Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
47. Pertengkaran Rama dan ana


__ADS_3

Rama akhirnya ikut tertidur disamping ana, ana terbangun dan ana merasa kaget karena suaminya tidur dengan memeluk dirinya.


"Dasar mesum, apa yang kamu lakukan" Ucap ana kesal sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Rama.


"Kenapa kau berisik sekali ana" Ucap Rama dengan nada baru bangun tidur.


"Pergi dari sampingku rama, dasar tuan mesum" Ucap ana Sambil mendorong tubuh Rama.


Tapi Rama tidak terjatuh, mungkin karena tenanga Rama jauh lebih kuat daripada tenaga ana.


"Mesum, Ana aku ini suami apa kamu lupa" Ucap Rama kesal.


Ana pun bengong dan berpikir dengan pikirannya sendiri.


Tuan mesum benar dia kan suamiku dia menyentuhku.

__ADS_1


"Ana..ana, apa seorang suami tidak boleh menyentuh istrinya sendiri? apa harus aku bermain-main dengan wanita lain diluar sana??" Ucap rama dengan nada keras, Rama yang mulai marah karena ana selalu bilang dirinya itu mesum.


"Pelankan suaramu sayang!!" Ucap ana sambil berusaha menenangkan Rama.


"Kamu yang keterlaluan, aku hanya menyentuhmu tapi kamu bilang aku laki-laki mesum aku ini suamimu ana" Ucap Rama tambah marah.


Ana terdiam dan hampir menangis selama ini ana baru pertama kali melihat Rama benar-benar marah padanya


"Apakah aku salah dengan ucapan ku" Guman ana dalam hati.


"Sayang, aku minta maaf aku salah" Ucap ana sambil memegang tangan Rama namun Rama malah menepis tangan ana dari tangannya.


Rama sebenarnya tidak tega pada ana apalagi ana sudah mulai menetes air matanya, namun ntah setan apa yang merasuki diri Rama sehingga dia tidak bisa menahan amarahnya. Rama takut jika tetap berada disamping istrinya kemarahan makin menjadi jadi Rama memilih untuk pergi keluar saja.


Ana terdiam diatas ranjang dengan air mata yang sudah mengalir ana tau ana mungkin salah, ana kembali membaringkan tubuhnya ke kasur dan menangis sampai tertidur.

__ADS_1


Rama pun pergi ke tempat Rian.


"Tumben, kamu kesini ada apa?" Ucap Rian yang tau Rama sedang marah. iya Rama datang ke tempat Rian tiba-tiba itu pasti suasana hatinya yang kurang baik.


"Aku hanya menyentuhnya tapi dia bilang aku laki-laki mesum, aku ini suaminya" Ucap Rama dengan nada kesal pada Rian.


"Rama, ana itu masih terlalu muda dia baru 20 tahun perasaan labilnya bisa merubah suasana hatinya kapan saja termasuk hari ini mungkin ana belum terbiasa untuk kamu sentuh dan mungkin juga ana masih takut untuk melakukan hubungan suami istri, mengertilah sedikit Rama kamu tidak boleh langsung marah pada ana, kasih ana pengertian dan arahan agar dia paham akan hubungan suami istri, bimbing dia Rama" Ucap Rian memberi nasehat pada Rama.


"Kamu benar Ian, aku masih perlu mengajari dia banyak hal dengan sabar" Ucap Rama menanggapi nasehat Rian.


"Kamu benar, itulah resiko menikah dengan gadis kecil apalagi usianya terpaut beda dengan kamu jadi kamu harus lebih sabar, suatu saat ketika dia paham akan tugasnya sebagai seorang istri perlahan-lahan pasti akan bisa menerima perlakuanmu dan bisa melayanimu dengan baik" Ucap Rian berusaha meredakan amarahnya Rama.


Rama mengerti dan setelah diberikan nasehat oleh Rian, itu membuat Rama paham bahwa kemarahan dirinya salah.


"Pulanglah, kasian ana pasti kawatir" Ucap Rian pada Rama.

__ADS_1


"Tidak, aku masih kesal dengan ana" Ucap Rama dan langsung membaringkan kepalanya disofa tempatnya duduk.


Nihh mumpung authornya lagi gak sibuk, author up lagi 😘😘 terimakasih buat yang sudah memberikan vote buat author ya dan selalu mendukung author agar lebih semangat 🙏😘


__ADS_2