Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
417. Jenuh dirumah S2


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Niah sudah mandi dan anak-anaknya juga sudah cantik. Biarpun Niah mengurus kedua buah hatinya sendirian tapi tidak pernah menjadi masalah buat Niah, dia justru senang bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya dan ibu yang baik untuk kedua anak kembarnya.


Sudah lama Niah tidak pergi ke perpustakaan, untung saja papanya sudah menyiapkan guru penganti untuk anak-anak disana. Jadi Niah bisa lega dan fokus mengurus keluarga kecilnya.


David baru saja selesai mandi, dia berganti pakaian dengan setelan jas rapi karena mau berangkat ke kantor.


"Kamu, sudah selesai memandikan anak-anak? Sayang tolong pakaikan dasiku!" David berjalan mendekati Niah yang sedang duduk ditepi ranjang tempat tidurnya.


"Sudah, sini aku pakaikan! Dasar bayi tuaku yang manja." Niah meraih dasi dari tangan suaminya, dia memasangkan dasi itu ke kerah kemeja suaminya.


Niah agak sedikit jinjit seperti biasanya, soalnya Niah lebih pendek dari David. David tersenyum lalu dengan pelan mengecup bibir mungil istrinya.


"Cup..."


Wajah Niah tampak merah, dia merasa malu-malu padahal sudah sering mereka main kecup-kecupan.


"Sayang, jaga bibirmu! Sekarang sudah ada sih kembar, jadi kamu tidak boleh menciumku sembarangan!" Omel Niah, membuat David tertawa kecil.


"Dasar istriku, kamu begitu menggemaskan sekali." David malah menghujani Niah dengan banyak ciuman diwajah cantiknya.


"Sayang hentikan!" Pinta Niah, David menghentikan aktivitasnya.


"Aku berangkat kerja dulu, oh iya untuk masalah rumah nanti aku akan menyuruh Randi, untuk mengurus semuanya." David memakai jasnya, Niah membantu David merapikan jasnya.


"Iya suamiku, kamu tidak sarapan dulu?" Tanya Niah dengan nada lembut.


"Aku pinginnya nyusu, tapi gunung kembarmu sudah dikuasai oleh kedua putri kembar kita." Bisik David, membuat Niah agak kesal.


"Dasar, suami mesumku. Padahal sudah punya anak dua masih saja pikirannya mesum." Batin Niah dalam hatinya.


"Cup."


David mengecup kening Niah dengan lembut, membuat Niah tersenyum bahagia.


"Aku, berangkat ke kantor dulu ya." Pamit David, sebelum dia berangkat kerja dia tidak lupa mencium kedua pipi anaknya.


Setelah berpamitan dengan istri dan anaknya David berangkat ke kantor, Niah juga ikut mengantar David sampai di depan rumahnya.


David masuk ke dalam mobil, lalu dia menyalakan mesin mobilnya. Setelah mobil suaminya sudah tidak terlihat Niah kembali mengajak anaknya masuk ke dalam rumah.


"Valin, Kevin sudah berangkat kerja?" Tanya Niah pada Valin yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.

__ADS_1


"Sudah kak," Jawab Valin, Niah duduk disebelah Valin.


"Sih kembar, kalian begitu menggemaskan." Valin mengusap-usap pipi sih kembar secara bergantian.


Niah dan Valin, mereka asik bercanda dengan sih kembar. Ntah apa yang mereka candakan pada para bayi yang menggemaskan itu, hanya mereka yang tahu.


Dikantor David.


David sedang sibuk dengan pekerjaannya, Randi juga sedang ada diruangan David. Mereka sedang sedang sama-sama sibuk dengan pekerjaannya.


David beranjak dari tempat duduknya, dia meninggalkan laptopnya diatas meja kerjanya lalu dia berjalan menghampiri Randi, kini dia duduk di sebelah Randi.


Randi melirik kearah sang bos, dia merasa saat ini suasana hati bosnya sedang tidak baik.


"Apa, ada masalah tuan?" Tanya Randi.


"Ran, tolong carikan rumah di dekat rumah mertuaku. Biar istriku tidak kesepian lagi kasian dia setiap hari dirumah sendirian." Jawab David, wajahnya tampak tidak semangat.


"Baik tuan, nanti setelah pulang kerja saya akan menghubungi pemilik komplek disana." Jawab Randi, dia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.


David berharap secepatnya dapatnya rumah di dekat rumah mertuanya. Mungkin kedua mertuanya tidak apa-apa jika dia, istri dan anaknya tinggal dirumahnya, apalagi rumah mertuanya begitu besar tapi David merasa tidak enak jika terus-terusan menumpang di rumah kedua mertuanya.


