
Jam menunjukkan pukul 7 malam, David segera mengurus semua adminitrasi rumah sakit, setelah selesai malam ini David langsung mengajak Niah pulang kerumah sesuai permintaan Niah.
"Ada wanita di depan gerbang rumah, siapa itu?" Tanya Niah yang melihat kearah David.
"Aku juga tidak tahu istriku!" Jawab David yang langsung masuk kedalam rumahnya tanpa berhenti terlebih dahulu.
"Mau apa dia kesini." Batin David dalam hati.
David memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya, lalu David turun dari mobilnya lebih dulu.
Dengan hati-hati David membuka pintu mobilnya lalu menggendong Niah untuk masuk kedalam rumahnya.
Niah mengalungkan tangannya ke leher David.
"Aku bisa jalan sendiri." kata Niah dengan nada lembut.
"Aku tidak mau membuatmu sampai kelelahan jadi aku harus menggendongmu!" jawab David agar Niah tidak bawel lagi.
Niah hanya diam lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang David.
"Suamiku kamu itu selalu saja berlebihan, lagian kalau cuma buat jalan ke kamar itu tidak akan melelahkan." Batin Niah dalam hatinya.
Sesampainya dikamar David membaringkan tubuh Niah diatas ranjang tempat tidurnya.
"Istriku kamu istrihatlah! Ingat jangan turun dari atas ranjang, aku ada urusan penting sebentar!" Kata David sambil menyelimuti tubuh Niah dengan selimut yang ada diatas ranjang.
"Kamu mau kemana?" Tanya Niah ingin tahu.
"Membeli bubur buat kamu istriku." Jawab David yang terpaksa berbohong pada Niah.
"Maaf Niah aku sudah berbohong padamu." Hati David merasa sangat bersalah.
Niah menganggukan kepalanya, lalu David bergegas berlalu dari hadapan Niah, Niah terus menatap punggung David sampai dirinya tidak terlihat lagi diambang pintu.
"Aku yakin dia pasti mau menemui wanita yang ada di depan gerbang tadi, siapa wanita itu sebenarnya?" Hati Niah terus bertanya.
Niah memilih memejamkan matanya dan tidak mau memikirkan hal-hal yang tidak baik tentang suaminya dan wanita yang ada di depan gerbang yang tadi Niah lihat.
Sesampainya di depan gerbang David menarik nafasnya dengan pelan lalu menghembuskannya dengan pelan juga.
"Ehem... ehem..." David berdehem.
Wanita tersebut langsung menoleh kearah suara deheman tersebut.
"David...." Panggilnya dengan nada lembut.
"Shely ada apa kamu datang ke rumahku?" Tanya David tanpa basa-basi.
"Aku hanya ingin melihatmu saja." Jawab Shely dengan sorot mata penuh arti.
"Kamu ingin melihatku tapi aku tidak ingin melihatmu!" Jawab David dengan tegas.
__ADS_1
Shely adalah gadis yang pernah ada di dalam hatinya David. Tapi Shely malah menghiati David dan malah berpacaran dengan sahabat David.
Waktu itu rasanya David sangat kecewa tapi karena Shely memilih berpacaran dengan sahabatnya yang bernama Fatih maka David merelakannya begitu saja.
"Aku sudah putus dengan Fatih." Kata Shely dengan tatapan serius.
"Aku juga sudah menikah dan hidup bahagia dengan istriku, jadi aku harap kamu tidak mengangguku lagi!" dengan tegas David memberikan ketegasan pada Shely.
"Shely aku tahu kamu datang kembali padaku, kamu hanya ingin hartaku saja. Jangan harap aku akan mau kembali pada dirimu." Batin David dalam hatinya.
"Oh sudah menikah." Jawab Shely dengan singkat.
"Aku dulu terlalu bodoh bukannya aku memilih David aku malah memilih bersama laki-laki brengsek itu." Batin Shely penuh dengan rasa penyesalan.
"Iya aku sudah menikah, silahkan kamu pergi dari rumahku!" Jawab David dan langsung mengusir Shely secara halus.
"David apa kamu masih punya perasaan padaku?" Tanya Shely tiba-tiba.
David berdecak kesal, kali ini pertanyaan Shely sungguh menyebalkan untuk dirinya.
