
Niah langsung membacanya dengan teliti, Karena tidak mau sampai salah baca.
"Apa laki-laki ini benar-benar gila," batin Niah.
Kira-kira dikertas itu isinya tulisan apa ya?
Niah terus menggelengkan kepalanya, Kali ini Niah tidak percaya pada tulisan yang ada di dalam selembar kertas tersebut.
"Perjanjian macam apa ini?" Tanya Niah dengan tatapan kesal pada David, Namun David hanya tersenyum penuh kemenangan.
1.Kita tetap tidur satu kamar, Tapi aku yang tidur diatas kasur dan kamu tidur di sofa.
2.Jika kamu menyentuh pipiku atau tubuh lain dariku, Kamu harus membayar denda atau Kamu harus dihukum.
3.Jika kamu sudah tidak tahan hidup denganku, Silahkan kamu meminta cerai dariku.
4.Jangan pernah mengusik hidupku!
Itulah isi perjanjian yang dibuat oleh David untuk Niah.
Kali ini Niah tidak habis pikir, Namun apalah daya Niah yang sudah terlanjur menerima perjodohan ini.
"Bagaimana?" Tanya David.
"Lakukan sesukamu, Aku tidak peduli." Jawab Niah dengan tegas.
"Ingat, Kamu juga jangan sampai menyentuhku sedikitpun!" Tegas Niah dengan tatapan tajam.
"Lebih baik, Aku menyewa wanita j*lang untuk memuaskan hasratku daripada Aku harus menyentuhmu," jawab David, Yang membuat Niah semakin kesal.
"Terserah kamu, Lakukan apa yang kamu mau saja!" jawab Niah yang kembali tidak memperdulikan David.
Niah tersenyum pada David, Kali ini senyuman Niah benar-benar penuh arti.
"Kamu kenapa?" Tanya David.
"Aku juga lebih baik menghabiskan malamku bersama Vano, Untuk memuaskan hasratku." kata Niah, Yang langsung ditatapan tajam oleh David.
David langsung melihat Niah dengan sorot mata yang begitu membunuh.
"Jika kamu sampai melakukan itu, Maka aku akan membunuhmu." Tegas David, Yang membuat Niah langsung mengembangkan senyum manisnya.
"Aku tidak peduli Tuan David yang terhormat," jawab Niah dengan begitu lembut, Membuat David rasanya ingin memakan Niah.
David terus menatap Niah dengan tatapan begitu kesal, Dalam hatinya David terus berpikir mimpi apa dirinya, Bisa-bisanya sang Papa menjodohkannya dengan Raniah, Yang menurut David Niah itu bikin hidupnya berantakan.
Sesampainya dirumah Niah, David dan Niah langsung masuk kedalam rumah Niah.
"Mama, Papa," panggil Niah, Pintu rumah Niah terbuka namun tidak ada satu orangpun menyahuti panggilannya" Kemana Mama dan Papa?" Batin Niah.
"Om Rama dan Tante Ana, Kemana?" Tanya David pada Niah.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, Mungkin sedang pergi." Jawab Niah.
Niah mencari kehalaman belakang, Ternyata ada Kevin, Ralinsyah, Vano dan Kenan sedang makan rujak bersama.
"Kak Niah, Sudah pulang?" Tanya Kevin.
"Kalian sedang apa, Jangan-jangan kumpul nanti grebek!" tanya Niah yang diiringi dengan ledekan.
"Kita lagi ngerujak kak, Tadi Kak Vano yang metik mangganya" jawab Ralin, Namun diam-diam mencuri pandang kearah David.
Kenan yang melihat Ralin diam-diam mencuri pandang, Langsung menjewer telinga Ralin.
"Disini ada calon suamimu!" omel Kenan, Sambil menjewer telinga Ralin, Ralin langsung memayunkan bibirnya, Lalu memegangi telinganya.
"Sakit calon suamiku," rengek Ralin.
Kenan melepaskan telinga Ralin, Lalu menarik tangan Ralin.
"Ayo kita pergi dari sini, Kamu tidak boleh menatap laki-laki lain selain aku," ajak Kenan yang langsung membawa Ralin pergi begitu saja.
Kenan memang menyebalkan, Dia selalu menolak dipanggil calon suami oleh Ralin. Tapi dikalah Ralin curi-curi pandang sama laki-laki lain, Kenan selalu melarangnya. Ntah apa mau Kenan sebenernya?
Mentang-mentang Ralin sudah mencintainya dari dulu, Kenan selalu saja jual mahal.
"Kalian mau, Kemana?" Tanya Kevin.
"Mau kencan, Kamu anak kecil tidurlah dikamar!" jawab Kenan, Yang langsung membuat Kevin cemberut.
"Dianggap kecil mulu," batin Kevin.
"Ini bukan angkutan umum, Apa kamu harus duduk nempel-nempel seperti itu," sindir David, Vano sadar David menyindirnya namun Vano tidak peduli. Kini dirinya malah asik main suap-suapan dengan Niah.
