
Kini Rehan masih dipusingkan dengan ngidamnya Ayu, bahkan tiba-tiba Ayu meminta makan kue buatan Ana langsung.
Rehan dan Ayu menuju ke rumah Ana, kini keduanya berjalan sambil bergandengan tangan.
"Tok..tok..." Rehan mengetuk pintu Rama.
Ana yang sedang sibuk menganti pampresnya Niah, Akhirnya menyuruh Rama untuk membukakan pintu rumahnya.
"Sayang, tolong bukakan pintu! sepertinya ada tamu." kata Ana pada Rama.
"Paling Rehan, kalau bukan Rehan ya Bagas, tamu Kita tidak jauh-jauh dari para cecungkuk itu." jawab Rama yang diiringi dengan tawa.
Rama langsung menuju kedepan, untuk membukakan pintu rumahnya.
"Ceklek...." Rama membuka pintu.
Melihat Rehan dan Ayu yang datang, Rama langsung menyuruh mereka masuk.
"Kalian, masuklah!" pinta Rama.
"Benarkan dugaanku." gumam Rama.
"Kak Rama, Kak Ipar dirumah?" tanya Rehan.
"Ada, itu kakak Iparmu." jawab Rama sambil melihat kearah Ana.
"Kakak Ipar, Aku mencarimu." kata Rehan pada Ana.
"Katakan ada apa, Kamu mencariku Han." jawab Ana.
"Ayu tiba-tiba mint kue buatan Kakak." kata Rehan pada Ana.
Ana melihat kearah Ayu, lalu Ana berpikir.
"Tumben? apa jangan-jangan Ayu sedang hamil ya?" pikir Ana yang belum tahu tentang kehamilan Ayu.
"Kok tumben." kata Ana.
"Kakak Ipar Aku sedang hamil, dan Aku juga tidak tahu tiba-tiba Aku pingin makan kue buatan kakak Ipar." kata Ayu pada Ana.
Ana langsung tersenyum bahagia, lalu Ana menghampiri Ayu untuk mengucapkan selamat atas kehamilannya.
"Akhirnya, selamat ya sahabat sekaligus adik Iparku, dijaga kandungannya dengan baik ya! Kamu tunggu disini, tolong ajak Niah! Aku akan membuatkanmu kue yang Kamu mau." kata Ana pada Ayu.
Ayu mengajak Niah, sedangkan Ana langsung menuju ke dapur untuk membuat kue untuk Ayu.
Rama, Rehan dan Ayu duduk di sofa, kini mereka sedang mengobrol.
"Han, Ayu benaran hamil?" tanya Rama.
"Iya benaran Kak, Dokter sudah memeriksanya tadi pagi." jawab Rehan.
"Akhirnya adonanmu jadi juga." kata Rama yang diiringi dengan tawa jailnya.
"Iya Kak, Aku siram tiap malam biar subur Kak dan Akhirnya jadi juga." jawab Rehan sambil tertawa lepas.
Mengingat dulu, Rehan terus menyirami rahim Ayu dengan cairan hangatnya hampir tiap malam bahkan pulang kerja capek Rehan dulu tetap semangat membuat adonannya.
__ADS_1
"Disiram, tanaman kali disiram." sambung Ayu sambil menggelengkan kepalanya.
"Biar subur Yu, disiram tiap malam sama suami." ledek Rama yang diiringi tawa jailnya.
Tiba-tiba telpon rumah berbunyi, lalu Rama mengangkatnya karena memang telpon rumahnya terletak disamping dekat Rama duduk.
"Hallo..." sapa Rama.
"Hallo Nak, ini Mami. Kalian semuanya apa kabar?" tanya Mami.
"Baik Mi semuanya, Mami dan Papi bagaimana kabarnya?" tanya Rama.
"Kita disini juga baik Nak." jawab Mami.
"Oh iya Mi, ada kabar bahagia dari Rehan dan Ayu." kata Rama.
"Kata Nak, ada kabar bahagia apa?" tanya Mami.
"Biar Rehan yang mengatakannya sendiri Mi." kata Rama.
Rama memberikan telponnya pada Rehan.
"Han, ini katakan pada Mami tentang kehamilan Ayu." kata Rama pada Rehan.
Rehan menerima telepon tersebut, lalu berkata pada Maminya.
"Mi, ini Rehan." kata Rehan.
"Iya Nak, katakan ada kabar bahagia apa Nak?" tanya Mami penasaran.
"Sungguh, berikan telponnya pada Ayu! Mami mau langsung bicara padanya." kata Mami dengan suara begitu antusias.
"Sayang, ini Mami mau bicara denganmu." kata Rehan.
"Iya Mi, ini Ayu." kata Ayu.
"Sayang, apa Kamu sungguh Kamu hamil Nak?" tanya Mami.
"Iya Mi, kandungan Ayu sudah 1 bulan lebih tadi pagi sudah diperiksa oleh Dokter." kata Ayu.
