Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
196. Disuapin suami.


__ADS_3

Setelah mengantar Kevin dan Siska ke depan rumahnya, Rama dan Ana langsung masuk ke dalam rumah.


"Sayang, makan malam dulu ya biar aku siapkan" Suruh Ana dengan nada lembut.


"Iya sayang" jawab Rama pelan.


Rama sudah duduk dikursi meja makan menunggu Ana yang sedang memasak di dapur. setelah beberapa saat Ana selesei masak dan langsung membawa makanan yang tadi dimasak ke meja makan.


"Sayang, makan yang banyak!!" suruh Ana, sambil memberikan makanan yang sudah diambil untuk suaminya.


Pelan-pelan Rama menikmati makanannya.


"Kamu tidak makan?" tanya Rama.


"Aku tidak lapar sayang, nanti aku minum susu ibu hamil aja sebelum tidur" jawab Ana.


"Baiklah nanti aku bikinkan, tapi kamu harus makan dulu biarpun hanya sedikit!!" Suruh Rama, sambil menyuapkan nasi ke mulut istrinya, akhirnya Ana membuka mulutnya dan menerima suapan makanan dari suaminya.


Akhirnya Rama makan sambil menyuapin istrinya, setelah selesai makan Rama langsung membikinkan susu ibu hamil untuk istrinya. setelah selesai membikin susu untuk istrinya Rama dan Ana langsung menuju ke kamarnya.


"Sayang, minum susunya dikamar saja iya!!" Suruh Rama dengan nada lembut.


"Iya sayang" jawab Ana pelan.


Rama mengandeng istrinya untuk menuju ke kamarnya.


Dikamar Rama.


Ana langsung meminum susu yang dibuatkan oleh suaminya.


"Sayang, susunya sudah ku habiskan!!" ucap Ana, sambil tersenyum dengan manis pada Rama.


Ana menaruh gelas bekas susunya di dekat meja didekat ranjang tempat tidurnya.


"Pintar istriku!!" puji Rama, sambil mengacak-acak rambut Ana dengan lembut.


Ana tersenyum pada Rama.


"Sayang, istirahatlah pasti kamu hari ini sangat lelah" Suruh Rama.


Ana langsung membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya, Rama membaringkan tubuhnya disamping Ana sambil memeluk Ana dengan hangat.


Rama dan Ana akhirnya tertidur begitu pulas.


Rehan baru saja pulang mengantar Ayu, namun melihat rumahnya sudah begitu sepi akhirnya Rehan masuk kedalam kamarnya.


Dikamar Rehan.


"Sebentar lagi aku tidak akan tidur sendirian lagi!! karena ada Ayu yang akan menemaniku setiap malam bahkan setiap aku pulang kerja ada yang selalu nungguin aku dirumah" Guman Rehan senang dalam hati.


Rehan langsung pergi menuju kamar mandi karena belum mandi dari tadi sore, setelah selesai mandi Rehan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan langsung tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Dirumah Rian.


"Sayang, apa kamu belum ada tanda-tanda kehamilan?" tanya Rian tiba-tiba.


"Sepertinya belum sayang, sabar ya sayang" jawab Via dengan lembut.


Rian yang sudah sangat ingin mempunyai keturunan, bahkan sudah berusaha begitu giat hampir tiap malam namun belum berhasil membuat adonannya.


Rian tersenyum.


"Tidak apa-apa sayang, ayo kita ke kamar kita berusaha lagi!!" ajak Rian, dengan nada jail.


Via hanya menggelengkan kepalanya namun Rian langsung menggendong Via untuk membawanya masuk kedalam kamar.


Dikamar


Seperti biasanya, Rian melakukan aksinya dan kali ini aksinya lebih dari biasanya sampai Via lebih kuwalahan dari biasanya.


"Sayang, lakukan dengan lembut" pinta Via, yang berusaha mengantur nafasnya.


"Sayang diamlah, aku ingin adonan kita cepat jadi" jawab Rian dengan semangat.


Rian kembali melakukan aksinya!! desahan dan erangan kini terdengar dari mulut mereka dengan begitu penuh nafsu dan setelah puas mencapai puncaknya akhirnya Rian menjatuhkan tubuhnya disamping Via.


"Mudah-mudahan adonannya segera jadi!!" Doa Rian, sambil menarik istrinya kedalam pelukannya.