Kali ini Vano begitu jail, Bahkan Vano menyuapi mangga yang dipetik ke mulut Niah, Mungkin dulu waktu Niah belum punya calon suami hal seperti ini sering terjadi diantara mereka, Namu mereka tidak sadar dari tadi sudah ada mata yang menatapnya begitu tajam.
"Apa-apaan Niah ini?" Batin David.
Dengan cepat David langsung menarik tangan Niah dengan kasar, Membuat Niah merasa kesal pada dirinya.
"Lepaskan!" pinta Niah.
"Tidak, Ayo pergi dari sini!" ajak David, Namun Niah menggelengkan kepalanya.
"Jangan kasar pada wanita, Lepaskan dia!" tegas Vano dengan tatapan tajam. Vano sudah berdiri kini mereka sudah menarik tangan Niah, Vano menarik tangan kiri Niah sedangkan David menarik tangan Niah.
"Lepaskan, Apa kalian mau membuat tanganku patah." rengkek Niah yang terus meronta-ronta.
Kevin hanya geleng-geleng kepala.
"Sudahlah, Kalian itu seperti anak kecil yang sedang rebutan permen" lerai Kevin, Yang membuat akhirnya Vano dengan terpaksa melepaskan Niah.
"Jika kamu berbuat kasar lagi pada Niah, Maka aku akan menghajarmu!" tegas Vano, Yang langsung berlalu pergi dari hadapan Niah dan David.
__ADS_1
Vano langsung menarik tangan Kevin, Membuat Kevin merasa bingung, Namun Kevin tetap melangkahkan kakinya mengikuti Vano.
"Kita mau kemana, Kak?" Tanya Kevin.
"Kita bersenang-senang, Mari cari wanita biar kita tidak jomblo terus!" jawab Vano yang membuat Kevin terkekeh, Kevin langsung mengeluarkan tawanya yang membuat Vano langsung menatapnya dengan tajam.
Kalau disuruh cari wanita jangan tanya, Kevin paling gesit. Bahkan Kevin rela menurunkan Niah atau Ralin dipinggir jalan hanya untuk memberikan tumpangan mobilnya untuk wanita-wanita cantik.
"Semua ini gara-gara Kak Niah, Kamu juga kak bukannya menyatakan perasaanmu ini malah disembunyikan terus." omel Kevin pada Vano.
"Sudahlah Vin, Saat ini bukan waktu yang cocok untuk membahas masalah perasaan," tegas Vano, Kini Vano dan Kevin langsung menaiki mobil Kevin. Ntah mau kemana mereka ini?
Mungkin bagi Vano menyatakan perasaannya sekarang itu sama saja salah, Apalagi tanggal pernikahan Niah dan David sudah ditetapkan. Vano juga tidak mau membuat Niah harus memilih diantara dirinya dan David, Akhirnya Vano memutuskan berusaha membuka hatinya untuk wanita lain.
David dan Niah kini mereka duduk namun mereka hanya diam saja, Sampai akhirnya David bertanya pada Niah untuk mencarikan suasana.
"Kamu, Apa kamu menyukai laki-laki itu?" Tanya David yang dimaksud adalah Vano, Niah langsung membulatkan bola matanya.
"Itu urusanku, Jadi kamu tidak perlu tahu!" jawab Niah dengan tegas.
"Aku ini calon suamimu jadi aku harus tahu," Kata David yang langsung mengarahkan matanya pada Niah.
Melihat mata David yang begitu tajam, Namun sorot matanya begitu tajam. Membuat Niah langsung mengalihkan pandangannya.
"Tatapannya bikin deg deggan." batin Niah.
"Sudahlah baru calon suami, Lagian kamu juga melarangku mengusik hidupmu kan jadi kamu juga tidak perlu mengusik hidupku!" pinta Niah yang tidak berani melihat kearah David.
Niah langsung mengambil mangga lalu mrncocol dengan sambal "Enak sekali"
"Vano memang pintar kalau disuruh manjat pohon mangga," puji Niah sambil memakan mangga yang dipetik oleh Vano.
Kalau Vano pintar memanjat pohon mangga ya jangan ditanya, Dulu waktu Via hamil ngidamnya mangga yang dipetik dari pohonnya oleh Rian sendiri.
David hanya geleng-geleng kepala.
"Kalau cuma metik mangga aku saja bisa." Gumam David.
"Sudah jangan makan mangga terus nanti perutnya mules!" larang David.
Niah berhenti makan mangga, Kini dirinya kembali diam.
"Akan seperti apa pernikahanku nanti," batin Niah.
"Niah apa kamu sebelumnya pernah punya pacar?" Tanya David tiba-tiba, Niah hanya terdiam.
"Apa aku harus menceritakan tentang Riko padanya?" Gumam Niah.
"Niah, Kamu mendengar pertanyaanku?" Tanya David lagi.
"Eeemhhh..."
__ADS_1
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