"Siap tuan, tuan jam 10 pagi kita ada mitting dengan klien dari PT xx." Kata Randi dengan sorot mata serius.


"Siapkan semuanya, nanti jam 10 kita langsung pergi ke ruang mitting!" Jawab David, dia beranjak dari tempat duduknya dan kembali melanjutkan pekerjaannya diatas meja kerjanya.


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, David dan Randi sama-sama menuju ke ruang mitting dan mereka langsung melakukan mitting dengan klien.


Valin dan Niah yang merasa jenuh dirumah, mereka pergi kerumah Ralin dan kebetulan dirumah Ralin juga ada Vina.


"Kak Niah, Kak Valin, masuklah!" Ralin mempersilahkan Valin dan Niah masuk ke dalam rumahnya.


Ayu dan Rehan, yang sedang duduk di kursi meja makan sama-sama beranjak dari tempat duduknya, untuk melihat kedua cucu kembar mereka.


"Niah, kapan kamu datang nak?" Tanya Ayu, dia mengambil salah satu sih kembar dari dorongan bayi.


"Niah datang dari semalam mi, cuma baru sempat keluar rumah." Jawab Niah, seperti biasa Niah selalu memanggil Ayu dengan sebutan mami.


"Cucuku, kamu cantik sekali." Puji Rehan, dia menatap gemas kedua cucu kembarnya.


Kini mereka semua sudah duduk di sofa ruang keluarga sambil mengobrol sedangkan Ayu dah Rehan asik menjaga sih kembar.

__ADS_1


"Jadi ingat dulu, betapa repotnya Kak Ana mengurus Niah dan Kevin." Kata Rehan, dan Ayu tersenyum mengingat kenangan masa lalu mereka.


"Iya suamiku, dulu aku ngurus satu saja kadang capek banget. Sanking aktifnya Ralin." Sambung Ayu, dia sangat bahagia bisa bermain dengan cucu kembarnya.


Niah tersenyum, melihat anaknya sangat anteng bermain dengan mami dan papinya.


"Jenuh sekali dirumah, ayo kita jalan-jalan!" Cetus Ralin, yang dianggukin oleh Valin dan Vina.


Iya akhir-akhir ini mereka sangat jenuh karena memang setelah menikah, mereka lebih sering diam dirumah. Padahal dulu mereka semua punya pekerjaan, kerjaan Vina dia adalah wanita karir tapi setelah menikah, dia meninggalkan pekerjaannya dan sekarang hanya menjadi ibu rumah tangga.


Kerjaan Valin, dia adalah sekretaris suaminya tapi setelah dia hamil, Kevin melarang dirinya berkerja dan sekarang dia sudah menjadi ibu rumah tangga, posisinya juga sudah digantikan oleh orang lain.


Kerjaan Ralin, dia adalah gadis cantik yang selalu bahagia. Karena kerjaan dia adalah shopping sama ngabis-ngabisin duit saja. Wajar dia adalah anak satu-satunya yang begitu manja.


Kerjaan Niah, dia adalah guru di perpustakaan yang papanya bangun. Tapi setelah kejadian Niah hampir dicelakai oleh Riko, akhirnya Niah tidak pernah ke perpustakaan lagi di tambah sekarang dia sudah punya dua ekor, jadi dia hanya menjadi ibu rumah tangga dan di perpustakaan sudah ada guru yang mengantikan posisi dirinya.


"Iya ayo kita jalan-jalan! Jika kita terus-terusan dirumah saja, maka kita akan menjadi ibu-ibu tukang ghibah." Kata Valin, dia tertawa kecil Vina dan Rali juga ikut tertawa.


"Baiklah ayo kita jalan-jalan!" Ajak Niah dengan begitu antusias.


"Lalu sih kembar kak?" Tanya Valin, dia melihat kearah Niah.


"Aku ajak saja, tenang saja papanya tidak akan marah." Jawab Niah, dia begitu semangat.


"Aku dirumah kesepian, jadi mumpung disini aku mau jalan-jalan." Batin Niah dalam hatinya.


"Jika Kak David marah?" Tanya Ralin, membuat Niah berpikir sejenak.


"Aku punya cara untuk mengatasinya nanti." Jawab Niah, tentu saja Niah punya cara jituh agar suaminya tidak marah padanya nanti.


"Baiklah, ayo kita pergi jalan-jalan!" Ajak Vina, dia langsung beranjak dari tempat duduknya dengan semangat.


Mereka semua langsung pergi menuju ke mall yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. Sekarang mereka sudah tidak punya kerjaan jadi ya mereka akan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan tentunya harus pandai menghabiskan uang suami-suami mereka.


Sesampainya di mall, mereka melihat laki-laki tampan yang tidak asing.


Kira-kira siapa yang mereka lihat?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2