Via saat ini hanya merasa lemas dan sangat capek karena ulah suaminya, Akhirnya Via dan Rian tidur dengan penuh kehangatan.


Bagas sedang minum teh sendirian sambil video call dengan Alena.


"Sayang, apa kamu merindukanku?" tanya Bagas sambil tersenyum.


"Kasih tau tidak ya" Ledek Alena, dengan nada yang begitu imut.


"Iya sudah, kalau tidak mau kasih tau!! aku besok tidak mau menjemputmu!!" ancam Bagas.


Alena hanya tertawa mendengar ancaman Bagas.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Bagas kesal.


"Itu semua karena ancamanmu yang terlalu menggemaskan!!" jawab Alena.


Bagas yang merasa kesal akhirnya menyuruh Alena untuk tidur.


"Kamu tidurlah sayang!!" kesal Bagas.


"Baiklah, tapi besok jemput aku ya!!" Pinta Alena dengan nada memelas.


"Baiklah, tapi katakan dulu kalau kamu itu merindukanku!!" Suruh Bagas penuh kemenangan.


"Baiklah akan aku katakan, aku merindukan kamu Bagas!!!" jawab Alena, sambil manyun namun tetap terlihat menggemaskan.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, kamu tidurlah sekarang sudah malam!!" Ucap Bagas, yang langsung mematikan saluran teleponnya.


Setelah selesai menelpon Alena, Bagas langsung tidur karena memang sudah mengantuk.


Keesokan harinya.


Ana bangun lebih dulu, setelah selesai mandi dan beres dengan semuanya. ana membangunkan suaminya lebih dulu.


"Sayang, bangunlah" Ucap Ana dengan begitu lembut, sambil menggoyangkan tubuh suaminya.


"Sebentar lagi sayang!!" jawab Rama dengan nada masih mengantuk.


"Sekarang sayang!!" ucap Ana lagi.


Akhirnya Rama bangun dari tidurnya dan sekarang sudah duduk.


"Mandilah, aku sudah siapkan air hangatnya, sekarang aku kebawa dulu mau nyiapin sarapan buat kamu" ucap Ana dengan kebawelannya.


Rama yang sedang duduk dan mendengar istrinya begitu bawel akhirnya mencium bibir istrinya dengan lembut membuat Ana kaget.


"Sayang, selalu saja tidak bilang dulu!! untung aku sudah mandi dan gosok gigi" kesal Ana.


Rama tersenyum pada istrinya.


"Biar kamu tidak bawel lagi sayang, sekarang aku mau mandi dulu ya" ucap Rama, yang langsung bangun dari tidurnya.


Rama langsung menuju ke kamar mandi, Ana menyiapkan baju kerja untuk suaminya seperti biasanya setelah selesai Ana langsung menuju ke dapur untuk membuat sarapan buat suaminya dan adik iparnya.


Didapur


Ana hari memasak udang tepung dan capcay, setelah selesai Ana menyiapkan semuanya dimeja makan.


Rama turun dari kamarnya dan langsung menuju ke tempat makan, Rehan juga sudah duduk dikursi meja makan.


"Kalian sarapan dulu" ucap ana pada suaminya dan adik iparnya.


"Iya kakak ipar" jawab Rehan.


"Iya sayang" jawab Rama.


Pagi ini mereka bertiga menikmati sarapan bersama, setelah selesai sarapan Rama dan Rehan berangkat kerja bersama. Ana mengantar ke depan kerumahnya untuk melihat kepergian suaminya dan adik iparnya ke kantor.


Rama dan Rehan melajukan mobilnya menuju kantor, setelah beberapa lama menyelusuri perjalanan akhirnya Rama dan Rehan sampai dikantor.


"Kak aku ke ruanganku dulu ya!!" pamit Rehan.


"Iya kamu berkerjalah dengan giat, ingat kamu sudah mau menikah jadi kamu tidak boleh main-main lagi!!" nasehat Rama.


"Siap kak, aku akan berkerja dengan baik biar aku bisa bahagiain istriku kelak kak" jawab Rehan penuh semangat.


Rama tersenyum karena merasa bangga pada adiknya. adiknya yang dulu manja dan suka menghambur-hamburkan uang akhirnya sekarang sadar apalagi sudah akan menikah itu membuat Rehan bisa bersikap lebih dewasa dan lebih baik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2