Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
25. Pusat perbelanjaan


__ADS_3

Akhirnya Rama, Ana, Mami dan Rehan sampai dipusat perbelanjaan terbesar kota A.


Rama turun membuka pintu mobil untuk Ana, Rehan pun turun membuka pintu mobil untuk Maminya.


Mereka berempat masuk kedalam pusat perbelanjaan tersebut, Ana dan Mami jalan bergandengan di depan Rama dan Rehan sedangkan Rehan dan Rama mengikuti Ana dan Mami dibelakangnya.


"Ana, itu gaun bagus sekali, ayo kita kesana" Kata Mami sambil menarik tangan Ana yang diikuti oleh Rama dan Rehan.


"Waahhhh Aku baru pertama kali datang ketempat seperti ini, pasti ini sangat mahal-mahal sekali" Gumam Ana dalam hati.


Ana bengong melihat toko gaun semewah itu didepan matanya, seumur-umur Ana tidak pernah melihatnya. membayangkan untuk masuk aja tidak pernah dalam hidupnya.



"Ana pilihlah yang kamu suka nak" Suruh Mami Diana.


"Tapi Mami" jawaban Ana terpotong, karena Mami langsung mengambilkan salah satu gaun untuk Ana agar dicobanya.


"Cobalah sayang tidak ada kata tapi, pilih saja yang kamu suka" kata Mami Diana pada Ana.


Mami kembali memilihkan beberapa gaun lagi untuk Ana, satu warna hitam dan satunya warna putih. Mami pun memberikan kedua gaun itu untuk Ana coba.


Ana menerima gaun yang diberikan oleh Maminya, sambil menatap Rama dan memberikan isyarat pada Rama apakah boleh Ana membeli gaun tersebut, Rama pun mengangguk pada Ana yang tandanya Rama mengizinkannya. Ana pun tersenyum lalu langsung masuk ruang ganti.


Setelah beberapa menit kemudian Ana Keluar dengan gaun hitam yang begitu anggun.



"Kamu sangat cantik kakak Ipar" Puji Rehan Sambil menatap Ana dengan mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


"Terimakasih Rehan" jawab Ana dengan senyumnya.


Rama yang begong tidak berkedip membuat Ana bingung dan bertanya padanya.


"Apakah Aku sangat jelek, Rama?" tanya Ana sambil melihat kearah Rama.


"Tidak Ana, Kamu sangat cantik" jawab Rama yang dengan penuh kekaguman.


coba satu lagi sayang pinta Maminya Sambil memberikan gaun pilihannya.


"Baik Mi" kata Ana sambil menerima gaun dari tangan Maminya, Ana pun masuk ruang ganti lagi.


Setelah beberapa menit kemudian Ana Keluar dengan gaun putih yang sederhana dan merubah gaya rambutnya.



Ana keluar dengan senyum manisnya, membuat semuanya kagum.


"Nona tolong bungkus ini ya" kata Rama.


"Baik tuan tunggu sebentar" jawab mba kasir.


"Tuan ini belanjaannya" kata mba kasir sambil memberikan belanjaan tersebut pada Rama.


"Berapa semuanya nona?" tanya Rama.


"Tujuh belas juta dua ratus ribu rupiah semuanya Tuan" jawab mba kasir.


Rama mengambil dompetnya lalu menyerahkan kartu ATM pada mba kasir tersebut.

__ADS_1


"Ini mba" kata Rama, sambil memberikan ATM nya.


"Baik Tuan, silahkan pin anda" kata mba kasir.


Rama memencet pin ATM tersebut setelah proses pembayaran selesei mba kasir, memberikan ATM nya kembali pada Rama dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.


"Mami, tidak mau membeli sesuatu" tanya Rama pada Maminya.


"Mami mau tas keluaran terbaru Rama" kata Mami pada Rama.


"Baiklah ayo ke toko tas" ajak Rama.


"Kakak terus bagaimana dengan ponselku kakak" tanya Rehan, dengan nada merajuk karena memang tujuannya membeli ponsel tapi Mami dan Kakak Iparnya yang berbelanja.


"Sabar, kamu kan anak kecil jadi mengalahlah apalagi sama wanita" jawab Rama meledek.


"Iya Rehan, benar apa yang dibilang Kakak kamu" saut Mami menyetujui ucapan Rama.


Ana hanya tersenyum melihat kelakuan Rama, Mami dan Rehan, menurut Ana mereka terlihat lucu terlebih Ana yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari Orangtuanya jadi bagi Ana ada ditengah-tengah mereka itu suatu kebahagiaan.


Akhirnya Mami sudah masuk ke toko tas bermerk, Mami memilih satu tas yang Mami inginkan dan memberikan pada Rama untuk membayarnya, tak butuh waktu lama untuk Mami memilih sebuah tas karena Mami tau setiap ada keluaran tas terbaru pasti Mami membelinya.


" Berapa mba?" tanya Rama pada mba kasir.


"125 juta tuan" ucap mba kasir Sambil memberikan tas tersebut pada Rama.


Seperti biasanya Rama memberikan ATM tanpa batasnya untuk membayar tas Maminya.


"Akhirnya selesai urusan para wanita, sekarang giliran Kamu Rehan" kata Rama yang disambut dengan lega oleh Rehan dan penuh semangat.

__ADS_1


"Akhirnya Kakak, ayo Kak jalan ke tempat ponsel" ajak Rehan yang diikuti oleh semuanya .


Bersambung 🙏


__ADS_2