Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
328.Dia mencium keningku S2.


__ADS_3

"Niah, Aku ingin membuktikan perkataanmu tadi, Apa sungguh punyamu masih bersegel?" Tanya David dengan nada menggoda, Membuat darah Niah mengalir lebih cepat.


"David," Panggil Niah tiba-tiba.


David menoleh menatap wajah cantik Niah, Kini dirinya tersenyum penuh arti namun Niah malah memayunkan bibirnya.


Dengan senyum penuh artinya, David kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Niah, David sudah memegang dagu Niah lalu berniat mencium bibir mungil Niah, Niah langsung menahan bibir David dengan jari telunjuknya lalu David terdiam sesaat, Dengan tatapan penuh arti kini dirinya merasa bingung.


"Aku tidak mau melakukannya, Aku tahu kamu tidak mencintaiku sama sekali, Aku juga tidak mau anakku lahir tanpa cinta." Kata Niah yang langsung menundukkan kepalanya, Karena enggan melihat wajah David.


David langsung menjauhkan wajahnya, Kini hatinya benar-benar tersentak mendengar perkataan sang istri, Namun Niah juga tidak salah karena memang David tidak mencintai dirinya sama sekali.


"Apa kamu menolak suamimu?" Tanya David yang terus melihat bola mata Niah.


"Aku hanya ingin melakukan hal ini dengan laki-laki yang aku cintai," Jawab Niah dengan nada datar.


Yang dimaksud Niah adalah bersama suaminya nanti, Karena Niah menjaga kesuciannya selama ini hanya untuk laki-laki yang kelak menjadi suaminya, Namun ternyata Niah menikah bukan dengan laki-laki yang Niah cintai.


Mendengar jawaban dari Niah, David langsung merasa kesal kini rasanya ingin sekali memakan sang istri malam ini.


"Niah jangan harap kamu bisa membuka segelmu dengan laki-laki yang kamu cintai, Karena aku ini suamimu! Jika sampai terjadi maka aku akan membunuh laki-laki itu." Batin David yang kini sungguh merasa kesal.


"Apa kamu mencintai laki-laki lain?" Bentak David membuat Niah kaget.


"Apa aku harus memberitahumu? Bukankah kamu yang membuat perjanjian untuk tidak mengusik hidupmu, Dan aku minta kamu jangan mengusik hidupku!" Tegas Niah yang kembali mengingatkan David akan surat perjanjian yang dirinya buat sebelum menikah dengan Niah.


Rasanya David merasa sangat kesal sekali, Lagi-lagi Niah kembali membahas masalah surat perjanjian yang dirinya buat sebelum mereka menikah.


"Aku akan merobeknya nanti!" Bisik David yang diam-diam menggigit telinga Niah dengan pelan, Membuat Niah merasa geli.


"David kamu ih, Kenapa menggigit telingaku!"Omel Niah yang langsung memegangi telinganya.


"Sebelum laki-laki lain melakukannya, Lebih baik suami sah yang lebih dulu mencicipinya." Sambung David dengan wajah tengilnya.


Niah hanya geleng-geleng kepala, Lalu bergumam.


"David itu menyebalkan." Gumam Niah.


David merebahkan tubuhnya diatas kasur, Lalu menarik Niah kedalam pelukannya.


"Bukankah perjanjiannya kita tidur terpisah?" Tanya yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.


David terus menahan Niah didalam pelukannya, Kini dirinya benar-benar memeluk sang istri dengan hangat.


"Diluar hujan, Malam ini sangat dingin jadi aku butuh bantal guling bernyawa untuk aku peluk." Bisik David yang sengaja menciumi telinga Niah, Membuat Niah kesal namun Niah hanya memejamkan matanya saja.


Niah sudah tidak ada suara ataupun melakukan pembrontakan lagi. David melihat wajah cantik Niah ternyata Niah sudah tertidur dalam pelukannya.


"Aku tidak perduli dengan perjanjian yang aku buat, Aku sangat suka menggodanya." Batin David yang langsung tersenyum.


Malam semakin larut, Hujan semakin lebat mungkin malam ini David gagal membuka segel milik Niah, Tapi David bisa memeluk bantal guling bernyawa dalam tidurnya



Visual David dan Niah.


Malam ini Niah tertidur pulas dipelukan David, Niah hanya menikmati pelukan sang suami. Buat Niah biarpun mereka belum saling mencintai, Tapi Niah adalah seorang istri dan David adalah suami sah nya. Itulah mengapa akhirnya Niah tidak memberontak dari pelukan sang suami.


David terus menatap wajah cantik Niah, Lalu tersenyum pada Niah.

__ADS_1


"Tadi berontak tidak mau dipeluk, Ini malah tidur pulas dipelukanku." Kata David yang diam-diam memperhatikan wajah cantik Niah.