"Mami senang dengarnya, akhirnya Mami akan punya cucu lagi. Kamu jaga baik-baik kandungan Kamu ya Nak! maaf Nak Mami belum bisa pulang." kata Mami.
"Iya Mi siap, tidak apa-apa Mi. Mami dan Papi jaga kesehatan ya." jawab Ayu.
Setelah obrolan yang begitu panjang, akhirnya Mami Diana memutuskan saluran teleponnya karena Mami ada acara jadi harus segera berangkat.
Diluar negeri.
Mami dan Papi sudah naik mobil, kini keduanya mau menghadiri acara pernikahan anak dari rekan bisnisnya.
"Pi, Ayu sudah hamil." kata Mami pada Papi.
"Sungguh Mi, mudah-mudahan Anak Rehan laki-laki." jawab Papi.
Kali ini Papi berharap cucunya laki-laki, karena sudah punya satu cucu cewek, agar bisa meneruskan perusahaan keluarga juga jadi Papi menginginkan cucu laki-laki.
Kini Mami dan Papi sudah sampai tempat acara, Papi dan Mami sedang menikmati pesta pernikahan tersebut.
__ADS_1
Dirumah Ana dan Rama.
Ana baru saja selesai membuat kue, lalu Ana langsung memberikan kue buatan pada Ayu.
"Ayu cicipilah, ini kue buatanku." kata Ana sambil menaruh piring yang berisi kue buatannya diatas meja.
Dengan perasaan yang begitu senang, Ayu langsung mengambil kue tersebut lalu memakannya, namun lagi-lagi Ayu meminta Rehan menyuapinya.
"Sayang suapin." kata Ayu dengan begitu manjanya.
Rehan langsung mengambil yang ada ditangan Ayu, lalu langsung menyuapkan kue tersebut ke mulut Ayu.
Rama dan Ana saling melempar senyum, kini mereka bahagia melihat kebahagiaan Ayu dan Rehan.
"Lihat Niah, Mami Ayu dan Papi Rehan mereka bahagia sekali, Nak." kata Ana pada Niah.
"Iya mereka sangat bahagia." sambung Rama.
Kini Niah sedang berada dipangkuan Rama, sedangkan Ana duduk disamping Rama.
"Aku sudah tidak mau lagi." kata Ayu sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapikan ini kuenya masih banyak." jawab Rehan.
"Tadi ngerengek minta kue buatan kakak ipar, sekarang baru makan berapa suap sudah tidak mau lagi." gumam Rehan.
"Kamu harus habiskan, kasian kakak Ipar sudah membuatkannya untukmu." kata Rehan.
Ana hanya tersenyum, lalu berkata pada Rehan.
"Tidak apa-apa Han, namanya orang ngidam ya seperti itu. mereka pingin tapi ya kalau sudah makan sedikit ya sudah." Ana berusaha memberikan pengertian pada Rehan.
"Iya Han, Aku ingat banget dulu Kakak Iparmu ngidam minta serabi solo Aku sudah muter-muter mencarinya kemana-mana, giliran sudah dapat, Katanya Kak Ipar sudah tidak menginginkannya lagi, akhirnya Aku yang makan serebi solonya." kata Rama pada Rehan.
Dulu waktu Ana hamil, Ana pernah ngidam minta serabi solo namun setelah Rama mendapatkannya, Ana malah tidak mau memakannya akhirnya Rama yang memakan serabi solo tersebut.
"Iya Kak, wanita hamil itu memang susah dipahami. semalam saja Ayu ngerengek minta lolilop giliran Aku belikan Dia cuman makan sedikit doang." kata Rehan.
"Sabar Han, yang penting adonan sudah jadi." kata Ana.
"Iya Kak Ana benar, jadi Ayu ngidam apapun akan Aku turutin." jawab Rehan.
"Menghadapi wanita hamil itu harus sabar Han, apalagi perasaan yang terbilang begitu sensitif jadi Kamu harus benar-benar berhati-hati jangan sampai marah padanya, apalagi sampai membuat Ayu stres gara-gara banyak pikiran, karena itu akan menganggu perkembangan janinnya." kata Rama pada Rehan.
Biar bagaimanapun Rama pernah menghadapi Istrinya waktu hamil dulu, jadi sedikit-sedikit Rama paham tentang wanita hamil.
"Iya Kak, nanti Aku akan belajar lebih banyak lagi lewat internet biar Aku bisa jadi suami siaga dan calon Papa yang baik untuk Anakku nanti." jawab Rehan dengan penuh semangat.
Ayu melihat Rehan dengan senyum bahagianya.
"Ini laki-laki yang Aku nilai sama seperti Devan, ternyata Dia tidak sebanding dengan Devan. Suamiku adalah laki-laki terbaik yang telah Aku nikahi." gumam Ayu.
Ayu merebahkan kepalanya di bahu Rehan, Rama dan Ana saling melempar senyum karena melihat kebahagiaan Adik-adiknya.
Bersambung 🙏
Jangan lupa like dan komen, biar Authornya makin semangat nulisnya 😊🙏
__ADS_1