"Apa kamu dulu punya perasaan waktu aku mencintaimu tapi kamu malah pergi dengan laki-laki lain. Dan itu adalah sahabatku sendiri." bukannya menjawab David malah balik bertanya pada Shely.
Hati Shely begitu tersentak kali ini dirinya merasa sangat bersalah.
"Itukan dulu sekarang aku sudah kembali padamu, aku tidak apa-apa dijadikan yang kedua." Jawab Shely dengan begitu entengnya, membuat David langsung menatapnya dengan tatapan sengit.
"Haah!! sayangnya aku tidak akan menduakan istriku." dengan lantang David menjawab jawaban dari Shely.
Shely menghentak-hentakan kakinya dengan kesal, kali ini dirinya benar-benar marah pada David.
"Dasar David sekarang sombong sekali dia." Gerutu Shely dalam hatinya.
David kembali masuk kedalam rumahnya kini dirinya berjalan dengan langkah gontai.
"Dasar wanita murahan, enak saja dia mau kembali padaku. Maaf ya aku sudah punya istri yang jauh lebih cantik daripada dirimu dan tentunya istriku adalah wanita baik-baik." David menggerutu sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Sesampainya di depan kamar David dengan hati-hati membuka pintu kamarnya.
"Ceklek..." David membuka pintu kamarnya dengan hati-hati.
David tersenyum melihat Niah sedang tertidur nyenyak.
"Istriku sedang tidur." Batin David.
Pelan-pelan David melangkahkan kakinya menuju ranjang tempat tidur, David duduk ditepi ranjang lalu membelai-belai pipi Niah dengan tangannya kekarnya.
Merasakan sebuah sentuhan perlahan-lahan Niah mengerjap-ngerjapkan matanya. Niah membuka kedua matanya melihat sang suami sudah ada dihadapannya Niah tersenyum bahagia.
"Apa aku menganggu tidurmu?" Tanya David dengan tatapan lembut.
"Tidak sayang, kamu pasti sangat lelah kemarilah berbaring disampingku!" Pinta Niah dengan senyuman disudut bibirnya.
__ADS_1
David tersenyum lalu merebahkan tubuhnya tetap disampingnya Niah.
"Niah pasti kamu akan kecewa jika kamu tahu aku tadi berbohong denganmu." Hati David merasa bersalah pada Niah.
"Kamu dari kemarin kurang tidur, bahkan kamu saja makan tidak teratur, maafkan aku gara-gara aku sakit kamu jadi sibuk ngurusin aku." Kata Niah sambil membelai lembut wajah sang suami.
David meletakkan tangannya tepat diatas tangan Niah yang sedang membelai pipinya.
"Hush diamlah! Kamu harus istirahat yang cukup dan ingat aku ini suamimu jadi aku harus merawat istriku dengan baik ketika dia sakit." jawab David dengan sorot mata penuh cinta.
Niah tersenyum dalam hatinya.
"Kamu adalah suami terbaik." Batin Niah dalam hatinya.
"Sana mandilah kamu kan belum mandi!" Niah mendorong David yang ada samping Niah tidur.
"Aku belum mandi tapi badanku wangi sayang." Goda David dengan manja.
"Aku mandi dulu ya!" David berlalu pergi menuju ke kamar mandi.
David memang dari kemarin belum sempat mandi sama sekali karena dirinya sibuk menjaga Niah dirumah sakit.
"Dasar tapi biarpun dia belum mandi dari kemarin, aroma tubuh dia wangi sekali." Batin Niah sambil senyam-senyum sendiri.
Niah melihat ke nakas dekat tempat tidurnya.
"Bukannya David tadi pamit mau beli bubur? lalu mana buburnya?" Tanya Niah pada dirinya sendiri.
Setelah beberapa lama David keluar dari dalam kamar mandi, Niah melihat kearah David lalu David kembali menatap Niah tatapan bingung.
"Kenapa sayang?" Tanya David yang langsung berjalan menuju ke Niah diranjang.
"Buburnya mana?" Tanya Niah.
"Aku yakin David sudah berbohong padaku." Batin Niah dalam hatinya.
"Emmhh...." David menatap Niah dengan sorot mata bingung.
"Aku harus bilang apa pada Niah?" Pikir David dalam hatinya.
"Eemmhh apa?" Tanya Niah dengan tegas.
"Niah sayang.....!!"
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π
Maaf ya baru sempat up ππ€
Mampir yuk ke karya teman Authorπ
__ADS_1