David membenarkan posisi tidurnya, Lalu ikut memejamkan matanya.Malam ini mereka tidur sambil berpelukan dengan penuh kehangatan.


Keesokan harinya, Ayu dan Ana sudah sibuk di dapur pagi ini mereka masak bersama karena sang papa meminta dibuatkan makanan kesukaannya.


Biarpun ada banyak Art, Namun untuk sang papa mertua Ayu dan Ana langsung turun ke dapur untuk membuat makanan kesukaan papa mertuanya.


"Kakak Ipar, Niah sama suaminya belum bangun?" Tanya Ayu yang sedang memotong sayuran.


Ana yang sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan lainnya, Menoleh kearah Ayu lalu tersenyum.


"Belum, Semalam hujan lebat mungkin mereka membuat adonan sampai malam." Jawab Ana yang diiringi dengan tawa jail.


"Kalau ngomongin adonan, Aku jadi ingat masalalu, Waktu kita semua berkerja keras membuat adonan." Canda Ayu yang mengingat masalalu mereka.


Kini mereka saling melempar tawanya, Sambil memasak mereka bercerita tentang masalalu mereka.


"Kamu tahu, Dulu suamiku pernah menitipkan Niah pada Alena dan Bagas hanya karena dia ingin mengajakku membuat adonan." Kata Ana yang langsung mengeluarkan tawanya, Karena mengingat waktu itu suaminya begitu lucu menurut dirinya.


Iya dulu Rama itu jail, Kalau mau membuat adonan dengan sang istri pasti anaknya dititipkan sama Bagas dan Alena, Untung Bagas dan Alenanya mau.


"Kak Rama mah emang koplak," Jawab Ayu yang langsung mengeluarkan tawanya.


Rehan dan Rama langsung berjalan menuju dapur menghampiri istri-istri mereka yang terus tertawa begitu senang, Mereka bingung sebenarnya apa yang istri-istri mereka obrolkan.


"Kalian ngobrolin apa?" Tanya Rama tiba-tiba, Membuat Ayu dan Ana jadi malu.


"Kalian mengagetkan saja, Kita sedang ngobrolin masalalu waktu kita masih muda dulu." Jelas Ana yang diiringi dengan senyum manisnya.


Akhirnya didapur mereka berempat asik bercerita tentang masalalu mereka, Sambil memasak Ayu dan Ana terus mengeluarkan tawanya.


Kini setelah semuanya siap, Mami Diana, Papi Revan, Rama, Rehan, Ana, Ayu, Kevin dan Ralinsyah, Mereka menikamati sarapan pagi bersama.


"Kak Niah mana Ma?" Tanya Ralinsyah pada sang Mama, Ayu tersenyum lalu menjawab pertanyaan Putri satu-satunya itu.


"Kak Niah masih tidur," Jawab Ayu dengan begitu lembut.


"Jam segini masih tidur, Dasar Kak Niah kebo." Cetus Ralin karena merasa kesal pada sang kakak.


"Alin, Nanti kamu akan tahu kalau kamu sudah menikah, Kenapa pengantin baru bangun kesiangan nanti Alin akan paham." Ayu mencoba memberikan pengertian pada sang Putrinya.


Alin yang masih terlalu polos, Jadi Ayu sebagai orangtua berusaha memberikan pengertian pada sang anak.


"Aku ingin mengajaknya jalan-jalan," Kata Ralinsyah yang sudah memayunkan bibirnya.


Rehan hanya bisa geleng-geleng kepala, Melihat tingkah putri semata wayangnya itu.


"Alin, Alin jalan-jalannya sama Kak Kevin saja ya! Kak Niah kan ada suaminya mungkin dia juga capek." Jelas Rehan pada sang Putri.


"Alin dimarahin sama Kak Kevin, Katanya Alin ngabisin duit Kak Kevin mulu." Dengan wajah yang begitu menggemaskan Alin mengadu pada semuanya kalau Kevin memarahinya.


Iya kemarin waktu Ralin jalan-jalan dengan Kevin, Ralin dimarahi sama Kevin gara-gara Ralin terus berbelanja tas branded berlebihan, Dan itu pakai uang Kevin membuat Kevin kesal. Bukannya Kevin pelit tapi Kevin marah gara-gara Ralinsyah membeli tasnya berlebihan.


"Aku tidak memarahinya Papi, Aku hanya bilang pada dia jangan membeli tas berlebihan tapi dia tidak mau dengar." Elak Kevin yang langsung kembali mengadukan Ralin pada sang Papi. Iya Kevin biasa menyebut Rehan dengan sebutan Papi sejak kecil.


