diam, mereka sekarang hanya memperhatikan Kevin bayi yang masih begitu merah, namun harus ditinggalkan oleh Orangtuanya untuk selamanya.


Dikamar Tamu.


Ana dan Ayu sedang membantu Bi Rani berbaring, kini Bi Rani hanya diam bahkan wajahnya sangat pucat.


"Bi, jangan sedih terus! Kita harus semangat demi Kevin, Kevin masih butuh Kita Bi." kata Ana sambil memegang tangan Bi Rani.


"Kami istirahatlah Nak! Pasti Kamu kecepean, Kamu harus jaga Kevin baik-baik dan Kamu juga harus menyayangi Kevin seperti Anak Kamu sendiri Nak." pinta Bi Rani sambil membelai pipi Ana dengan tangannya.


"Bibi tidak usah kawatir, Ana pasti akan berusaha menjadi Orangtua yang baik buat Kevin." jawab Ana yang langsung menghambur memeluk Bibinya.


Melihat pemandangan di depannya, Ayu langsung meneteskan air matanya begitu saja.

__ADS_1


"Siska, Kevin, Aku akan ikut menjaga Anak kalian dengan baik." gumam Ayu sambil menghapus air matanya.


Ana melepaskan dirinya dari tubuh Bi Rani, Bi Rani langsung membaringkan tubuhnya lalu Ana menyelimutinya.


"Bibi istirahatlah! Ana mau ngurusin Kevin dan Niah dulu." kata Ana pada Bi Rani.


Bi Rani memejamkan matanya, lalu Ana dan Ayu langsung keluar dari kamar Bi Rani.


Ana dan Ayu berjalan menuju ruang tengah, lalu mereka langsung menghampiri suami-suami mereka.


"Bibi sudah tidur?" tanya Rama pada Ana.


"Tadi Bibi sudah memejamkan matanya." jawab Ana.


"Eaakk..eeeakk.." Kevin menangis.


Ana langsung mengambil Kevin dari pangkuan Rehan, lalu berusaha menenangkan Kevin.


"Cup....cup Anak Mama." kata Ana sambil menggendong Kevin.


"Mungkin Dia haus sayang." kata Rama.


"Mungkin saja." jawab Ana.


Ana duduk disamping Rama, lalu langsung menyusui Kevin beruntung Ana juga masih menyusui Niah jadi ASI-nya masih keluar dengan begitu lancar.


Setelah menyusu Kevin langsung berhenti menangis, lalu Rama langsung tersenyum.


"Rehan, Ayu, kalian menginap saja disini takutnya Kita perlu bantuan kalian." kata Rama pada Ayu dan Rehan.


"Siap Kak." jawab Ayu dan Rehan dengan begitu kompak.


Ana dan Rama membawa Niah dan Kevin masuk ke dalam kamarnya sedangkan Ayu dan Rehan juga langsung masuk ke dalam kamar mereka.


Dikamar Rama dan Ana.


Ana membaringkan Niah dan Kevin ditengah-tengah Ana dan Rama, lalu Ana berkata pada Rama.


"Sayang, Aku jadi ingat dulu, Aku juga dulu seperti Kevin menjadi yatim piatu dari Bayi dan Bibi Rani yang merawatku." kata Ana sambil meneteskan air matanya, karena teringat masalalunya.


Rama langsung menghapus air mata Ana, lalu Rama berkata pada Ana.


"Jangan pernah mengingat masalalumu yang menyedihkan lagi, Karena Aku akan terus memberikanmu kebahagiaan." kata Rama yang langsung mencium kening Ana.


Ana tersenyum bahagia, karena penderitaannya dulu sekarang menjadi sebuah kebahagiaan yang begitu indah.


"Sekarang Kita punya amanah yang harus Kita jaga sayang." kata Rama sambil tersenyum bahagia pada Ana.

__ADS_1


"Iya, Aku akan menjaga amanah ini dengan naik." sambung Ana.


Rama melihat kearah Niah, lalu Rama berkata pada Niah.


"Niah lihatlah, Adikmu begitu tampan." kata Rama pada Niah.


Mendengar perkataan dari mulut Rama, Ana merasa sangat bahagia sekali, biarpun Kevin bukan putra kandungnya tapi Rama menganggap Kevin seperti putranya sendiri.


"Niah juga cantik Pa." jawab Ana yang seolah-olah menjadi Niah.


Ana dan Rama saling melempar senyum mereka, lalu mereka mencium pipi Anak-anak mereka. Ana mencium Pipi Kevin sedangkan Rama mencium Pipi Niah.


Malam semakin larut, karena Niah dan Kevin tidak rewel malam Ana dan Rama juga bisa tidur nyenyak.


Dikamar Bibi Rani.


Bi Rani terbangun dari tidurnya, kini Bi Rani masih terus terbayang-bayang wajah cantik Siska dan wajah tampan Kevin.


Bibi menangis karena masih belum percaya Anak dan menantunya pergi meninggalkannya selamanya.


"Siska, Kevin, kenapa kalian begitu cepat meninggalkan Ibu?" kata Bibi yang kembali mengeluarkan air matanya untuk kesekian kalinya.


Malam ini Bibi menangis hingga tertidur.


Dikamar Rehan dan Ayu.


Ayu gulang-guling tidak bisa tidur, lalu Rehan bertanya pada Ayu.


"Kamu kenapa?" tanya Rehan.


Ayu menghadapkan wajahnya ke wajah Rehan. kini posisi tidur mereka saling berhadapan.


"Aku tidak percaya Kevin dan Siska meninggalkan Kita begitu cepat." kata Ayu sambil meneteskan air matanya.


Rehan menghapus air mata yang keluar dari matanya Ayu, lalu Rehan berkata pada Ayu.


"Sayang, takdir tidak ada yang tahu.Kita Doakan saja agar Siska dan Kevin tenang dialam sana." kata Rehan dengan begitu lembut.


"Jangan sedih, Kita bantu Kak Ana dan Kak Rama merawat Kevin ya! Biar Siska dan Kevin juga bahagia melihat Anaknya banyak yang merawat dan menyayanginya." kata Rehan yang berusaha memberikan nasehat pada Ayu.


"Iya, Aku pasti akan menyayangi Kevin seperti anakku sendiri." sambung Ayu.


Rehan tersenyum pada Ayu, lalu mencium kening Ayu.


"Tidurlah sudah malam! Besok Kita bantu Kak Ana mengurus Niah dan Kevin." kata Rehan sambil mencium kening Ayu.


Biarpun Siska dan Kevin meninggalkan Anak mereka selamanya, Tapi Baby Kevin beruntung karena banyak yang menyayangi dan juga menerima kehadiran dengan penuh cinta dan sayang.

__ADS_1


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2