
Keesokan harinya, ana bangun terus mandi selesei mandi ana langsung pergi ke dapur untuk menbuatkan sarapan untuk suaminya.
"Kamu sudah bangun nak?" tanya mami yang baru keluar dari kamarnya.
"Sudah mam" jawab ana.
Mami pun duduk diruang tengah sambil melihat ana masak, hari ini asisten rumah tangganya semuanya libur karena memang hari minggu. setelah beberapa menit semuanya masakan pun sudah matang dan ana langsung menatanya ke meja makan.
Rehan pun sudah keluar dari kamarnya untuk segera sarapan.
"Bau apa ini? enak sekali !! " ucap rehan sambil berjalan menuju ruang makan.
Rama pun baru turun dari kamarnya dan langsung menuju keruang makan.
"Apa yang kamu masak hari ini sayang?" tanya Rama pada ana.
"Aku masak sop ayam sama ayam goreng, hari ini pokoknya serba ayam" ucap ana, yang memang memasak kali ini dengan serba ayam.
Rama, mami, ana dan rehan pun sarapan pagi bersama seperti biasanya.
Dihotel..
Rian dan via masih belum bangun dan masih berada dibawah selimut, namun via tiba-tiba bangun dan merasakan sakit dibagian sl*akangannya.
"Auuh .. sakit sekali" rintih via
Rian yang kaget pun terbangun dan melihat istrinya kesakitan bahkan sedikit susah berjalan.
"Kenapa sayang" tanya rian
__ADS_1
"Sakit ininya" ucap via sambil menunjukkan bagaian yang sakit pada rian.
"Apakah sesakit itu sayang, padahal semalam aku melakukannya dengan begitu pelan dan sangat lembut" ucap rian pada via.
"Itu menurutmu saja ian" protese via, yang memang semalam suaminya bergitu kuat.
Via pun segera mandi dan meninggalkan rian ditempat tidurnya, setelah beberapa saat via sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi, sekarang gantian rian yang mandi setelah beberapa menit rian pun selesai mandi dan sudah berpakaian rapi, hari ini rian dan via akan pulang kerumah rian. karena rian mengajak via untuk tinggal dirumah setelah menikah sedangkan kakek via langsung berangkat keluar negeri semalam setelah acara pernikahan rian dan via selesei, kakek via berangkat dengan jet pribadinya.
Setelah beberapa saat rian via pun sampai dirumah rian.
"Sayang, kapan kita akan libur bersama dengan yang lainnya juga?" tanya via sambil memakan cemilan yang ada dimeja.
"Aku akan menemui rama dulu, tau sendirikan dia selalu bersikap sok sibuk padahal kalau dikantornya kerjaannya mantentgin laptopnya doang" ucap rian, yang memang setiap rian berkunjung ke kantor rama pasti rama sedang sibuk dengan laptopnya.
Silvia pun hanya tertawa mendengar ucapan suaminya, memang dirinya itu itu bisa akur dengan rama setiap kali ketemu ada aja yang diperdebatkan.
"Iya sayang" jawab via.
Setelah setengah jam kemudian makananan pun datang, rian pun mengambil makanan tersebut di depan dan langsung memberikan beberapa lembar uang untuk pengantar makanan.
Pagi ini pun silvia dan rian pertama kali sarapan bareng sebagai suami istri.
"Sayang, aku ingin cepat punya anak" ucap Rian tiba-tiba, via pun hampir tersedak mendengar ucapan suaminya.
"Sayang pelan-pelan, ini minumlah" ucap rian, sambil memberikan segelas air putih pada istrinya.
Via pun meminum air putih tersebut.
"Sayang, kita menikah baru kemarin kamu sudah ngomongin anak, yang semalam aja masih sakit sayang" protes via, yang memang masih merasakan bekas semalam perbuatan suaminya.
__ADS_1
Rian pun mengusap rambut silvia dengan lembut.
"Maafkan aku sayang, lain kali aku akan melakukannya dengan lebih hati-hati lagi" ucap rian, sambil tersenyum pada istrinya.
Selesai makan rian dan via menonton televisi bareng, diruang keluarga.
Dirumah rama.
"Rehan, kapan kamu wisuda?" tanya rama.
"Dua bulan lagi kak, aku wisuda" jawab rehan.
"Mau lanjut kuliah lagi apa gimana?" tanya Rama pada rehan.
Rehan pun bingung antara lanjut kuliah atau menikah muda dengan ayu, namun rehan tetap dengan pemikiran awalnya.
"Aku akan menikah muda saja kak" jawab rehan singkat namun sangat jelas.
Rama pun hanya menggelengkan kepalanya sambil menjitak kepala adik satu-satunya itu, namun Rama juga tidak menentang keputusan adiknya karena pernikahan juga hal yang bagus daripada rian pacaran kesana-kemari tidak jelas, itu membuat rama suka kepikiran dengan hal-hal yang tidak diinginkan. apalagi pergaulan anak jaman sekarang yang kadang suka pacaran sampai diluar batas.
"Baguslah, tapi ingat pernikahan bukan permainan jadi kamu pikirkan semuanya dengan baik" jawab rama, penuh dengan penegasan untuk adiknya.
Rehan memang sangat kekeh untuk menikah diusia muda, tapi tidak usah khawatir rehan anak yang pintar dan karirnya dikantor Rama juga sudah bagus. biarpun rehan adalah adik rama namun rama juga tidak mengistimewakan adiknya, rehan sama saja dengan pegawai yang lainnya bahkan banyak yang tidak tau jika rehan adalah adik rama dikantornya.
Keluarga rama terbilang keluarga yang sangat bahagia, apalagi rama yang selalu menyayangi keluarganya itu membuat hidupnya dikelilingi orang-orang yang dirinya sayang seperti orang tua, istri, adiknya, dan semua sahabatnya.
Bersambung ...
Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya, buat dukung author biar lebih semangat 🙏
__ADS_1