Ana dan Ayu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anak mereka, Sedangkan Papi Revan dan Mami Diana tersenyum melihat dua saudara yang saling menyayangi tapi selalu saja ngeributin hal sepele.


"Sudah-sudah, Kevin biar Ralin membeli apa saja yang dia mau! Selagi kamu belum punya istri kamu bahagiakan adekmu!" Lerai Rama yang secara tidak langsung membela Ralin, Membuat Kevin mengalah dan hanya bisa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Papa berpihak pada Ralinsyah yang manja." Gumam Kevin.


Ralin langsung tersenyum penuh kemenangan, Lalu menjulurkan lidahnya pada Kevin.


"Itukan Papa Rama saja tidak apa-apa kak, Pokoknya hari ini Kak Kevin harus menemaniku jalan-jalan sama belanja lagi." Ralin merengek pada Kevin, Membuat Kevin menganggukan kepalanya karena tidak tahan mendengar rengkekan sang Adik.


Hari ini Kevin siap-siap uangnya dihabiskan oleh Ralinsyah adik tercinta satu-satunya, Biarpun Kevin sering mengomel pada Ralinsyah tapi Kevin paling tidak bisa menolak permintaan sang adik.


"Papi Rehan, Telpon Kenan suruh kesini! Aku yakin Kenan lebih sabar mengurus dia yang manja Pi." Pinta Kevin yang langsung ditatap kesal oleh Ralinsyah.


"Nanti Papi telpon Kenan," Jawab Rehan yang langsung membuat Ralin memanyunkan bibirnya.


"Papa jangan telpon calon suamiku, Nanti aku tidak bisa menghabiskan uang Kak Kevin." Rengeknya dengan manja.


Pagi ini dimeja makan hanya ada kebahagiaan diantara mereka semua, Ditambah manjanya Ralin dan jailnya Kevin membuat keluarga Ardiyansyah begitu bahagia.


Setelah selesai sarapan kini semuanya berkumpul diruang keluarga, Mereka mengobrol pagi ini hanya ada tawa canda diantara mereka. Rama juga menyuruh Art untuk memfotokan momen bahagia ini untuk kenang-kenangan nanti.


Dikamar Raniah dan David.


Raniah merasakan berat pada bagian paha kakinya, Membuat Niah tidak bisa bergerak karena tubuhnya terkunci oleh kaki David yang berada diatasnya.


"Berat sekali." Keluh Niah yang baru saja membuka matanya.


"David, Singkirkanlah kakimu dari atas tubuhku!" Pinta Niah dengan kesal.


"Diamlah, Aku masih mengantuk!" Jawab David yang masih memejamkan matanya.


Niah menelan nafasnya dengan pelan, Lalu menghembuskan dengan pelan.


"Bangun sekarang sudah siang!" Rengkek Niah, Yang membuat David membuka matanya lalu menyangga kepalanya dengan satu tangannya.


"Aku sudah bangun, Kamu itu berisik sekali!" Jawab David yang langsung tersenyum manis pada Niah, Niah hanya menatap David dengan tatapan kesal.


"Apa-apaan dia ini? Apa kali ini dia sedang menggodaku?" Batin Niah merasa kesal.


"Sekarang sudah siang, Jangan tidur terus nanti apa yang akan dipikirkan oleh keluargaku?" Niah mengoceh, Sambil bertanya dengan David.


David kembali tersenyum pada Niah, Kali ini senyumannya lebih manis dari yang tadi.


"Memangnya apa? Tentu saja keluargamu akan berpikir wajarlah pengantin baru tidurnya bangunnya kesiangan." Jawab David yang dengan sengaja menggoda Niah, Kali ini Niah benar-benar malu wajah cantik Niah juga langsung memerah, Membuat David tersenyum penuh kemenangan.


"Sudah tidak usah malu, Mungkin aku belum bisa membuka segelmu tapi aku sudah memelukmu."David kembali menggoda Niah, Membuat Niah semakin kesal, Lalu Niah mencubit lengan tangan David sampai David merintih kesakitan.


"Ahhh auhhh, Sakit Niah." Omel David yang merintih kesakitan.


"Makanya, Jangan nakal." Niah gantian mengomeli David.


David tersenyum, Lalu dengan lembut mencium kening Niah, Membuat Niah langsung membulatkan matanya.


"Dia mencium keningku." Batin Niah terkejut.


"Bangunlah, Aku akan mengajakmu jalan-jalan!" Ajak David dengan senyum manisnya.


Niah hanya diam saja, Karena masih terbuai dengan ciuman David. Padahal cuma dikening namun itu membuat Niah merasa begitu terkejut "Wajar ini pertama kalinya, Niah dicium oleh seorang laki-laki."


"Jalan-jalan kemana?" Tanya Niah pelan.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2